Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 59


__ADS_3

"Hiks hiks hiks, Galang jahat banget sama aku." isak Shabita.


"Udah dong sayang jangan nangis terus." bujuk Galang.


"Ish kamu jahat, aku udah gak perawan lagi." Shabita masih terisak dalam pelukan Galang sedangkan Galang terkekeh mendengarnya.


"Eh kamu juga mau, loh ya." sergah Galang.


"Tapi kan kamu nya maksa, hiks."


"Itu udah jadi kewajiban kita sayang sebagai suami istri. Kamu jangan takut, kamu gak bakalan hamil cepet-cepet kok." Galang mengusap air mata istrinya.


"Kalo aku hamil kamu harus tanggungjawab ya." pinta Shabita.


"Kamu ini lucu, ya. Kini ini udah nikah, udah pasti aku lah yang bakalan tanggungjawab. Takut banget sih ditinggalin."


"Aku takut kecil-kecil udah jadi janda anak satu." ujar Shabita random.


"Hust, kamu gak boleh ngomong gitu ya. Sampai kapan pun akan gak bakalan Lepasin kamu." ucap Galang jujur.


"Janji?" Shabita mendongak menatap suaminya.


"Iya aku janji." Galang mengecup kening istrinya.


"Udah yuks, kita tidur. Besok kan masih sekolah dan kamu pasti capek banget," ajak Galang. Shabita mengangguk.


Akhirnya penantian Galang sudah tercapai bersama wanita yang sangat dicintainya. Galang berjanji pada dirinya sendiri yang tidak akan meninggalkan Shabita sampai maut sendiri yang memisahkan mereka. Segala masalah rumah tangga yang akan mereka hadapi ke depannya diharapkan tidak akan pernah bisa meruntuhkan pernikahannya.


Kemudian dua sejoli ini tidur bersama saling mendekap dibawah selimut.

__ADS_1


Keesokan harinya, Galang dan Shabita bangun telat. Mereka panik ketika melihat jam sudah pukul setengah tujuh. Galang sampai mandi di kamar sebelah untuk mengefektifkan waktu.


Marni yang baru sampai lantai dua menatap heran ke arah Galang yang berlari hanya memakai boxer saja.


"Eh, den kenapa?" tanya Marni.


"Telat, mbak." sahut Galang seraya masuk ke kamar sebelah.


Marni melongok ke kamar Galang yang tidak tertutup. Bibir Marni tersungging ketika melihat pakaian yang berserakan di lantai.


"Pantesan bangunnya pada telat." Marni terkekeh kemudian kembali ke dapur.


Karena takut macet, Galang memutuskan naik motor saja.


"Untung gak telat." ucap Shabita ketika motor Galang sampai di parkiran sekolah.


"Masih ngilu gak?" tanya Galang, melihat cara jalan istrinya yang sedikit berbeda.


"Enggak terlalu sih." jawab Shabita bohong. Sejujurnya rasa ngilu itu masih sangat terasa apalagi kalau dipake jalan.


"Ekhmm, gue curiga sama cara jalannya Shabita." Kevin dan Amir tiba-tiba muncul dibelakang mereka.


"Aish kalian kaya hantu aja, ya. Tiba-tiba nongol." cerocos Shabita.


"Mana ada hantu Tamvan kaya kita." ucap Amir narsis.


"Yoyoy." sahut Kevin.


"Idih bahasa kalian alay banget sih." cibir Shabita.

__ADS_1


"Gaul, Abit. Bukan alay." sergah Amir.


Galang menggenggam erat tangan istrinya.


"Ini sekolah kali, jangan terlalu deket-deket. Entar lo berdua digrebek bu Sonia, loh." peringat Kevin.


Bu Sonia adalah guru BK di sekolah SMA Samudera.


"Gak kasian apa lo berdua sama kita yang jomblo." melas Amir.


"Lo mau gue kenalin gak sama cewek cantik?" tawar Galang.


Mereka berbincang sambil berjalan menuju kelas.


"Mau mau." balas Kevin dan Amir antusias dengan menganggukkan kepala.


"Tapi bener ya kalian setelah gue kenalin harus jadian sama mereka?"


"Ya kalo ceweknya cantik sih gue mau." sahut Kevin.


"Emang siapa sih, Lang?" tanya Amir yang malah curiga melihat gelagat Galang.


"Kambing tetangga gue!" seru Galang sambil tertawa.


"Sudah ku duga." Amir dan Kevin memeluk tubuh Galang begitu erat hingga Galang engap-engapan. Setelahnya mereka berdua lari duluan ke kelas.


"Ah si bege. Awas loh." teriak Galang.


Shabita cekikikan melihat Galang misuh-misuh dikerjain balik oleh sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2