Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 52


__ADS_3

Dewi fortuna seakan berpihak pada Shabita. Diluar toilet tampak Kepala Sekolah sedang berbincang dengan orang maintenance.


"Ini diperbaiki apanya ya, pak?" tanya kepsek setelah memanggil orang maintenance itu.


"Kurang tau saya, pak. Gak ada laporannya." jelas orang maintenance.


"Saya tadi berusaha buka tapi susah, coba dibuka dulu, pak." titah Pak kepsek.


Ketika mereka sedang berusaha membuka pintu, samar-samar terdengar orang yang meminta tolong dari dalam.


"Cari kunci cadangan toilet ini!" ucap kepsek.


Orang maintenance tadi menelpon temannya untuk membawakan kunci cadangan.


Beberapa menit kemudian datang orang orang maintenance lagi namun kunci yang diminta ternyata tidak ada. Dengan sangat terpaksa mereka mendobrak pintu toilet.


Shabita yang mendengar itu langsung meminta tolong lagi. Akhirnya pintu bilik yang dipakai Shabita berhasil dibuka.


"Kamu gak papa?" tanya kepsek yang melihat Shabita menangis.


"Saya gak papa, pak." Shabita mengangguk.


"Ayo lebih baik ikut bapak ke UKS." ajak kepsek.


Shabita menurut mengikuti pak Kepsek ke UKS. Di dalam sana Shabita sudah panik karena tidak bisa membuka pintunya. Pikirannya mengingat kejadian-kejadian di film yang terkunci di toilet sampai larut malam kemudian ada hantu. Shabita juga sempat beberapa kali berusaha untuk memanjat tetapi tidak berhasil.

__ADS_1


"Kamu dari kelas mana?" tanya kepsek sambil berjalan beriringan dengan Shabita.


"Dari kelas 11 IPS 1, pak." jawab Shabita sopan.


"Kenapa kamu bisa sampai terkunci disana?"


Shabita menjelaskan semuanya tanpa dilebihkan atau dikurangi.


"Lebih baik kamu istirahat dulu disini. Bapak liat tangan kamu terdapat baret, coba minta diobati sama dokter volunteer yang bertugas hari ini." pak kepsek mengantar Shabita sampai ruang UKS. Dokter volunteer yang disana dengan sigap membantu Shabita untuk ke salah satu brankar.


"Pak, terimakasih udah nolong saya." kata Shabita.


"Sama-sama. Itu sudah menjadi tanggungjawab bapak juga untuk menjaga semua murid disini. Bapak juga berencana akan memasang CCTV disana supaya kejadian ini tidak terulang lagi." tutur pak Kepsek.


Setelah dirasa Shabita aman, pak Kepsek kembali ke ruangannya.


Di grup itu memberitahukan bahwa ada siswi yang terkunci di toilet dan sekarang dibawa ke UKS. Pikiran Galang langsung tertuju pada Shabita. Tanpa pikir panjang, Galang langsung meminta izin pada pak Toto untuk pergi ke UKS, memastikan siapa siswi itu.


Galang akhirnya berhasil mendapat izin dari pak Toto kendati diberondong pertanyaan.


Sesampainya di ruang UKS, Galang tidak melihat siapa pun, hanya dua brankar yang tirainya tertutup, sepertinya dokter volunteer sedang pergi.


Srek!


Galang membuka tirai brankar yang tepat yaitu brankar sang istri. Mata Shabita langsung terbuka mendengar tirainya dibuka. Dilihatnya Galang menatap cemas padanya lalu Shabita duduk.

__ADS_1


"Kamu gak papa?" Galang memeriksa wajah istrinya. Kekhawatiran begitu jelas diwajah Galang.


"aku gak papa, kok. Cuma lecet-lecet aja dikit soalnya tadi berusaha manjat dinding." jelas Shabita.


"Syukurlah kamu baik-baik aja." Galang membawa Shabita ke dalam pelukannya.


"Eh!" kaget Shabita


"Aku khawatir banget sama kamu. Aku takut kamu kenapa-kenapa." ungkap Galang seraya mengusap punggung istrinya.


Jantung Shabita berirama tak beraturan. Ada rasa nyaman juga disana.


"Nanti kalo kamu mau ke toilet lagi biar aku yang antar." ucap Galang.


"Ish gak mau ah." tolak Shabita seraya mengurai pelukannya.


"Kenapa gak mau? Aku sebagai suami harus bisa menjaga kamu." Galang menatap istrinya.


"Tapi gak mesti kamu juga yang nganter, lain kali aku gak akan kesana lagi deh." Shabita mencebikkan bibirnya. Masa iya ke toilet aja harus diantar, kan gak mungkin.


"Eh gak boleh ngebantah ucapan suami. Sebagai istri kamu harus nurut sama aku." Galang mencubit gemas pipi Shabita.


Srek!


Tirai sebelah brankar Shabita terbuka. Mata mereka sontak melihat ke arah itu.

__ADS_1


"Jadi? Kalian?" ucap wanita itu seperti tidak percaya.


__ADS_2