Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 93


__ADS_3

Sesuai apa yang telah direncanakan oleh geng Vanya, yaitu untuk membuat Tiara menjauh dari geng Galang. Sayang sekali rencana mereka di ketahui oleh pangeran berkuda poni milik Tiara. Ya, anggap saja sudah milik sendiri.


Kevin mengancam akan melaporkan mereka ke BK kalau berani macam-macam dengan Tiara.


Vanya and the geng berencana untuk meneror Shabita yang seolah-olah dilakukan oleh Tiara. Bodohnya mereka merencanakan itu semua di taman belakang, nah kebetulan pangeran berkuda poni Tiara sedang ngaso sendirian dibalik pohon yang tidak kelihatan oleh mereka. Begitulah kegagalan itu terjadi. Takut juga kalau Kevin sampai mengancam.


"Makin besar kepala aja si Tiara karena udah punya dekengan bebeb gue!" ucap Gadis kesal setelah Kevin menjauh.


"Tenang, nanti kita buat perhitungan lagi. Sekarang kita nurut dulu aja sama Kevin," saran Vanya.


"Kalo gak inget dia crush gue, udah gue gaplok dah tuh cowok. Pedes juga kalo ngomong," keluh Gadis.


"Udah, jeep Calm, ladies!" ujar Rachel.


"Woy, tadi gue liat ada kun kun diatas pohon!" teriak Kevin dari kejauhan.


"Arghhhhhh!" ketiganya berlari ketakutan, padahal gak ada apa-apa.


...***************...


Ujian kenaikan kelas telah di mulai yang akan berlangsung selama 6 hari. Selama ujian pula, kelima remaja itu akan melakukan belajar bersama sepulang sekolah. Mulai di rumah Galang, Kevin, Amir, hingga taman. Mereka harus dapat nilai bagus supaya bisa naik kelas.


Galang, Kevin dan Amir yang tadinya tidak pernah belajar ketika ujian, sekarang mau tidak mau harus belajar.


"Alhamdulillah, akhirnya selesai juga ujiannya!" ucap Shabita.


"Selama seminggu ini otak gue kaya ada gunung apinya!" seloroh Kevin.

__ADS_1


"Gue lihat sih udah jadi kawah lahar panas," timpal Amir.


"Seumur-umur baru kali ini gue belajar pas ujian," aku Kevin.


"Kalo gue sih karena anak rajin ya belajar terus," sahut Amir.


"Belajar nyontek lo?!" tukas Galang.


"Ya iyalah, nyontek juga harus belajar biar gak ketauan." Amir tertawa bangga.


Kelima anak remaja itu sedang duduk santai di sebuah cafe.


"Tapi kok kalian bisa ya naik kelas?" heran Shabita.


"Sebenernya kita itu pinter cuma ya b*go aja!" jawab Amir.


"Kalo berarti gak b*go!" balas Kevin.


"Anjay mulut lo kalo mangap suka bener!" mereka tertawa.


"Eh nanti kalian ikut ya pas bokap gue kawin!" pinta Galang.


"Kagak lah, masa bokap lo kawin kita ikut-ikutan. Kasian bokap lo nanti gak kebagian jatah." tukas Amir.


"Bukan itu maksud gue," Galang melemparkan sedotan ke wajah Amir yang tepat sasaran, kena hidung mancung Amir.


"Iya gue tau maksud lo, kalo gue ini ganteng!" ucap Amir percaya diri dengan mengibas-ngibas rambutnya.

__ADS_1


"Dih, Najong. Sok kecakepan lo, muka lo burik gitu!" cibir Kevin.


"Udah, Vin. Jangan menyalahkan diri sendiri." timpal Amir.


"Gue emang cakep, iya gak, Ra?" Kevin mengedipkan satu matanya ke Tiara. Seketika pipi Tiara memerah.


"Wanjay, pipi Tiara langsung kaya Mr. Crab di rebus!" ledek Galang. Tiara memegang pipinya salah tingkah.


"Sayang, gak boleh gitu!" tegur Tiara.


"Ini gue pake blush on ya," sangkal Tiara gelagapan pura-pura minum.


"Tapi kalo iya juga gak papa kok, Ra!" goda Shabita.


"Apaan sih kalian?" Tiara makin salah tingkah, sedangkan Kevin malah ikut gencar menggodanya.


...****************...


Hari ini adalah hari terakhir sekolah sebelum libur.


"Hem, guys ada yang mau gue sampein ke kalian." ujar Tiara. Semua mata menuju ke Tiara.


"Apaan sih?" kepo Amir.


Mereka berlima ini selalu berkumpul, sekarang di tribun basket.


"Gue mau pindah ke singapura!" ucap Tiara sendu.

__ADS_1


Uhuk Uhuk Uhuk!


Kevin tersedak salivanya sendiri.


__ADS_2