
Balapan di mulai. Sorak riuh penonton begitu ramai menyemangati dukungan masing-masing.
Persaingan sengit terjadi di arena balap. Renda dan Kevin saling salip. Keduanya sama-sama jago.
Kevin memimpin karena berhasil menyalip dibelokan. Suara deru motor sangat terdengar jelas mengisi suasana malam.
Teman-teman Kevin menunggu dengan harap-harap cemas. Shabita tidak berhenti melapalkan doa supaya Kevin menang.
Kok yang balapan Kevin sih bukan Amir?
Jawabannya adalah karena si bunga itu adalah Tiara. Kevin merasa tidak yakin kalau Amir akan menang. Hatinya merasa kasian jika nanti Tiara dibawa oleh geng Rendra. Sudah bisa ditebak apa yang akan mereka lakukan pada bunga itu.
Jarak ke garis finish sekitar 1 KM lagi, terlihat Kevin masih memimpin.
"Please, Vin. Ko harus menang!" harap Tiara. Matanya tertutup sedang mendoakan Kevin.
"Yes!" seru Shabita.
"Kevin menang!" heboh Shabita lagi.
Mata Tiara perlahan dibuka, benar saja Kevin finish duluan. Beda beberapa detik saja dengan Rendra.
Tiara belum bisa bernapas lega karena Tiara pun tidak tahu akan diapakan nanti dirinya.
Tubuh Kevin diangkat tinggi-tinggi oleh Amir dan Galang. Mereka bersorak riang gembira.
"Yeeeee Kevin menang!" teriak Amir.
__ADS_1
"Udah udah turunin gue!" sungut Kevin. Dengan tidak punya perasaannya mereka menghempaskan Kevin begitu saja, alhasil bokongnya mencium aspal.
"Anjay bokong gue!" ringis Kevin seraya berdiri.
Mereka berkumpul kembali. Rendra masih tidak terima kekalahannya.
"Jangan seneng dulu lo, hari ini cuma kebetulan aja lo menang!" sinis Rendra.
"Napa sih dari dulu lo gak pernah mau ngakuin kekalahan? Segitu rendahnya diri lo kalo kalah." timpal Amir.
"Diem lo. Kemaren lo kalah sama gue, inget itu!" Rendra menunjuk Amir.
"Yaelah baru juga sekali, udah sombong banget lo." balas Amir.
"Harusnya lo hari ini yang lawan gue bukan kunyuk itu." Rendra terlihat kesal.
"Udah udah, lo jangan ngeb*cot mulu. Mana sini uangnya!" pinta Kevin.
"Bunganya juga dong sekalian." tambah Kevin.
Tiara yang sedari tadi berdiri dibelakang Rendra ditarik kasar oleh Rendra ke hadapan Kevin. Tadinya Rendra udah senang karena bunganya begitu cantik, optimis bisa menang tapi hasilnya dia gagal.
"Nah gini kan, cakep!" Kevin menarik tangan Tiara supaya mendekat ke arahnya. Tiara tersentak kaget.
Mereka pergi dari sana dengan kemenangan. Galang sudah pasti bersama istrinya, sedangkan Tiara dibonceng Kevin. Kalau Amir sih masih solo.
Para anak remaja itu tidak langsung pulang. Mereka memutuskan mampir ke sebuah kedai yang buka 24 jam. Disana mereka akan interogasi Tiara.
__ADS_1
"Kenapa lo bisa sama Rendra?" Kevin membuka pertanyaan.
Tiara masih bingung jawab apa. Tiara juga sebenarnya belum paham.
"Hm, gue dikenalin sama Rachel, Rendra itu kakaknya Rachel." tutur Tiara sambil memainkan jari-jarinya.
"Terus lo ikut gitu aja sama Rendra?" selidik Kevin.
"Ya enggak. Awalnya gue gak sengaja jatuhin HP barunya Rachel pas pulang sekolah. Abisnya Rachel videoin gue dengan segala makiannya, gue kesel dong. Refleks tangan gue narik tangan Rachel yang akhirnya Hp baru dia pecah. Gue disuruh ganti sedangkan gue gak punya duit. Boro-boro buat ganti HP, buat makan aja gue ngutang dulu ke mbak sampai mama gajian." jelas Tiara. Gadis cantik berambut curly itu menunduk.
"Terus gue diajak kenalan sama Rendra. Katanya kalo kenal dan ikut Rendra malam ini gue bisa punya duit buat ganti HP dia. Ya tanpa mikir gue langsung setuju lah, orang gue gak punya duit. Tapi gue gak tau kalo mau diajak ke arena balap liar. Selama di jalan Rendra bilang gue hanya dijadikan bunga aja terus nanti dapet duit. Enak banget kan?" tutur Tiara. Gadis itu masih menunduk memainkan jari-jarinya.
"Astoge Tiara, lo tau gak bunga disini maksudnya apa?" tanya Kevin. Tiara menggeleng begitu pun Shabita.
"Emang apa, Vin?" kepo Shabita.
"Aku kira ya bunga atau hiasan gitu," ceplos Shabita.
"Lo itu bisa dipake sama yang menang, secara tidak langsung lo itu dijadikan bahan taruhan. Memang lo dapet duit tapi lo juga harus layani yang menang, paham gak maksud gue?" Kevin geram jadinya.
Tiara tercengang mencerna ucapan Kevin. Pemaham dia soal bunga ternyata salah.
"Gue bener-bener gak tau." lirih Tiara. Shabita mengusap lengan Tiara. Terlihat matanya berkaca-kaca.
"Makanya tadi Kevin yang gantiin Amir, gak yakin kalo si Onta ini bisa menang!" timpal Galang.
"Segitunya lo sama gue. Cuma kemaren doang ya gue kalah." sergah Amir.
__ADS_1
"Hem jadi apa sekarang lo juga akan pake gue, Vin?" tanya Tiara ragu-ragu menatap Kevin.
"Iya, gue akan pake lo. Jadi lo harus patuh sama gue!" timpal Kevin menatap Tiara yang wajahnya tegang seketika.