Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 98


__ADS_3

Byurrr


Gadis itu menyiram wajah Amir dengan cucian mangkok bakso. Karena panik, dia mengambil air apa saja yang ada didekatnya. Alhasil bukannya berkurang malah bertambah perihnya.


"Aw, mata gue perih!" pekik Amir.


"Maaf, maaf gak sengaja." ucap si gadis tambah panik.


Semua orang disana jadi heboh melihat Amir. Kevin yang sedari tadi mencari Amir lalu membelah kerumunan itu.


"Wasem, Onta lo kenapa? Kok lo basah kuyup gitu sih?" tanya Kevin sambil mendekat ke arah Amir.


"Mata gue kecipratan saos. perih banget anjay!" Amir menutup matanya dengan telapak tangan.


"Ya Elah baru juga saos lo, gak bakalan bikin lo mati kali. Masih jauh kena jantung," ledek Kevin.


"Najong lo, bukannya bantuin malah ngeledekin gue!" protes Amir.


"Kapan lagi gue liat lo menderita. Eh bentar gue foto dulu, moment langka nih!" Kevin malah mengeluarkan HP nya untuk berfoto bukan membantu Amir. Si korban pun malah ikutan eksis.


"Buruan b*go, mata gue perih nih!" keluh Amir.

__ADS_1


"Iya sebentar, nyari angle yang bagus biar gue nya keliatan ganteng." Kevin kembali mengarahkan kamera HP nya. Mereka berdua selfie ditengah kerumunan orang tanpa malu.


"Nah kan ini cakep!" puji Kevin setelah melihat hasil selfie nya.


"Buruan ambil air buat basuh mata gue!" titah Amir.


Kelakuan mereka berdua disorakin warga lalu kerumunan bubar.


"Maaf ya Bapak-bapak ibu-ibu," Kevin minta maaf pada warga.


"Lo tunggu disini, gue beli air dulu!" Kevin berlari mencari penjual air.


"Em, a maaf, ini ada air biat basuh matanya!" gadis tadi dengan ragu menyodorkan sebotol air mineral ke arah Amir yang masih memejamkan matanya sebelah.


"Eh makasih neng!" Amir mengambil airnya lalu membukanya cuma kesusahan.


"Mau aku bantuin buat buka tutupnya?" tawar si gadis.


"Eh iya, aa susah banget nih bukanya." Amir sengan senyuman mautnya kembali meberikan air tersebut lalu si gadis membantu membuka tutupnya.


Amir segera mengguyur wajahnya dengan air. Sesekali Amir menggeleng-gelengkan kepalanya, rambutnya yang basah mengibas. Kadar ketampanan Amir meningkat kala seperti itu membuat gadis-gadis kian meleyot.

__ADS_1


Auranya yang sangat aur-auran membuat gadis itu tidak mau berpaling memandangi si hidung mancung di depannya. Setelah sadar dia langsung menunduk malu.


Kevin, Galang dan Shabita datang menghampiri Amir yang masih mesem-mesem melihat si gadis kembali menggoreng telur.


"Onta, katanya mata lo kecipratan saos tapi kok itu gak papa sih?" heran Galang. Dia tadi dikabari Kevin soal Amir jadi langsung beringsut bersama Shabita.


"Gue kecipratan cinta, bukan saos!" Amir masih setia memandangi gadis yang bernama Alana. Sekarang Amir sudah tahu siapa nama gadis itu.


"Gue udah lari-lari nyari air lo malah gombal anjay," kesal Kevin.


"Mata gue udah sembuh soalnya dikasih air mata bidadari tadi," Amir meluncurkan gombalannya lagi yang membuat Alana semakin tersipu.


"Makin makin lo," Kevin mengusap wajah Amir kasar.


Shabita yang sudah biasa makan telor gulung kemudian minta dibuatkan yang spesial pada Alana. Mereka bertiga jadinya berkumpul di tempat jualan Alana. Ketampanan dan kecantikan mereka menarik perhatian warga. Terlihat sangat kontras. Seperti melihat penghuni kayangan turun ke bumi. Begitulah Kira-kira pandangan warga.


"Kamu masih sekolah?" tanya Shabita sambil mengunyah telor gulungnya. Beruntung tempat jualan Alana berada di tempat yang tidak terlalu panas, disampingnya ada pohon mangga besar buat berteduh dari panas.


"Masih, Sekarang kelas 3 SMA," jawab Alana.


"Wah kita sama dong," seru Shabita.

__ADS_1


"Ya jelas sama dong, dia kan jodoh gue!" sahut Amir.


Galang dan Kevin saling berpandangan sebelum berucap serempak. "Mimpi!" ledek keduanya.


__ADS_2