
"Sah"
"Sah"
"Sah"
Bagas resmi menjadi suami Marni. Keluarga Galang akan utuh kembali.
Bapak penghulu melanjutkan sesi doa, kemudian penandatanganan berkas sebelum tukar cincin. Moment bahagia ini selalu diabadikan oleh kamera. Rona kebahagiaan terpancar jelas diwajah kedua mempelai.
Marni merasakan hal yang berbeda antara dulu dan sekarang. Jika dulu dia menikah dengan Bagas karena sebuah perjanjian atau bisa dibilang terpaksa tapi kini Marni merasakan cinta didalamnya.
"Mama," Galang memeluk Marni dihadapan semua orang setelah Marni dan Bagas pindah tempat duduk. Marni membalasnya dengan kehangatan.
"Gak ketemu semalam aja rasanya kangen banget!" aku Marni.
"Aku juga," Galang mengurai pelukannya lalu mencium kening Marni yang membuat beberapa orang kaget.
"Aduh masa di Marni dicium-cium anak tirinya gitu?" ucap si ibu-ibu heboh.
"Teu menang kitu atuh, kan bukan anaknya. Gawat ini mah bisi kayak yang di sinetron azab!" timpal ibu menor.
"Itu bapaknya diem aja gak melarang anaknya!" ibu heboh menunjuk Bagas.
__ADS_1
Berita pernikahan Marni membuat heboh warga satu desa. Pasalnya ini adalah pernikahan paling mewah yang diadakan di kampung mereka bahkan pernikahan anak kades saja masih jauh dari ini.
Terlihat Bagas meminta MC untuk meminjamkan mic nya. Bagas, Marni, Galang juga Shabita berdiri berjejer diatas kuade.
"Sebelumnya saya akan mengumumkan sesuatu yang akan menjawab kesalahpahaman." Bagas mengawali pembicaraan.
"Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa anak saya begitu akrab dengan Marni bahkan mesra, padahal Marni istri saya atau banyak yang menyangka bahwa Galang anak tiri Marni, biar saya jelaskan." sambung Bagas.
"Perkenalkan ini anak saya dan Marni namanya Galang dan ini menantu saya namanya Shabita." Bagas memperkenalkan mereka.
"Galang adalah anak kandung saya dengan Marni. Dahulu kami sempat menikah dan tinggal di Singapura lalu bercerai karena suatu masalah." lanjut Bagas.
Semua orang nampak kaget dengan pengumuman ini. Melongo tak percaya.
"Alah ini mah pasti si Marni hamil duluan!" tuduh warga tetapi suaranya tidak sampai terdengar oleh Bagas.
"Teu nyangka pisan si Marni yang dulu na teh lugu bisa berbuat kayak gitu,"
Sekelompok ibu-ibu sedang bergibah ria. Membicarakan semua tuduhan negatif pada Marni.
"Kami menikah sebelum Galang hadir. Marni hamil setelah kami menikah 2 bulan jadi jangan ada yang menuduh istri saya tidak baik." tegas Bagas.
Kenapa Bagas sampai melakukan hal ini? Bagas tidak suka mendengar desas desus buruk tentang istrinya padahal mereka tidak tahu yang sebenarnya. Kok Bagas bisa tahu? Ada orang dibayar Bagas untuk mengetahui semua tentang istrinya di kampung. Marni sekarang sudah menjadi wanitanya, tidak ada satu orang pun yang boleh menjelekkannya.
__ADS_1
Setelah Bagas membuat pengumuman, acara dilanjut kembali.
Diantara semua orang yang ada disana yang penasaran dengan pengumuman Bagas, terselip satu orang yang tidak peduli yaitu si anak onta. Sedari tadi Amir gencar tebar pesona pada gadis-gadis yang membantu acara namun ada satu gadis berhijab sederhana yang menarik perhatian Amir. Gadis yang berjualan telor gulung. Karena acara akan diadakan selama 3 hari 3 malam dengan hiburan maka banyak yang ikut berjualan di sekitar rumah Marni termasuk gadis yang diincar Amir.
Amir rela antri bersama para bocil demi bisa dekat dengan gadis itu.
"Neng, telor gulungnya 10 ribu!" ucap Amir. Matanya hampir tidak berkedip saat berhadapan langsung dengan gadis itu. Wajahnya begitu cantik tanpa polesan make up. Teduh saat dipandang. Belum pernah ia temui gadis seperti itu selama hidupnya.
"Sebentar ya, a. Telornya belum matang!" ujar si gadis.
"Iya Neng, sampai kapan pun aa tidak akan bosan menunggu bersama bidadari bumi!" celetuk Amir. Gadis itu menoleh pada Amir lalu menunduk malu-malu.
"Neng gak bosen apa?" tanya Amir tiba-tiba.
"Bosen apa, a?" tanya balik gadis itu sambil menggulung telurnya di wajan.
"Cantiknya. Gak bosen apa tiap hari cantik terus!" timpal Amir yang sudah mesem-mesem.
Rona kemerahan muncul dipipi gadis itu yang sangat ketara karena kulitnya begitu putih.
Tanpa menjawab saja Amir sudah tahu bahwa gadis ini malu-malu meong.
"Neng, namanya siapa?" Amir yang tadinya berdiri sekarang berjongkok supaya sejajar dengan gadis itu.
__ADS_1
Kesialan menimpa Amir, ada anak kecil yang tadi membeli telor gulung balik lagi meminta saos, saking semangatnya bocil itu memencet saos sampai muncrat kena mata Amir.
"Aw periiiih!" pekik Amir sambil lompat-lompat.