
Siang telah berganti malam. Sepasang suami istri yang umurnya masih muda terlihat sedang duduk santai di ruang TV.
Shabita menyenderkan kepalanya di lengan sang suami yang dirangkulkan ke bahunya. Tangannya memegang toples yang berisi cemilan. Sedari tadi mulut Shabita tidak berhenti mengunyah padahal sudah makan malam.
"Jangan nyemil terus nanti gendut." peringat Galang.
"Emangnya kenapa kalo aku gendut?" tanya Shabita sambil mengunyah.
"Ya gak kenapa-napa sih." balas Galang menatap istrinya.
"Iya deh tau kalo aku gendut nanti aku nya jadi jelek terus kamu gak cinta lagi sama aku. Terus nanti kamu nyari lagi yang sexy juga langsing." cerocos Shabita.
"Nyerocos terus kayak petasan!" ledek Galang. Tanganya mendekap gemas Shabita.
"Ish apaan sih? Tadi bilang aku gendut, sekarang bilang aku kayak petasan." omel Shabita dengan bibir cemberut.
"Bukan gitu, sayang." Galang gelagapan.
"Terus gimana Hah?" Shabita membalikkan badan, memunggungi Galang.
"Kamu tetep cantik kok, mau gendut atau pun langsing." rayu Galang.
"Halah gombal. Sekarang aja bisa bilang gitu, gak papa gendut juga kan masih cantik tapi giliran liat yang langsing aja matanya jelalatan, dasar cowok." sindir Shabita.
"Fenomena laki-laki zaman sekarang sih, banyak yang melarang istrinya untuk tidak pake make up atau jangan menor-menor lah tapi giliran liat yang bening karena make up aja tuh mata gak ngedip." tambah Shabita lagi.
"Eh aku gak pernah ya larang kamu pake make up." sergah Galang.
"Iya gak pernah tapi selalu ngomel kalo aku pake celana pendek, giliran liat yang sexy aja kamu nengok." timpal Shabita.
__ADS_1
"Sayang, aku cuma gak mau tubuh istri ku diliat laki-laki lain. Inget kamu itu milik ku, jadi cuma aku yang bisa liat tubuh mu itu. Ya walaupun sampai sekarang aku juga belum pernah liat, sih." ungkap Galang seraya mengusap tengkuknya yang meremang.
Shabita berbalik menghadap Galang. Diliatnya wajah Galang yang gelisah, salah tingkah.
"Tapi kamu pernah ya liat aku cuma pake baju renang sama pake handuk doang." ucap Shabita mengingatkan Galang.
"Itu beda lagi, sayang. Masih ada kain yang menghalangi." sangkal Galang.
"Ya terus yang kaya gimana?" tanya Shabita dengan polosnya.
"Hem, tuh kaya yang di tv." tunjuk Galang.
Mata Shabita melotot sejenak lalu berlari meninggalkan Galang.
"Iiiiiiiiiihhhhh dasar Galang mesum." teriak Shabita dari arah tangga.
Film yang mereka putar secara random ternyata bukan film bocil.
Galang mematikan tv nya dan berjalan menuju kamar.
Ceklek!
Galang melihat istrinya bersemayam dibawah selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.
Perlahan, Galang duduk di ranjang tempatnya tidur. Galang tahu kalau Shabita belum lah tidur. Laki-laki berparas rupawan itu menghembuskan napas kasar.
"Aku tau kamu belum siap. Aku pun gak akan maksa kamu, terserah kamu. Tapi sebagai laki-laki normal aku pun punya rasa ingin. Cukup aku yang merasa tersiksa, tidur seranjang dengan istri tapi gak bisa aku apa-apain." ungkap Galang menatap nanar istrinya yang bersembunyi dibalik selimut.
"Itu juga kewajiban kamu sebagai istri untuk melayani ku, memberikan hak ku. Ah ya sudahlah gak papa, toh aku juga bisa jajan diluar kalo emang udah gak bisa nahan." tutur Galang.
__ADS_1
"Maksudnya apa jajan di luar?" Shabita menyingkapkan selimutnya lalu duduk berhadapan dengan Galang.
"Ya jajan." Galang memalingkan wajahnya. Istrinya sudah terlihat kesal.
"Jajan apa?" sewot Shabita.
"Jajan ceweklah." ceplos Galang. Tanganya segera menutup mulut, bisa-bisanya keceplosan seperti itu.
"Apa kamu bilang?" geram Shabita yang kesal.
Galang tampak salah tingkah namun Galang harus bersikap tegas pada istrinya, tidak boleh terlihat seperti suami takut istri.
"Ya kan kamu nya juga gak mau." balas Galang.
"Ish bukan gak mau..."
"Oh jadi Sebenernya mau nih?" goda Galang mendekati istrinya.
"Aku belum siap hamil ih." Shabita memalingkan wajahnya.
"Ah kalo itu kamu tenang aja. Aman kok." Galang menaikturunkan alisnya.
"Yuks!" ajak Galang.
"Enggak." tolak Shabita.
"Ah pokoknya harus mau." seru Galang langsung menarik tubuh istrinya.
"Ih dasar Galang mesum." ronta Shabita yang sudah dibawah kendali Galang.
__ADS_1