Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 51


__ADS_3

Mereka turun dari mobil karena sudah sampai di parkiran sekolah. Lagi-lagi beberapa murid seperti menggunjing mereka, lebih tepatnya untuk Shabita.


Galang dan Shabita jalan bersama menuju kelasnya.


"Woy, baru nyampe juga lo?" tanya Kevin, menepuk pundak Galang dari arah belakang.


"Enggak. Dari semalam gue disini." seloroh Galang.


"Anjayy bisa ae lo."


Mereka bertiga menjadi pusat perhatian karena Shabita diapit oleh Galang juga Kevin. Susah sih kalau punya wajah cantik kaya Shabita. Gak ngelakuin salah aja kadang dibenci apalagi kalo salah, udah pasti dihujat.


"Lang, emang bener ya kalo lo sama Shabita udah jadian?" tanya salah satu murid cowok. Langkah ketiganya berhenti tepat didepan si murid itu.


"Iya, gue sama Shabita pacaran jadi jangan berani-beraninya lo deketin cewek gue." aku Galang dengan tatapan dinginnya.


"Wet santai dong lo," sahut si murid.


"Udah yuks, Lang, kita ke kelas aja!" ajak Shabita, takut Galang emosi.


"Sabar, brem. Punya cewek cantik emang banyak banget godaannya mulai dari buaya darat, buaya buntung, buaya bunting sampai kadal tanpa ekor." cerocos Kevin.


Shabita cekikikan mendengar cerocosan Kevin yang kadang absurd. Sedangkan Galang mendelik dingin pada si Chindo.


"Hm, Lang, aku kebelet pipis. Boleh nitip tas gak? Mau ke toilet dulu." Shabita memasang puppy eyes nya. Galang sangat gemas melihat itu.


"Boleh, dong. Sini tasnya." Galang mengambil tas Shabita.


"Makasih, ya. Aku ke toilet dulu!" pamit Shabita.

__ADS_1


"Jangan lama-lama, bentar lagi masuk." pesan Galang. Shabita hanya mengangguk.


"Udah bucin ya, lo sekarang." timpal Kevin.


"Ya seperti yang lo liat lah."


"Bagus deh. Setidaknya lo harus pertahankan apa yang udah jadi milik, lo." Kevin menepuk bahu Galang.


"Eh, anak Onta, tumben lo udah di kelas?" tanya Kevin pada Amir yang ternyata sudah di kelas.


"Tadi gue bareng bokap kesini. Motor gue disita sama bokap gara-gara semalam ketauan ikut balap liar." adu Amir.


"Bhahahhaa," bukannya simpati, Galang dan Kevin malah tertawa.


"Kan udah gue bilang, ikut insyaf sama kita, jadi ketauan kan, lo." ucap Galang.


Ketiga laki-laki berbeda ras itu duduk di satu bangku dengan saling berdempetan. Tak lupa sebelumnya Galang menyimpan dulu tas sang istri.


"Lo, maennya kurang cantik sih makanya bisa ketauan." ujar Kevin.


"Terus lo pikir gue harus pake make up gitu biar bokap gak kenalin gue?" seru Amir.


"Ini nih, contoh manusia yang otaknya cuma sebesar kacang ijo." cibir Kevin.


"Lagian lo nyuruh gue maen cantik, lo mau gue jadi banci gitu di race balap?" sewot Amir.


"Gak gitu konsepnya anak Onta!" Galang mengusap wajah Amir.


"Dah lah, apapun itu pokonya gue kesel karena selama sebulan harus diantar jemput sopir baba!" kesal Amir yang malah ditertawakan oleh kedua sahabatnya.

__ADS_1


Waktu sudah berlalu sampai guru pun sudah masuk, namun Galang masih belum melihat istrinya ke kelas.


"Nin, Shabita kemana sih?" tanya Galang sedikit berbisik pada Hanin yang bangkunya sebelahan.


"Gak tau gue. Lo emang gak tau kemana Abit?" tanya Hanin balik.


"Tadi dia pamit mau ke toilet dulu tapi sampe sekarang gak balik-balik. Apa gue susulin aja ya?"


"Jangan, nanti pak Toto marah kalo lo keluar kelas. Tau sendiri kan killer nya dia kaya apa?!" Hanin bergidik ngeri.


"Ekhm! Hanin, Galang, sedang apa kalian?" panggil pak Toto.


"Em anu, pak. Saya lagi nanya halaman LKS." jawab Galang gugup.


"Iya bener, pak." tambah Hanin.


Pak Toto menatap tajam ke arah keduanya. "Jangan berisik lagi, kalo gak nurut nilai kalian bapak kurangi." ancam Pak Toto.


Seketika Hanin dan Galang diam. Hati Galang tidak tenang, takut terjadi sesuatu dengan istrinya.


Sementara itu di dalam toilet, Shabita kesulitan membuka pintunya yang terkunci sendiri. Sialnya lagi, ini adalah toilet ujung yang jarang sekali dipakai. Berkali-kali Shabita berusaha membuka pintunya namun tetap tidak berhasil. Shabita terjebak dibilik toilet yang otomatis suaranya tidak akan terdengar jelas karena pintu toiletnya tertutup.


Dor! Dor! Dor!


Shabita menggedor pintu bilik toilet itu, berharap ada yang mendengarnya.


sebelumnya, kejadian ini adalah ulah dari seorang wanita yang sengaja mengunci Shabita. Wanita itu juga memasang tulisan di pintu 'Toilet sedang diperbaiki', mencegah orang lain supaya tidak masuk.


"Mampus, lo. Lagian jadi cewek kok kecentilan banget, merasa dirinya yang paling cantik, Cuih!" wanita itu meludahi pintu toilet lalu berjalan menuju kelasnya.

__ADS_1


__ADS_2