Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 54


__ADS_3

Berita terkuncinya Shabita menyebar begitu cepat. Ada yang simpati ada juga yang malah mencaci.


"Ra, itu lo yang lakuin?" vanya menyenggol lengan Tiara yang terlihat melamun.


"Hah?" Tiara tidak paham.


"Kenapa sih lo?" seru Gadis.


"Iya nih, lo melamun terus dari tadi." tambah Rachel.


"Hem, gue gak papa, kok." jawab Tiara seraya minum jusnya.


"Lo takut ketauan, ya?" tanya Gadis.


"Eng-enggak." Tiara mengibas-ngibas tangannya.


"Halah ngaku aja lo. Lagian lo sih, ngerjain si anak baru gak bilang sama kita, gak asik lo maennya sendiri." timpal Vanya.


"Dah ah, Males gue bahas si karbit mulu!" Tiara beranjak dari duduknya, meninggalkan gengnya.


"Dih kenapa tuh anak?" heran Vanya.


Beberapa jam telah berlalu, kini waktunya pulang.


"Tunggu sebentar ya, aku ada meeting bentar di ruang OSIS." tutur Galang pada Shabita yang tengah membereskan buku ke tas.


"Lama gak?" tanya Shabita.


"Enggak kok, paling cuma setengah jam." Galang berdiri di samping bangku Shabita.


"Yaelah takut banget ditinggal Galang." cibir Hanin sembari terkekeh.


"Ish bukan gitu. Kalo lama kan bosen," sergah Shabita.

__ADS_1


"Tenang, nanti gue temenin sampe mbeb lo selesai!" Hanin merangkul bahu Shabita.


"Iya sama Hanin dulu aja kalo nanti kamu bosen. Aku meeting dulu ya, duo kucrut pasti udah nungguin juga." pamit Galang. Shabita mengangguk melepas Galang pergi.


"Yuks ah, gak usah sedih gitu mukanya. Gak mau banget jauh dari DOI." goda Hanin.


"Bukan gitu ih."


"Cieeee udah bucin nih ya!" seru Hanin seraya berlari keluar kelas.


"Hanin, awas ya kamu!" teriak Shabita mengejar Hanin.


Kedua gadis cantik itu memilih menunggu Galang di tribun basket, lumayan sekali cuci mata karena anak-anak basket lagi latihan.


Salah satu dari anak basket itu tidak melepas pandangannya ke arah Shabita. Menurutnya baru kali ini melihat Shabita.


Tepat 30 menit kemudian, Galang beserta sahabatnya menghampiri mereka ke tribun.


"Abit, ayo kita pulang!" ajak Galang.


"Buru-buru amat, Lang. Mau ngapain sih di rumah juga?" tanya Hanin sambil nyemil kuaci.


"Hanin, sebagai jomblo yang terhormat harusnya lo paham keinginan Galang untuk cepat pulang," sahut Kevin.


"Nimbrung aja lo!" Hanin memeletkan lidahnya pada Kevin.


"Biarin. Gatal mulut gue kalo gak gitu." timpal Kevin.


"Ribut aja lo berdua, lama-lama gue kawinin juga nih biar gue aja yang jomblo sendiri." tutur Amir.


Sementara mereka bertiga adu mulut, Galang dan Shabita memilih pulang saja.


"Malam ini jadi kan ikut aku?" Galang memastikan istrinya.

__ADS_1


"Emang mau kemana sih?" kepo Shabita.


"Ada deh." balas Galang.


Malam yang ditunggu pun tiba. Galang meminta Shabita memakai pakaian yang agak hangat karena mereka akan berada di luar ruangan.


Shabita menuruti apa yang diinginkan Galang tanpa membantah. Lantas mereka segera pergi ke tempat yang masih Galang rahasiakan.


"Taraaaa, kita udah sampe." seru Galang.


Mata Shabita celingukan mengitari sekitar yang terlihat ramai itu.


"Pasar malam?" Shabita mengulas senyumnya. Matanya berbinar seperti binar lampu yang ada di pasar malam.


"Wah, udah lama banget aku gak tempat gini." seru Shabita.


"Kamu suka?" tanya Galang.


"Suka banget." Shabita mengangguk antusias.


"Yuks kita turun!" ajak Galang.


Shabita senang bukan main. Mata indahnya langsung tertuju pada penjual cotton candy yang terlihat warna warni bukan hanya warna pink.


Galang menggenggam tangan istrinya. Tatapan keduanya saling beradu.



Lalu mereka masuk ke pasar malam tersebut setelah membeli tiket.


Galang sengaja membawa Shabita ke tempat seperti ini, bukan ke tempat mewah sebagai tempat kencan pertamanya karena di pasar malam biasanya ada berbagai macam wahana bahkan permainan yang akan membekaskan sebuah kenangan suatu saat nanti.


(Terimakasih buat temen-temen yang masih setia mengikuti kisah Galang-Shabita ☺ Jangan bosen-bosen ya hehe

__ADS_1


Nanti ikuti juga kisah lain yang akan segera rilis, judulnya "Si Tuti (Tukang Tipu)" 🤭


Draft ceritanya masih ada dalam catatan xixi)


__ADS_2