Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 81


__ADS_3

"Sayang, gimana rencana kita buat jodohin papa itu?" tanya Shabita.


Saat ini mereka tengah bersantai di balkon kamar menikmati udara malam dihiasi bintang-bintang.


"Emang kamu udah ada ceweknya?" Galang menarik istrinya dalam dekapan. Selonjoran berdua di kursi panjang.


"Belum sih, heheh." cicit Shabita.


"Aku sih setuju sayang, asal baik aja ceweknya."


"Hem, Sebenernya aku pernah mergoki papa dan mbak lagi ngobrol berdua kayak yang serius gitu malam-malam. Tapi aku gak tau mereka lagi ngomongin apa, mbak Marni kayak yang sedih gitu mukanya." tutur Shabita.


Galang menautkan alisnya. "Kapan itu?"


"Pas papa sakit deh kalo gak salah." ucap Shabita ragu.


"Ya mungkin mereka lagi ngomongin hal lain kali," Galang menutup matanya. Mendekap istrinya sangatlah nyaman.


"Tapi apa kamu gak curiga?" kepo Shabita lagi.


"Curiga apa?" Galang masih nyaman menikmati posisi mereka, enggan untuk membuka mata. Tangannya mengusap lembut rambut Shabita yang tergerai.


"Ya mereka ada hubungan mungkin," sangka Shabita.


"Ngaco. Mana ada. Udah ah nanti kita pikirin lagi soal jodoh papa." Galang beralih mendusel leher istrinya.


Sedang enak-enaknya menikmati waktu berdua, ada saja gangguan. Kali ini datang dari Kevin. Si Chindo menelpon, mengabarkan bahwa Amir akan balapan lawan Rendra.


"Ah dasar si Onta, udah tau lagi dihukum sama baba nya masih aja mau balapan!" omel Galang.


"Makanya buruan kita susul tuh ****** satu. Bener-bener gak bisa diurus hidupnya," gerutu Kevin disebrang sana.

__ADS_1


"Ya udah kita susul kesana. Sharelock ke gue!" Galang mematikan telponnya.


"Kenapa sayang?" tanya Shabita yang melihat Galang kesal.


"Aku harus nyusul si anak Onta, sayang. Kamu tidur duluan aja, ya." Galang masuk ke kamar disusul oleh Shabita.


"Kemana?"


"Si Onta mau balapan liar sama Rendra," Galang masuk ke walk in closet mencari kagetnya.


"Aku ikut!"


Galang menoleh pada istrinya yang sudah memasang wajah gemas. Hembusan napas kasar pun keluar.


"Ya udah!" pasrah Galang.


"Yes!" seru Shabita kegirangan.


Tak butuh waktu lama untuk Galang sampai disana. Kevin sudah bersama Amir. Keduanya sama-sama membawa motor sport kesayangan mereka.


"Lang, lo kok bawa mobil sih?" tegur Kevin.


"Noh!" Galang menunjuk dengan dagunya ke arah Shabita yang baru keluar dari mobil.


"Anjay, lo ke tempat beginian bawa istri?" ledek Amir.


"Ya mau gimana lagi," sahut Galang pasrah daripada istrinya merajuk.


"Sayang, disini rame ya!" celetuk Shabita. Matanya memindai sekeliling yang ramai sekali padahal sudah mau tengah malam.


"Kalo sepi di kuburan!" timpal Kevin.

__ADS_1


"Ya udah kamu aja yang kesana!" balas Shabita. Tangannya posesif memegang Galang karena disana banyak cewek cantik nan sexy. Ada untungnya dia ikut.


Galang dan Kevin tadinya akan marah pada Amir tapi sampai lokasi kesalnya menguap kebawa angin malam.


Amir bilang, Rendra terus merendahkan mereka bahkan bawa-bawa sekolah segala. Sebagai laki-laki, Amir tidak mau harga dirinya direndahkan makanya menerima tantangan Rendra.


"Eh betewe, lo sama si Rendra pake taruhan gak?" kepo Kevin.


"Ya pake lah, kayak biasa. Tapi kata si Rendra nanti ada bunganya juga." jelas Amir.


"Serius lo?" heboh Kevin.


"Gak tau gue!" Amir mulai memakai sarung tangannya.


"Lo harus menang, kalo bunganya cantik bisa kita ajak kencan!" Kevin memijit pundak Amir, memberi semangat.


Dari arah lain datang Rendra beserta teman-temannya. Motor mereka diparkirkan bersebrangan dengan geng Galang.


"Widihh ada cunguk, udah siap kalah lo?" Rendra datang dengan sikap congkaknya.


Sebelumnya Amir pernah balapan dengan Rendra tapi kalah makanya dia sangat meremehkan Amir. Biasanya Amir yang selalu menang, waktu itu hanya lagi sial saja makanya kalah.


"Diem lo siput spongebob!" sergah Kevin. Amir masih santai. Tidak boleh terpancing kata-kata Rendra.


"hahaha, mana mungkin lo menang!" ledek Rendra.


"Jangan songong dulu lo." timpal Kevin. Rendra hanya menjentikkan jarinya.


"Guys, bawa bunga yang akan kita pertaruhkan malam ini!" titah Rendra pada temannya.


Dari balik kerumunan geng Rendra, muncul seorang wanita cantik yang membuat Shabita, Galang dan duo kucrut melongo.

__ADS_1


__ADS_2