Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 57


__ADS_3

Acara ulang tahun sekolah tinggal tiga hari lagi. Galang dan panitia lain dibuat sibuk sampai tidak ikut belajar di kelas.


Galang melarang Shabita untuk ikut menampilkan seni Jaipong. Galang tidak rela istrinya menari lalu dilihat lekukannya oleh laki-laki lain.


Sepanjang pelajaran berlangsung, Shabita melamun melihat ke arah bangku suaminya yang kosong. Rasanya begitu sepi tidak ada Galang di kelas.


"Deuh, padahal di rumah juga ketemu terus." bisik Hanin, takut didengar guru.


"Tapi rasanya beda, Nin." keluh Shabita.


"Gini nih kalo udah terkena virus bucin, hilang dari pandangan sebentar aja berasa ditinggal ke planet lain." cibir Hanin.


Shabita mengerucutkan bibirnya. "Nanti kamu juga bakalan tau rasanya kalo punya pacar." ledek Shabita.


"Iya deh, mentang-mentang gue jomblo." Hanin memutar bola matanya.


"Ayo buruan cari pacar." goda Shabita.


"Dikira nyari pacar kaya beli bakso apa, ada dimana-mana." sahut Hanin. Shabita cekikikan berhasil cengin balik sahabatnya.


Waktu istirahat yang ditunggu pun tiba. Kedua gadis berponi itu berjalan menuju kantin. Ya, sekarang Hanin juga punya poni, katanya ketularan Shabita.


Semenjak saling mengungkapkan perasaan, Galang meminta Shabita menjauhi Rio bahkan nomor Rio diblokir oleh Galang. Suami pocecif emang si Galang ini.


Alhasil sekarang mereka jadi tidak istirahat bersama lagi. Galang melarang keras para cowok mendekati istrinya.


Selesai pesan makanan, Shabita dan Hanin duduk di meja pojok.

__ADS_1


Hap!


Sepasang telapak tangan menutupi mata Shabita dari arah belakang. Shabita tersenyum karena sudah tahu siapa orang tersebut.


"Galang!" panggil Shabita dengan lembut.


"Ih kok kamu bisa tau sih?" protea Galang. Laki-laki itu duduk disamping istrinya.


"Parfum kamu tuh beda dari yang lain." sahut Shabita.


"Deuh yang punya pasangan nempel terus." cibir Kevin dan Amir yang baru datang ke meja mereka.


"Sirik aja lo." sergah Galang.


"Sayang, tadi lama gak nunggu aku nya?" Galang beralih menatap istrinya penuh cinta.


"Sampe-sampe cewek lo planga plongo kaya orang b*go di kelas karena mbeb nya gak ada." adu Hanin.


"Bener begitu, yank?" tanya Galang.


"Ih enggak ya." sangkal Shabita.


Makanan yang dipesan Shabita dan Hanin datang.


"Kamu mau makan apa?" tanya Shabita pada Galang.


"Aku mau makan berdua aja sama kamu." balas Galang tersenyum manis membuat sahabatnya jengah.

__ADS_1


"Howeeek!" Kevin menatap jijik dua sejoli didepan nya.


"Sah gak sih kalo si Galang dikarungin?" timpal Amir.


"Jangankan dikarungin, dilemparin aja sah." sahut Hanin.


"Ih jangan dong. Kalian jahat banget sama ayang aku." Shabita mengelus-elus pipi Galang sedang Galang memasang wajah imutnya.


"Anjrit, makin enek gue sama kalian." sewot Amir.


"Makanya jangan jomblo!" balas Shabita dan Galang serempak.


Keuwuan mereka tidak berhenti. Galang dan Shabita makan siomay sepiring berdua, saling menyuapi.


Serasa dunia hanya milik berdua, mereka tidak peduli dengan pandangan tidak suka beberapa orang. Toh, tidak merugikan orang lain atau tidak berbuat asusila di depan umum. Pacaran layaknya para remaja saja.


"Pindah yuks brew, lama-lama mata gue bintitan melihat keuwuan mereka." ajak Kevin pada Amir dan Hanin.


"Jangan. Kalo mereka berduaan berarti yang ketiganya setan." tutur Amir.


"Iya depannya elo." timpal Kevin.


"Kita gak bakalan jadi setan, kan kita berlima bukan bertiga." ujar Amir.


Kevin dan Hanin menepuk jidat masing-masing sedangkan dua sejoli yang bucin tidak peduli dengan ocehan para sahabatnya. Mereka masih asyik saling menyuapi.


(Baca ceritanya si Tuti juga, yuks 😊 udah rilis 😁)

__ADS_1


__ADS_2