
"Tiara?" ucap Galang dan Shabita.
Tiara mendekat ke brankar Shabita.
"Apa yang gue denger itu bohong kan?" tanya Kiara, memastikan.
"Enggak. Yang lo denger itu..."
"Lang," Shabita memegang lengan Galang, mencegah suaminya berkata jujur pada Tiara.
Tiara semakin menatap tajam keduanya dengan bersidakep dada.
"Gue denger loh apa yang kalian bicarakan tadi soal suami istri itu." Tiara tersenyum sinis.
Galang menghela napasnya kasar. Sedang Shabita menggeleng pada Galang supaya menyangkal. Justru Galang ingin jujur agar Tiara berhenti mengganggunya.
Sedari dulu Tiara memang kerap menyatakan cinta pada Galang meskipun sudah ditolak, Tiara tidak pernah menyerah.
"Kamu tenang aja, ya. Biar ini aku yang urus." Galang mengusap lembut pipi istrinya.
"Cih!" decih Tiara tidak suka melihat kemesraan mereka.
"Kalo gue sama Shabita udah nikah, lo mau apa?" tantang Galang menatap tajam Tiara.
__ADS_1
"Ya nyebarinnya ke seluruh sekolah lah." balas Tiara santai.
Shabita panik dengan ucapan Tiara. Biar gimanapun Shabita masih ingin sekolah.
"Berani lo sebarin berita ini, habis lo sama gue." ancam Galang.
"Eleh, gue gak takut sama lo." Tiara menatap tajam pada Galang. Keduanya saling melempar laser permusuhan lewat matanya.
Tiara terlanjur sakit hati karena Galang kerap menolaknya apalagi sekarang Galang sudah menikah dengan Shabita, jangan harap akan bahagia, pikir Tiara.
"Oke, kalo itu mau lo. Ketika berita pernikahan gue tersebar maka berita tentang bokap lo yang bangkrut dan penipu juga bakalan tersebar. Coba kita lihat siapa yang akan hancur duluan, lo atau gue." Galang menarik bibirnya sebelah.
Tiara dibuat melongo karena Galang tahu kondisi keluarganya yang sedang tidak baik. Sejauh ini Tiara berhasil menutupi itu. Tiara takut jika berita itu tersebar, ia akan dijauhi geng nya juga akan di bully. Terlebih lagi, Tiara terkenal dengan gayanya yang berkuasa karena anak orang kaya.
"Tapi kalo lo tutup mulut, gue pastikan semua itu aman. Gimana?" Galang membuat kesepakatan dengan Tiara.
"Hm oke, deal. Awas ya lo kalo ingkar janji." Tiara yang kadung malu langsung pergi meninggalkan Galang dan Shabita setelah menyetujui kesepakatan mereka.
Shabita bernapas lega. Setidaknya Tiara tidak mungkin berani macam-macam.
"Lang, kok kamu tau soal Tiara sih?" kepo Shabita.
"Aku gak sengaja pernah denger papa ngobrol sama rekan bisnisnya." jawab Galang.
__ADS_1
"Tapi gimana kalo Tiara ingkar, Lang?"
"Udah kamu tenang aja. Aku tau kok Tiara seperti apa, dia pasti akan lebih mementingkan image nya ketimbang pernikahan kita. Aku juga berharap dengan Tiara tau soal kita, dia berhenti kejar aku." tutur Galang.
"Iya deh, yang paling tau Tiara!" cibir Shabita, bibirnya cemberut.
"Nih mulai nih." kekeh Galang.
"Gak jelas." ketus Shabita.
"Cemburu ya?" goda Galang dengan senyumnya.
"Enggak. Buat apa aku cemburu." sangkal Shabita tetapi bibir dan wajahnya terlihat kesal.
"Kalo bohong nanti hidungnya merah kaya badut." ledek Galang.
"Enggak ya!" Shabita menutup hidungnya.
"Duh, gemes banget sih istriku kalo lagi cemburu." Galang mengusak poni Shabita.
Lagi dan lagi kedekatan mereka dilihat oleh seseorang dari balik pintu.
"Awas lo, cewek centil. Gue gak akan pernah ngelepasin Galang untuk siapa pun, termasuk elo. Gue yang harus dapetin Galang, gak peduli harus nyingkirin lo sekali pun." tekad orang tersebut.
__ADS_1