Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 92


__ADS_3

"Seru banget sih ngobrolnya, lagi ngegibah apa?" Galang bergabung bersama Shabita dan Tiara. Tidak lupa Kevin dan Amir pun menyusul.


Mereka berlima duduk lesehan di bawah pohon besar yang rindang.


"Eh lo tau gak kalo pohon ini ada penunggunya?" tanya Amir.


"Serius lo?" kepo Kevin.


"Serius gue. Coba lo ajak ngomong pasti ada yang jawab." ujar Amir.


"Pohon ini ada jin nya?" tanya Kevin tambah penasaran. Mata sipitnya memindai pohon besar itu.


"Iya ada. Jin nya jomblo lagi," timpal Amir.


"Kayak elo!" sewot Galang.


"Idih jin insecure kalo disamain dengan gue!" sergah Amir.


"Amir, jangan bahas begituan dong, gue takut nih. Mana gue di rumah sendiri lagi!" Tiara mengusap lengannya, takut.


"Tenang, ayang Tiara kalo takut nanti biar babang Kevin temenin." Amir menepuk tengkuk Kevin yang sedang nyemil mie lidi pedas, alhasil Kevin tersedak. Tiara memberikan minum untuk Kevin.


"Ah si Onta si*lan. Hampir aja gue mati tersedak," omel Kevin.


"Udah jangan ribut, lo kan gak mati." timpal Amir.


"Lo yang ngajak ribut kutu kebo!" sewot Kevin.


"Dih, si lendir siput, napa lo juga jadi sewot sih?"


"Ish kalian berdua bisa diem gak?" Tiara mencubit perut keduanya.


"Aw, ayang kok kamu galak banget sih? Cubitan mu kayak capit Mr, Crab." ringis Amir.


"Ini sih panas banget, jangan-jangan kulit gue melepuh!" pekik Kevin. Laki-laki itu akan menyingkap bajunya.

__ADS_1


"Eh lo mau ngapain sih?" tanya Tiara.


"Mau menunjukkan sama lo kalo kulit gue melepuh."


"Gak usah lebay," cibir Tiara.


"Idih cubitan lo itu udah kaya sengatan belut listrik tau gak?" Tiara dan Kevin saling adu mulut disaksikan oleh Galang, Shabita dan Amir. Mereka seperti menonton sebuah drama romantis benci jadi cinta sambil nyemil kuaci selasa.


"Si Kevin tuh gengsinya gede, sama kaya lo, Lang." ucap Amir.


"Kenapa jadi gue?" tanya Galang tak terima.


"Ya kan dulu lo Sebenernya udah suka sama Shabita makanya lo sering ngerjain dia, tapi lo gak berani nembak. Setelah ada si Teh aja baru lo misuh-misuh." cibir Amir.


"Ya gue bedalah, gue nembak Shabita duluan kok, iya kan Sayang?" Galang mencari persetujuan istrinya.


"Iyain aja biar cepet!" balas Shabita. Galang mencebik kesal sedangkan Shabita cekikikan.


Drama adu mulut Tiara dan Kevin selesai setelah bel masuk.


"Ayo naik!" ajak Kevin.


"Enggak, gue mau pulang sendiri aja!" tolak Tiara.


"Eh gak boleh nolak, inget lo punya hutang sama gue!" peringat Kevin.


"Ish Kevin, lo mah resek!" Tiara mengerucutkan bibirnya. Namun naik ke boncengan Kevin.


Kevin seperti punya kebiasaan baru, mengantar jemput Tiara. Kalau Tiara tidak mau maka Kevin akan mengingatkan soal bunga yang belum dipenuhi oleh Tiara.


"Pegangan, nanti lo jatuh. Udah tau badan kerempeng kayak triplek!" Kevin menarik tangan Tiara.


"Bawel banget sih lo kayak tetangga!" omel Tiara namun dituruti. Motor Kevin melesat meninggalkan area sekolah.


"Si*lan si Tiara, sekarang dia malah deketin crush gue lagi!" umpat Gadis.

__ADS_1


"Gak bisa didiemin ini, Dis. Si Tiara udah terang-terangan ngerebut Kevin dari lo." Vanya memprovokasi.


"Awas aja lo, anak koruptor. Gue gak akan membiarkan hidup lo tenang." Gadis mengepalkan tangannya.


"Besok kita kasih dia pelajaran!" tambah Rachel.


"Gue juga masih kesel, kenapa dia bisa lolos dari abang gue." tambah Rachel.


"Gue punya rencana guys, supaya si Tiara jauh dari gengnya Galang." ketiga gadis itu saling berbisik membahas rencana untuk Tiara.


...***************...


Di rumah mewah milik Bagas, para wanita sedang sibuk di dapur. Shabita ikut memasak bersama Marni.


"Ma, aku sebenarnya suka masak cuma pas mood aku bagus aja." tangan Shabita memotong wortel untuk sop.


"Iya gak papa, masaknya sesekali aja." Marni memasukan buntut sapi ke dalam panci yang airnya sudah mendidih. Mereka akan memasak sop buntut kesukaan Bagas.


"Sayang, lagi ngapain?" Galang tiba-tiba memeluk istrinya dari belakang.


"Lagi ngejemur baju." balas Shabita.


"Ish ditanya suami malah jawab bohong, dosa loh!" Galang makin mempererat pelukannya.


"Lepasin ih, malu sama mama." pinta Shabita.


"Idih, mama aja gak mau punya anak kaya aku, iya kan ma?" Galang menoleh ke Marni yang sedang meracik bumbu.


"Iya, mama bangga punya anak seperti mu!" ucap Marni.


"Ish harusnya mama gak boleh bangga punya anak badung kaya Galang. Dia itu suka bolos sekolah tau, ma." adu Shabita.


"Sayang, kapan ya aku bolos?" Galang menggigit pipi istrinya yang menggemaskan.


"Mama, Galang nih KDRT sama aku!" Shabita mengusap pipinya yang terdapat air liur Galang. Sang suami malah tertawa melihat Shabita misuh-misuh. Marni sudah pasti bahagia dengan semua ini.

__ADS_1


__ADS_2