Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 76


__ADS_3

"Setelah itu saya dengar kalo istri dan anak Wijaya pindah ke kesini." tambah Bagas.


Mereka diam menunduk. Hanya Hanin yang berteriak histeris tidak terima dengan cerita Bagas karena menurut versinya tidak seperti itu.


Wijaya sempat mengatakan bahwa dirinya lah yang ditipu, dijebak oleh Yudha. Entah mana yang benar, itu membuat kepala Hanin semakin nyeri.


Setelah kejadian itu, Hanin didoktrin oleh mama nya untuk membenci keluarga Yudha dan harus balas dendam.


Mama Hanin yang terbiasa dengan hidup mewah tidak siap miskin memilih jalan pintas menjadi penggoda suami orang. Itu pula yang menjadikan Hanin semakin membenci Yudha. Dihatinya bertekad akan membalas keluarga Yudha, bagaimana pun caranya.


Pucuk dicinta ulam pun tiba. Mangsa Hanin yang ditunggu selama bertahun-tahun muncul didepan mata, anak Yudha pundak ke SMA Samudra. Hanin tentu saja tidak membuang kesempatan ini hingga dia berhasil dekat dengan Shabita.


Rencananya yang dipikir akan lancar itu mendapat asupan pendukung baru yaitu Devan, yang menggilai Shabita. Hanin yang memang sudah jadi pemain Devan sedari kelas 3 SMP semakin memprovokasi Devan untuk menyeret Shabita ke dalam permainan kotornya.

__ADS_1


Hanin pula yang menjebak Shabita di toilet. Tadinya Hanin akan menyemprotkan gas beracun ke dalam toilet namun gagal karena ada petugas kebersihan.


Apakah Hanin menyukai Galang? Jawabannya iya, sejak Hanin pindah dan satu SMP dengan Galang. Hanin berkali-kali meraih Galang tetapi gagal terus.


Plot twist nya, Shabita anak Yudha yang dibenci Hanin dan Shabita juga yang menjadi istri Galang, laki-laki yang tidak pernah dia gapai sedari SMP.


"Gue benci kalian semua!" umpat Hanin penuh benci. Selamanya Hanin akan membenci Shabita, tidak ada kata maaf padahal sudah jelas bukan salah Yudha.


Polisi datang ke rumah Bagas. Sebelumnya Bagas sudah melaporkan pada polisi bahwa orang yang mereka cari ada di rumahnya.


Fakta baru ditemukan bahwa orang yang menyabotase mobil Yudha adakah Hanin. Gadis itu benar-benar nekat.


Shabita menangis dengan kejadian semua ini. Shabita justru kasian dengan Hanin karena dia juga sebenarnya tidak tahu kebenarannya sedari awal. Dia juga korban dari orangtuanya.

__ADS_1


Hanin menjalani hari-hari yang buruk dengan rasa benci yang membuncah. Tidak tenang sudah pasti.


Bagas mengatakan juga kalau selama ini Hanin mengintai keluarga Yudha bahkan sampai melakukan teror itu sebabnya di kamar apartemen ada banyak sekali foto Shabita, jadi bisa dikatakan bahwa Hanin sudah merancang semuanya sanagat lama.


"Sayang, tenang ya!" Galang memeluk tubuh istrinya yang gemetar.


"Lang, lebih baik bawa istri mu istirahat!" titah Bagas. Galang mengangguk, tanpa ragu Galang menggendong Shabita ala bridal menuju kamarnya.


"Om, kami pamit dulu ya." pamit Kevin.


"Iya, kalian lebih baik istirahat juga. Terimakasih sudah membantu kami. Om minta jangan sampai kasus ini bocor!" pinta Bagas.


Kevin, Amir dan Tiara mengangguk patuh. Kejadian ini tidak akan mungkin mereka sebar luaskan. Kemudian mereka pamit.

__ADS_1


Tiara merasakan posisi Hanin yang saat ini pula terjadi pada keluarganya, bedanya Tiara masih punya ibu yang waras. Tidak mendoktrin anaknya untuk membenci orang lain. Kendati Tiara tidak menampik kalau dia juga ingin membalas dendam pada orang yang telah mendzolimi keluarganya.


__ADS_2