Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 60


__ADS_3

Di kelas, Shabita tampak tertidur. Wajar saja sih, semalam tidurnya dinihari. Untung saja gurunya sedang keluar sebentar.



Galang yang melihatnya segera mengabadikan lewat Hp.


"Cewek gue lagi tidur aja cantiknya kebangetan." puji Galang melihat foto istrinya.


"Ck dasar bucin!" cibir Kevin.


"Sirik aja, loh." Galang menghampiri bangku Shabita.


"Nin, tukaran bangku dulu dong." pinta Galang dengan puppy eyes nya.


"Huh menyebalkan sekali anda." tukas Hanin lalu membiarkan Galang bertukar bangku.


Galang menyandarkan kepala istrinya di bahu kokohnya.


"Sayang, bobo yang nyenyak ya. Kasian pasti capek banget semalam." bisik Galang pelan.


Tetapi keromantisan Galang tidak bertahan lama. Sang guru yang tadi keluar sudah kembali lagi.


Galang tersentak kaget hingga tidak sadar menyenggolkan bahunya kencang, kepala Shabita terhuyung menabrak meja.


"Aw." ringis Shabita sambil memegang dahinya yang Kejedot.


Galang panik melihat istrinya Kejedot meja.


"Ah sayang, maaf." ujar Galang khawatir.


"Ada apa, Lang?" tanya sang guru karena mendengar keributan kecil.

__ADS_1


"Gak papa bu, ini Shabita Kejedot meja." ceplos Galang. Beberapa murid tampak sedang menahan tawanya, tidak terkecuali sahabat mereka.


Shabita dengan wajah geramnya mengusap-usap jidat.


Selama pelajaran berlangsung, Shabita mendiamkan Galang. Padahal Galang sudah Berkali-kali minta maaf.


"Sayang, udah dong ngambeknya, Aku kan gak sengaja." Galang mensejajari langkah istrinya yang akan ke kantin bersama Hanin.


"Udah, Bit, jangan dimaafin laki macam dia mah." timpal Hanin yang malah memprovokasi Shabita.


Belum sempat maafnya diterima oleh Shabita, Galang sudah dipanggil untuk mempersiapkan acara yang akan digelar 2 hari lagi.


Galang tidak fokus mengerjakan apapun, pikirannya tertuju pada Shabita yang sedang merajuk.


"Anjrit, lo yang fokus dong, Lang. Masa lo masang begini aja gak bisa?" omel Kevin. Galang sedang membantu Kevin memasang hiasan untuk panggung, bukan lampu yang Galang lilitkan ke tiang panggung tapi malah tali tambang dibuat simpul ditiang.


"Dah lah, gue lagi gak fokus. Lo pada kerja aja yang bener." Galang melengos turun dari panggung.


"Udah biarin aja, kasian temen kita lagi galau." Amir dan Kevin terkekeh.


Galang juga panitia lain pulangnya pada sore. Shabita menunggu suaminya dengan setia. Shabita melihat Galang sedang berbincang seru dengan Dinda menuju parkiran. Wajah Shabita semakin kesal.



Galang yang melihat wajah istrinya semakin tidak bersahabat, segera berlari menghampiri.


"Eh, sayang. Udah lama nunggunya?" tanya Galang kikuk.


Jantung Galang sudah berdebar. Tadi Kevin menakut-nakutinya perihal jatah malam. kalau istri ngambek siap-siap hukumannya gak dapet jatah malam, begitu kata Kevin.


Shabita mendelikkan matanya. "Ayo pulang!"

__ADS_1


Dengan sigap Galang memasangkan helm untuk Shabita kemudian meminta istrinya untuk duduk manis dibelakangnya.


"Pegangan, sayang. Nanti kamu jatuh!" Galang menarik tangan istrinya untuk dilingkarkan di pinggang. Shabita menurut tanpa menyahut.


Motor Galang berlalu meninggalkan sekolah.


Bukannya langsung pulang, Galang membelokkan motornya ke sebuah kedai es krim.


"Ngapain kesini?" tanya Shabita Sok ketus padahal hatinya senang.


"Buat nyenengin istri ku yang lagi merajuk ini." goda Galang.


"Alah gombal," Shabita masuk duluan dengan bibir tersenyum senang.


Seperti dugaan Galang, istrinya ini pasti akan memesan beberapa es krim varian rasa.


"Kamu gak pesen juga?" tanya Shabita sambil menyendokkan es krimnya ke mulut.


"Kan mau disuapin sama kamu." Galang menampilkan puppy eyes nya.


"Hadeuuh dasar manja." Shabita menyuapi Galang.


"Udah gak marah lagi kan, sayang?" Galang takut istrinya masih marah.


"Enggak, kok. Cuma tadi aku sempet kesel lagi karena kamu deket banget sama Dinda." ungkap Shabita.


"Sayang, aku sama Dinda gak ada hubungan apa-apa. Sumpah deh demi es krim yang kamu makan." Galang mengacungkan jari peace.


"Iya iya aku percaya, kok." Shabita tersenyum.


Keharmonisan mereka tidak luput dari bidikan kamera yang mejanya tidak jauh dari meja Galang dan Shabita. Lalu orang tersebut mengirimkan hasilnya pada orang lain.

__ADS_1


(Pas ngetik bab ini sampe ketiduran padahal baru setengah 😂 untuk masuk draft otomatis pas HP nya mati, kalo ke hapus bisa kejer aku 😁)


__ADS_2