Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 78


__ADS_3

Malam hari tiba. Shabita memutuskan untuk menginap disana semalam, lusa sudah masuk sekolah lagi.


"Kakak, kakak ganteng mana?" Tania celingukan mencari Galang yang tidak datang ke meja makan bersama.


"Bentar lagi turun!" balas Shabita.


"Wah aku makan bakalan semangat dong soalnya ada kakak ganteng." heboh Tania.


"Heh masih bocil juga," Shabita mencubit hidung Tania yang duduknya sebelahan.


"Ish nanti hidung aku pesek," Tania mencebikkan bibirnya.


"Mana ada pesek, yang ada nanti hidung kamu kaya pinokio." ledek Shabita.


Otak Tania yang encer seencer sabun cair langsung mencerna. Gadis kecil itu memegang hidungnya takut tambah panjang.


"Ih gak mau, nanti Tania jelek. Kalo Tania jelek nanti kakak ganteng gak cinta sama Tania." raung Tania.


"Kamu ini, hobi banget godain Tania." tegur Yunita yang baru selesai masak.


"Nih bocil udah genit-genit, tan." adu Shabita.

__ADS_1


"Enggak ya," sewot Tania melotot. Kedua gadis itu saling melotot tapi menggemaskan.


"Awas sayang matanya lompat!" Galang yang baru datang mengusap wajah istrinya.


"Waaaahhh kakak makin ganteng aja." puji Tania pada Galang. Yunita hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.


"Heh bocil berani-beraninya muji cowok, kakak!" Shabita menghadap Tania dengan tatapan sinis. Tania tidak takut.


Tidak ada kebencian diantara mereka. Lewat hal seperti itu mereka saling memberi kasih sayang.


"Udah udah, ayo makan dulu. Gelut nya nanti dilanjut setelah makan." lerai Yunita.


Shabita segera menyiapkan makan untuk suaminya. Melihat itu Tania ikut-ikutan tapi tetap saja kalah.


"Sama-sama sayang ku." kata Shabita, matanya mendelik meledek pada Tania.


Kalau sudah makan mereka semua khidmat. Tidak baik juga kan ribut didepan makanan.


Keributan terjadi lagi di depan tv. Kedua gadis itu berebut remote tv.


"Ih kakak aku gak mau channel ini!" sungut Tania merebut remote lalu mengubah channel ke acara musik korea.

__ADS_1


"Kamu kecil-kecil jangan nonton begituan, nonton ini aja!" Shabita merebut lagi, menggantinya ke acara kartun botak.


"Hadeuh dasar kakak norak. Zaman sekarang udah gak banget ya nonton kartun, gak ada yang ganteng kaya EXO." tutur Tania dengan gaya sok dewasa.


"Bocil kayak kamu nontonnya acara edukasi bukan yang begituan. Nih ya kakak kasih tau, emangnya kamu mau diumur 15 aja dandan udah kaya tante-tante karena seringnya nonton acara yang gak sesuai umur." cerocos Shabita.


"Kakak, itu style zaman now, harus terlihat dewasa." sergah Tania tidak mau kalah.


Tania ini masih kelas 1 SD tapi punya banyak sekali make up. Sesekali dia sering berdandan ala orang dewasa, walaupun hanya di rumah. Yunita sering melarangnya bahkan make up sempat dibuang tapi karena punya papa yang baik hati semua itu kembali dengan yang baru.


Sampai pada akhirnya Yunita membiarkan apa pun yang disukai anaknya selagi itu tidak melanggar hukum, melenceng dari norma. Siapa tahu suatu saat nanti Tania akan sukses dibidang yang benar-benar dia sukai.


Ditengah gempuran zaman seperti sekarang ini, orang tua harus ekstra mengawasi apa saja yang dilakukan anaknya bahkan Yunita sering mengecek ulang HP Tania untuk mengetahui yang ditontonnya. Selagi itu baik Yunita tidak melarang tapi kalau sudah keluar jalur umurnya, Yunita dengan tegas melarang.


"Sayang, udah dong jangan berantem terus." tegur Galang sembari geleng-geleng kepala.


"Tania nih sayang gak mau ngalah sama aku!" adu Shabita melihat suaminya. Sungguh gemas wajah Shabita saat ini.


"Kakak yang harusnya ngalah sama anak kecil." timpal Tania.


"Lang, dimaklum aja ya, mereka emang gitu." ujar Yunita ikut bergabung bersama mereka.

__ADS_1


Tak jelas apa yang mereka tonton, hanya bercanda ringan saling menyayangi. Menghangatkan suasana malam yang semakin dingin.


__ADS_2