Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 70


__ADS_3

Brukkkk!


Galang berhasil mendobrak pintu salah satu unit apartemen.Galang mengedarkan pandangannya ke setiap sudut apartemen itu. Dilihatnya ada kamar yang tertutup rapat. Tanpa berpikir lagi, langkah Galang segera menuju kesana.


Ceklek!


Devan yang akan membuka kancing kebaya Shabita dibuat terbelalak melihat kedatangan Galang yang nampak emosi.


"Br*ngsek!"


Galang menarik Devan yang sedang berada diatas ranjang. Tangan kekarnya menghantam setiap inci wajah Devan.


Bugh Bugh Bugh


Galang menghajar Devan secara bertubi-tubi tanpa ampun. Darah segar sudah terlihat mengucur dari hidung juga sudut bibir Devan, badannya sudah terkapar.


"Lang, Stop! Dia bisa mati." Kevin berusaha menenangkan Galang yang bagai orang kerasukan.


Emosi Galang semakin memuncak tatkala melihat Devan tersenyum mengejeknya.


"Cuih!" Devan meludah mengejek Galang. Badannya sudah terkapar pun Devan masih sempat-sempatnya seperti itu.


"Sudah, Lang, tenang! Lebih baik lo samperin Shabita." ucap Kevin menepuk bahu Galang.


Galang melihat istrinya terbaring tidak berdaya diatas ranjang. Wajah istrinya sudah kusut dengan air mata.

__ADS_1


"Sayang!" Galang merangkul Shabita ke dalam pelukannya.


"Hiks hiks hiks!" isak Shabita. Tubuhnya masih belum bisa digerakan.


Galang heran kenapa istrinya seolah tidak bisa bergerak.


"Badan aku gak bisa digerakin, hiks hiks hiks." adu Shabita pada suaminya.


"Lang, sebaiknya kamu bawa Shabita ke rumah sakit. Si Devan biar kita yang urus, gue juga udah lapor polisi supaya segera kesini." tutur Tiara.


Devan sudah diikat kaki dan tangannya oleh Kevin menggunakan sebuah selendang yang ditemukannya sembarang.


Galang memboyong tubuh Shabita dari ranjang namun langkahnya berhenti kala melihat satu dinding yang tertutup gorden padahal itu bukan jendela.


Mereka semua dibuat tercengang dengan melihat apa yang ada disana. Pada didinding itu terdapat banyak foto-foto Shabita berbagai macam pose bahkan ketika Shabita Dihalaman rumah Galang pun ada.


"Br*ngsek!" umpat Galang. Kakinya kembali menendang Devan sangat kencang. Shabita meringis dalam pangkuan Galang.


"Udah, Lang. Biar polisi nanti yang urus si curut ini!" lerai Kevin. Galang mengangguk lalu membawa Shabita ke rumah sakit.


"Sayang, sabar ya. Sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit." Galang mengusap kepala Shabita.


Wanita berponi itu sudah bisa bernapas lega. Setidaknya sekarang dia sudah bersama Galang.


"Ada yang sakit?" tanya Galang khawatir.

__ADS_1


"Gak ada cuma badan aku kaku banget buat gerak." jujur Shabita.


"Sabar ya, sayang. Kamu pasti kuat." Galang tidak melepaskan genggaman tangannya padahal sedang menyetir.


"Aku gak papa, kok. Kamu fokus nyetir aja." Shabita berusaha menenangkan Galang.


"Aku bisa, kok, nyetir sambil gini. Gak akan pernah aku lepasin tangan kamu sedetik pun." Galang mengecup punggung tangan Shabita yang terasa dingin.


"Dih, lebay. Masa aku mau buang air kamu pegangin aku terus?!"


"Iya gak papa, kamu bebas melakukan apa aja asal aku selalu ada bersama mu." ungkap Galang.


Sementara disisi lain, seorang wanita berkali-kali menghubungi Devan namun tidak bisa.


"Ah si*l, kemana sih nih orang?" gerutu orang itu.


Wajahnya sudah tidak tenang kala tahu bahwa Galang dan Kevin juga Tiara sedang mencari Shabita.


"Ayo dong, angkat. Gue gak mau rencana yang udah gue susun lama berantakan." cerocos wanita itu. Saat ini dia sedang berada di roof top jadi bisa dipastikan aman dari penguping.


"Aish, gak diangkat juga!" geram wanita itu. Devan belum juga memberi jawaban.


"Oke, tenang. Gue harus tenang supaya mereka tidak curiga dan gue harus memastikan kalo si Devan tidak akan buka mulut." wanita itu mengatur napasnya yang mulai panik.


(Episode² sekarang akan mengungkap semua konflik jadi keuwuan Galang-Shabita akan diskip dulu 😁 ikuti terus kisah mereka, ya. Harus Nuhun 🤩🤩🤩)

__ADS_1


__ADS_2