Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 50


__ADS_3

"Udah cepika cepiki nya? Gak sekalian aja sosor." cibir Shabita dengan bibir cemberut.


"Kenapa sih?" Galang menoleh sekilas pada istrinya.


"Kenapa sih?" Shabita menirukan omongan Galang dengan logat meledek.


"Aura itu temen deket aku waktu SMP." jelas Galang.


"Sumpah aku gak nanya dan gak mau tau." sangkal Shabita.


"Tapi kok itu mukanya kaya yang penasaran gitu sih?" goda Galang.


"Enggak. Lagian aku sama si Aura aur-auran itu kan sama, cuma temen." sindir Shabita.


"Kamu mau diakui sebagai apa emang?" Galang terkekeh melihat istrinya misuh-misuh.


"Sebagai musuh!" sewot Shabita.


"Tuh kan, kamu juga kesel kalo diakui cuma temen doang. Aku juga sama, Bit. Waktu kamu ngenalin aku sama si Gerry salut juga kan sebagai temen bukan pacar apalagi suami." ungkap Galang.


Shabita melongo mendengar ungkapan Galang.


"Apalagi kamu kemaren lebih milih membela si Teh Rio rasa gula batu ketimbang aku, kamu pikir itu enak? Enggak, Bit." aku Galang.


Shabita menunduk. Ucapan Marni benar kalau Galang sakit hati karena dia membela Rio.


"Aku gak bermaksud seperti itu." sahut Shabita.


"Lagian nih ya, tadi kamu bilang sendiri kalo kamu gak ada perasaan apa-apa sama aku jadi harusnya kamu gak usah kesel gitu lah pas aku ngobrol sama Aura." Galang sengaja memancing Shabita. Galang ingin tahu bagaimana perasaan istrinya yang sebenarnya.

__ADS_1


"Tapi kan gak mesti cepika cepiki juga, kali." timpal Shabita.


"Emang kenapa sih? Cuma gitu doang loh, gak sampe cium-cium juga." sergah Galang. Gemas rasanya hati Galang karena istrinya tidak segera mengaku kalau dia sedang cemburu.


"Ya setidaknya kamu hargai lah aku sebagai istri kamu."


"Ya aku menghargai kamu sebagai istri lah, kalo enggak aku udah suruh kamu duduk di belakang." jawab Galang santai.


"Ish dasar Galang resek!" Shabita mencubit pinggang suaminya sangat kencang.


"Aw Aw! sakit, Abit. kasar banget sih jadi istri." ringis Galang.


"Tau ah, dasar Galang resek tukang mesum." bibir Shabita bertambah cemberut. Tangannya melipat di depan dada.


"Dih marah-marah gak jelas." cibir Galang.


"Ih ini semua gara-gara kamu sama si Aura aur-auran!" sewot Shabita.


"Idih, siapa juga yang cemburu?" Shabita mendelikkan matanya.


"Kamu lah, istri ku di little Poni!" Galang mengusak poni Shabita dengan satu tangannya.


"Ish, poninya jangan dirusak." Shabita menepis tangan Galang dan merapikan poninya lagi.


"Jadi kamu cemburu enggak nih?" ledek Galang.


"Enggak ya. mana ada aku cemburu!" sangkal Shabita.


"Oh ya udah berarti nanti aku ajak Aura hang out ah, lumayan juga kan biar gak bosen di rumah terus...."

__ADS_1


"Enggak!" Shabita memotong ucapan suaminya lalu wanita berponi itu menutup mulutnya karena telah kelepasan ngomong.


Galang tersenyum melihat istrinya.


"Enggak apa nih? Enggak hang out atau enggak cemburu?" Galang semakin memancing Shabita.


"Eng, enggak cemburu." jawab Shabita gelagapan.


"Yakin?" Galang menyunggingkan senyumnya.


"Enggak. Udah ah kamu gak boleh pergi sama si Aura itu, kalo kamu pergi berarti aku juga harus ikut." tutur Shabita.


Seketika tawa Galang pecah melihat istrinya misuh-misuh cemburu tapi gengsi buat ngaku. Galang senang karena Shabita sudah merasakan cemburu yang artinya Shabita ada perasaan padanya.


"Ish gak ada yang lucu ya!" Shabita masih saja cemberut.


"Ada kok. Kamu!" sahut Galang terkikik.


"Emangnya aku badut apa?!"


"Kamu lebih dari badut. Cemburu tapi gak mau ngaku."


Pipi Shabita mengeluarkan semburat kemerahan. Ketahuan kalau dirinya cemburu.


"Daripada aku pergi sama Aura. Lebih baik nanti malam aku jalan sama kamu, mau gak?" pinta usul Galang.


"Kemana?" tanya Shabita dengan mata berbinar. Bohong jika Shabita tidak senang.


"Ikut aja terus dandan yang cantik!" pinta Galang. Shabita mengangguk antusias.

__ADS_1


"Dah ya jangan marah dan cemburu lagi." Galang memegang tangan istrinya lalu mengecupnya.


Shabita dibuat melongo sekaligus meleyot diperlakukan seperti ini oleh Galang. semoga saja Galang tidak kembali ke setelah pabriknya lagi.


__ADS_2