Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 62


__ADS_3

Keesokan harinya, SMA dibuat geger oleh sebuah foto yang terpampang di mading. Foto pernikahan siswi SMA Samudera namun sosok si pria dibuat blur.


"Galang, gawat." Amir dan Kevin menghampiri Galang dan Shabita yang baru sampai di sekolah.


"Gawat kenapa?" tanya Galang sambil menyampirkan tasnya.


"Foto pernikahan lo terpampang di mading."


"Apa?" kaget Galang dan Shabita.


"Iya, ayo buruan liat." ajak Kevin.


Mereka lantas berjalan menuju mading utama.


"Ternyata eh ternyata, dia udah nikah?"


"kayanya dia hamil deh, makanya dinikahkan begitu?"


"Sekolah harusnya mengeluarkan cewek sok suci itu."


"Galang, udah ditipu abis-abisan sama tuh cewek."


"Eh tapi siapa cowoknya ya?"


"dasar cewek murahan!"


Siswa dan siswi memandang tidak suka pada Shabita. Cibiran mereka begitu jelas tertangkap oleh indra pendengaran Shabita namun Shabita memilih acuh.


Mata Shabita melotot lebar melihat foto pernikahannya. Begitu pun Galang. Gegas Galang menyobek foto itu dari mading.


Langkah lebar Galang menuju ruang jurnalis. Siapa lagi yang punya wewenang menyebarkan info kalau bukan mereka.

__ADS_1


"Lang, mau kemana?" tanya Amir. Galang tidak menjawab. Tangannya meremas kuat foto itu.


Mereka bertiga mengekori langkah kaki Galang tanpa bertanya lagi. Saat ini Shabita menonaktifkan indra penglihatan dan pendengarannya dari cibiran para siswa.


Brakkk!


Galang membuka kasar pintu ruang jurnalis. Disana sudah ada anak jurnalis, bahkan ketuanya juga ada.


"Siapa yang udah nempel foto ini di mading Hah?" Galang melempar foto itu tepat dihadapan ketua Jurnalis.


"Kita gak tau, Lang." sangkal Mario, ketua Jurnalis.


"Cuma kalian yang punya wewenang buat masang beginian di mading. Kunci mading juga ada sekalian, kan?" Galang sedikit menaikkan nada suaranya.


"Ini kita juga lagi diskusi, Lang. Kenapa mading itu bisa terbuka padahal kemaren udah dipastikan terkunci." tutur Mario.


"Halah, pasti ini ulah kalian. Ayo ngaku?" desak Galang.


"Lagian nih ya, kalo gak ngerasa gak usah ngamuk-ngamuk gini lah, Lang." sahut salah satu anak Jurnalis.


"Kalo lo nyamuk gini kan jadi memperkuat opini kita kalo cewek lo ini udah nikah." timpal anak jurnalis lain.


"Heh, tau apa lo soal cewek gue?" Galang melotot tajam pada mereka.


Belum puas Galang dengan anak Jurnalis, Shabita diminta untuk segera menemui guru BK di ruangannya.


Shabita diminta untuk menjelaskan siapa yang ada difoto itu. Wanita cantik berponi istri si Ketos itu menjawab dengan jujur bahwa di foto itu adalah dirinya.


"Itu emang saya, bu, tapi itu foto saya waktu SMP. Ujian praktek agama saat itu kelompok saya memilih tema rumah tangga yang didalamnya juga ada pernikahan. Kebetulan saat itu saya diminta untuk menjadi pengantinnya." jelas Shabita.


"Bagaimana ibu bisa percaya soal ini?"

__ADS_1


Shabita membuka galeri foto di Hp nya lalu memperlihatkannya pada guru BK dengan beberapa foto lainnya juga. Shabita bisa bernafas lega karena yang disebar bukan foto pernikahannya dengan Galang. Entah ini disengaja atau tidak oleh si pelaku.


Foto pernikahannya yang asli sudah di backup semua ke laptop, di HP nya sudah dihapus.


"Kalo ibu masih belum percaya, biar saya telpon salah satu guru SMP saya." usul Shabita.


"Hem, baiklah ibu percaya."


Shabita keluar dari ruang BK denga perasaan lega. Galang yang bak setrika menunggu di luar ruangan.


"Gimana, sayang?" Galang segera menghampiri istrinya yang baru keluar.


"Baik-baik. Foto itu bukan foto pernikahannya kita." bisik Shabita, takut ada yang dengar. Kedua alis Galang mengerut.


"Terus?" Galang masih bingung.


Shabita menjelaskan juga memperlihatkan foto aslinya.


"Syukurlah, aku lega banget." Galang mengusak pucuk kepala Shabita.


"Tapi Kira-kira siapa ya yang udah lakuin itu? terus maksudnya apa?" tanya Shabita. Galang mengangkat bahunya namun dalam pikirannya dia tertuju pada seseorang.


"Sayang, ke kelas duluan aja, ya. Aku ada urusan sebentar." titah Galang.


"kemana?" kepo Shabita.


"Nanti aku ceritain. Kamu ke kelas duluan dan jangan dengerin apa kata orang, oke." tutur Galang. Shabita mengangguk patuh.


Shabita ke kelas sedangkan Galang mencari keberadaan seseorang.


Tak lama mencari, orang yang dimaksud Galang terlihat. Laki-laki itu menyeretnya ke arah belakang sekolah yang sepi.

__ADS_1


(Maaf ya up nya telat 🙏 Tadi siang bed rest dulu 😊 Happy reading 🤭)


__ADS_2