Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 43


__ADS_3

Galang kembali ke kamar setelah merajuk. Galang benar-benar kesal. dengan Shabita yang malah pergi meninggalkan dirinya.


Ceklek!


Lampu kamar sudah redup, hanya lampu tidur saja yang menyala. Mata Galang hampir saja loncat keluar manakala mendapati istrinya di ranjang. Senyum rekah lelaki tampan mirip Park Solomon itu terbit.


"Yes, akhirnya bisa tidur sama istri!" seru Galang kegirangan.


Tidak lupa juga, Galang mengunci pintu. Siapa tahu kan nanti akan terjadi sesuatu yang iya iya. Pikiran Galang mendadak terkontaminasi akibat tadi chat curhat di grup Jombi Tamvan. Sudah bisa dipastikan siapa dalang dibalik iya iya nya pikiran Galang kalau bukan si Chindo atau Kevin dan Anak Onta alias Amir.


Galang naik ke atas ranjang. Hatinya semakin berdebar kala memiringkan badan menghadap Shabita yang sudah tertidur pulas.


Dipandanginya wajah teduh nan cantik itu dari jarak yang dekat. Poni Shabita menutupi sebagian dahinya.


"Aku baru sadar kalo kamu ternyata little Poni!" gumam Galang pelan.


Galang seakan tidak jemu memandangi istrinya. Rasanya Galang semakin merasa sayang terhadap wanita ini.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut mu dari ku!" tegas Galang pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan kamu juga jatuh cinta sama laki-laki lain selain aku. Aku akan jadi hantu yang bakalan gangguin hubungan kamu sama dia. Sebisa mungkin aku akan menjaga kamu sesuai amanat papa Yudha. Tolong tetaplah bersama ku!" ungkap Galang.


Tangan Galang terulur untuk menyampirkan surau rambut istrinya. Perlahan Galang merasakan kantuk lalu menyusul Shabita ke alam mimpi.


...****************...


Seperti biasa, pagi mereka awali dengan sarapan setelahnya mereka melanjutkan aktivitas masing-masing. Galang dan Shabita sekolah sedangkan Bagas bekerja.


Kali ini Galang dan Shabita berangkat bersama. Sesuai keinginan Galang, berangkat dan pulang mereka harus sama-sama. Galang akan mengakui Shabita sebagai kekasihnya bila nanti ada yang bertanya perihal kebersamaan mereka. Tidak mungkin Galang mengakui Shabita sebagai istrinya pada yang lain, bisa-bisa mereka dikeluarkan dari sekolah karena sudah menikah. Eh, tapi ada yang lupa, Bagas adalah pemilik saham terbesar di sekolah Galang jadi sudah bisa dipastikan tidak akan ada yang berani macam-macam dengannya. Nah ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Galang bisa jadi ketua OSIS, padahal Galang waktu itu kurang mumpuni namun seiring berjalannya waktu, kepemimpinan Galang wajib diacungi jempol. Keputusan yang dia ambil selalu tepat. Sudah cocok lah jadi pengganti Bagas nanti.


Sesampainya di sekolah, Shabita dan Galang berjalan berdampingan.



"Lang, mereka liatin kita bukan sih?" ucap Shabita pelan.


"Biarin aja!" jawab Galang acuh.


"Ish, tapi aku gak suka diliatin begitu. Rasanya pengen ku colok satu-satu." geram Shabita.

__ADS_1


"Alah waktu itu aja pas kamu peluk-peluk si Teh di motor terus ketawa ketiwi di parkiran kayanya kamu gak masalah deh diliatin mereka. Sekarang, giliran jalan sama suamu sendiri kaya risih gitu!" sindir Galang tepat sasaran.


"Aish, bukan risih, Lang, cuma ya aku merasa jadi wanita paling cantik aja, tau gak sih?" sahut Shabita penuh percaya diri.


Galang menghentikan langkahnya, menghadap sang istri. Ternyata wanita yang memang cantik ini bisa overconfidence juga.


"Pffftt," Galang menahan tawanya.


"Kenapa?" tanya Shabita, heran.


"Aku kira kamu hanya bisa gelut doang tapi ternyata bisa overconfidence juga. Gak pantes deh!" ledek Galang sambil terkekeh. Shabita tidak terima diledekin Galang.


"Aw!" ringis Galang kencang. Rupanya tangan Shabita mencubit keras pinggang Galang lalu Shabita berlari meninggalkan Galang.


"Wleeeeee!" ledek Shabita, menjulurkan lidahnya.


"Abiiiitt, awas kamu ya!" Galang berlari mengejar Shabita. Alhasil keduanya kejar kejaran dari parkiran hingga mengelilingi lapangan.


"Cih, dasar cewek centil!" decih seorang wanita yang melihat tingkah Galang dan Shabita.

__ADS_1


__ADS_2