
"Heran, susah banget mau romantis-romantis." dumel Galang kesal. Shabita masih terlihat cekikikan.
"Dah lah, aku mau tidur aja." Galang membelakangi istrinya. Bibirnya cemberut.
"Dih ambekan banget sih." Shabita menoel-noel punggung suaminya.
"Biarin." dumel Galang.
"Ya udah deh, kalo ngambek gitu aku nya gak jadi cinta sama kamu." ancam Shabita.
Mendengar itu Galang langsung membalikkan badannya menghadap Shabita lagi.
"Kamu bilang apa barusan?" tanya Galang.
"Bilang apa. Aku gak bilang apa-apa, kok." sangkal Shabita.
"Jangan bohong. Mau sampe kapan kaya gini terus?" geram Galang.
"Sampe kamu gak marah-marah terus sama aku." sahut Shabita.
"Kapan aku marah-marah sama kamu?"
"Barusan." sergah Shabita.
"Ya abisnya kamu malah gigit telunjuk ku. Mana sakit lagi." dumel Galang.
"Tuh kan marah-marah mulu kaya emak-emak kurang duit belanja." ledek Shabita.
__ADS_1
"Aku gak marah cuma kesel aja." Galang mencebikkan bibirnya.
Shabita tersenyum melihat suaminya seperti itu. Sejujurnya Shabita sudah mencintai Galang. Perasaannya baru disadari ketika melihat Galang dekat dengan wanita lain juga Shabita merasa nyaman dekat dengan Galang. Untuk mengungkapkannya Shabita masih ragu-ragu tetapi kini Shabita tidak akan menutupinya lagi. Toh, Galang sudah mengutarakan perasaannya, kan.
"Duh suami ku gemesin banget sih kalo lagi marah." Shabita mencubit hidung mancung Galang.
"Tuh kebiasaan deh." protes Galang.
"Udah dong jangan cemberut lagi suami ku, ci-cinta ku." goda Shabita ragu-ragu. Pipinya sudah tampak merona.
"Eh barusan apa?" Galang mengarahkan telinganya ke wajah Shabita. Bibirnya menyunggingkan senyum.
"Ci-cinta ku!" Shabita menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Malu rasanya.
Hati Galang bersorak gembira. Artinya cintanya pun berbalas.
"Dih malu-malu tikus gitu." Galang terkekeh. Shabita membuka tanganya.
Galang terulur mengusap wajah istrinya.
"Mulai sekarang, kita jalani hubungan ini dengan saling mencintai, ya. Jangan ada lagi yang ditutup-tutupi. Jangan lagi gengsi untuk saling mengakui. Aku sayang sama kamu, Shabita." ungkap Galang tulus.
Mata Shabita berkaca-kaca menatap suaminya.
"Aku juga sayang sama kamu, Galang." balas Shabita.
Mereka saling melempar senyum bahagia. Galang sudah lepas dari status jombinya, begitu pun Shabita. Kendati pernah mencintai seseorang kala di Bandung namun tidak sampai pacaran. Bagi keduanya ini adalah pengalaman pertama.
__ADS_1
"Love you Shabita Putri Yudha." ucap Galang.
"Love you too Galang Bagaskhara." balas Shabita.
Galang mendekap tubuh istrinya hingga mereka sama-sama tertidur.
...****************...
"Kenapa sih lo, panggil gue kesini?" gerutu seorang siswi.
"Kemaren perbuatan lo, kan?" tanya si cowok.
Mereka sedang berbincang di belakang sekolah dekat gudang.
"Gak usah nanya kalo lo tau jawabannya."
"Awas lo kalo sampe buat tubuh Shabita lecet." peringat si cowok.
"Dih lebay banget, lo. Cuma gue kunci di toilet doang gak bakalan tuh bikin badannya babak belur." kesal si cewek.
"Ya siapa tau aja, lo nekad."
"Udah lo jangan banyak BCT, gimana soal sponsor itu?"
"Gagal gue. Tim nya Galang berhasil bujuk Papa buat lanjutin dukung mereka." keluh si cowok.
"Lagian lo ada-ada sih pake acara mau gagalin acara ulang tahun sekolah segala." si cewek tersenyum sinis.
__ADS_1
"Ya gue cuma iseng aja sih, pengen liat si Galang kebakaran jenggot." ledek cowok berkacamata.
"Awa lo berani macam-macam lagi sama ayang gue, gue abisin juga si Shabita." ancam si cewek lalu pergi menuju meninggalkan cowok berkacamata.