
Isi kotak tersebut adalah sandwich salmon kesukaan Galang. Diatas rotinya Shabita membuat gambar senyum menggunakan saos. Galang tersenyum tipis melihatnya.
Galang meletakkan kembali kotaknya kemudian berjalan ke arah istrinya yang sedang terlelap.
"Makanya jangan bikin orang cemburu!" gerutu Galang pelan, takut membangunkan Shabita. Galang menggendong istrinya ala bridal menuju ranjang.
"Coba kalo tiap hari kalem dan nurut kayak gini, aku pasti gak bakalan ketus lagi." ucap Galang sembari menyelimuti tubuh istrinya sampai dada.
Kruyuk!
Cacing diperut Galang sedang bernyanyi riang gembira meminta asupan makanan.
"Dih nih cacing resek banget sih, ganggu orang mau romantis aja!" dumel Galang memegang perutnya.
Galang lantas memakan sandwich yang dibuat oleh istrinya. Dia makan sangat lahap sampai saosnya belepotan dibibir.
"Kalo istri yang buat rasanya beda ya, kaya ada rasa cinta-cintanya gitu!" celetuk Galang dengan bibir tersenyum. Padahal istrinya belum bilang cinta.
Sandwich Galang tandas tanpa sisa. Sudah dapat dipastikan dia akan ketagihan.
Kemudian Galang menuju dapur untuk mengambil minum juga cuci tangan. Setelahnya dia kembali ke kamar.
__ADS_1
Galang naik ke atas ranjang. Karena baru selesai makan, Galang tidak lantas tidur. Tubuhnya dia sandarkan di headbord. Galang takut perutnya buncit kalau sehabis makan langsung tidur. Padahal itu adalah nikmat yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Yo siapa yang setelah makan suka tidur? Kalo ada kita sama haha.
Galang memandangi wajah cantik istrinya. Poni istrinya dia sampirkan.
Cup!
Entah ada setan yang lewat dari arah mana yang hinggap ditubuh Galang sehingga dia berani mencium kening istrinya.
"Jangan bikin aku cemburu terus ya." ucap Galang setelah selesai memberikan kasih sayang pada istrinya.
Gimana Shabita mau nurut orang dia lagi mimpi ketemu Park Solomon disana. Hadeuuh Galang!
Mata Galang perlahan mengantuk. Sudah tidak bisa ditahan lagi. Perut yang kenyang membantunya untuk cepat terlelap.
...****************...
Di sebuah club malam, ada dua orang yang sedang berbincang di VIP Room. Mereka adalah laki-laki dan perempuan murid SMA Samudera.
"Di malam puncak perayaan ulang tahun nanti lo harus berhasil bikin videonya." ucap si cewek.
__ADS_1
"Lo tenang aja. Gue udah prepare rencana kita supaya gak gagal. Gue pasti jamin setelah itu si Galang akan ninggalin dia." sahut si cowok yakin.
"Ck, awas kalo sampe lo gagal. Males banget gue jadi model situs link lo terus."
"Tapi lo juga puas kan?" si cowok menyeringaikan bibirnya.
"Kalo gue bilang gak puas itu munafik sih tapi sedari dulu gue penasaran sama Galang. Susah banget buat gue dapetin dia. Licin kaya belutnya!" keluh si cewek.
"Udah lo tenang aja. Setelah acara itu kita pasti akan dapetin apa yang kita mau, lo dapet Galang, gue dapet Shabita." si cowok mengusap-usap paha si cewek yang terpampang jelas.
"Harus berhasil pokoknya. Kalo itu gak berhasil, kita lakuin rencana B." si cewek menyesap rokok ditangannya.
"Siap honey. Lo percaya aja sama gue!" tangan si cowok semakin bergerak nakal.
"Ish. Gue lagi males." tolak si cewek.
"Satu video aja!" ajak si cowok.
"No, ini udah jam 2. Gue harus cepet pulang sebelum nyokap sadar gue gak ada di kamar." cewek itu mengusak puntung rokoknya ke asbak lalu mengambil tasnya kemudian pergi meninggalkan si cowok.
"Tak apa lo nolak gue. Video lo udah banyak di gue!" cowok itu tertawa.
__ADS_1