Jodoh Si Ketos

Jodoh Si Ketos
Episode 38


__ADS_3

"Lo yakin, Lang mau lepasin dia?" tanya Kevin.


Ketiga laki-laki mostwanted SMA Samudera sedang duduk berkumpul di tribun lapangan basket. Galang juga curhat perihal hubungannya dengan Shabita.


"Enggak tau, gue." jawab Galang tidak yakin.


"Lo bege sih menurut gue kalo sampe lepasin Shabita gitu aja. Noh lo liat disana!" Kevin menunjuk ke arah Hanin dan Shabita yang sedang berjalan di koridor. Kedua gadis itu sedang tertawa, tak tahu apa yang sedang mereka bahas.


"Dan lo liat kesana!" Kevin menunjuk lagi, kali ini ke salah satu murid yang duduk di tribun cuma bersebrangan dengan mereka.


Mata Galang dan Amir mengikuti arah telunjuk Kevin.


"Gue denger desas desus kalo si Devan juga suka sama istri lo." tutur Kevin.


Di tribun seberang ada murid berkaca mata yang bernama Devan. Walaupun pakai kacamata tapi Devan tidak kalah tampan dari mereka. Memang Devan terlihat seperti memperhatikan Shabita.


"Serius lo?" tanya Amir. Kevin mengangguk.


"Gue denger dari anak English Club. Dan asal kalian tau, katanya si Devan ini tidak sepolos yang kita lihat." jelas Kevin.


"Maksudnya?" kepo Amir.


"Gue juga gak tau detailnya seperti apa tapi sebaiknya lo hati-hati aja Lang sama dia, jagain istri lo!" nasehat Kevin.


Galang mendengarkan penuturan Kevin tanpa menyela.

__ADS_1


"Tapi gue bingung sama perasaan gue!" keluh Galang.


"Ngapain lo bingung sih. Nih ya, udah jelas jelas lo itu cemburu sama si Gerry Salut yang artinya lo itu suka sama Shabita!" Kevin menepuk pundak Galang.


"Anjayani, kenceng bener nepoknya!" sewot Galang.


"Sorry sorry kelepasan!" ucap Kevin tanpa dosa.


"Gue rasa sih begitu, Lang. Mana mungkin lo ngambek kaya bocil tiba-tiba kalo gak ada rasa sama sekali sama Shabita." timpal Amir.


"Jangan sampe deh lo nyesel, Lang. Masa belum dapet nikmat udah mau pisah aja." kekeh Kevin dan Amir.


"Rugi!" sahut Amir.


"Pikiran lo pada, ya!" sungut Galang.


"Iya sih," sahut Galang salah tingkah.


Kevin dan Amir tertawa melihat Galang salah tingkah.


"Pokoknya lo harus mempertahankan hubungan lo sebelum Shabita di rebut oleh si Teh atau si Gerry Salut bahkan mungkin si Devan. Sebaiknya lo juga harus merubah sikap lo sama Shabita, jangan ketus terus!" nasehat Kevin.


"Dan jangan lupa juga tidurnya seranjang!" tambah Amir.


"Makasih lo guys, atas sarannya. Gue doain semoga lo berdua segera lepas dari status jombi!" ledek Galang.

__ADS_1


"Aamiin!" ucap Amir dan Kevin serempak.


Mereka bertiga kemudian masuk ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.


Beberapa jam kemudian, waktu istirahat tiba.


Kedua gadis cantik juga Rio makan di kantin bersama, sementara Galang and the genk sedang meeting buat acara ulang tahun sekolah yang akan digelar seminggu lagi. Galang sebagai ketua OSIS sekaligus ketua panitia pelaksana acara pastinya akan dibuat sibuk.


"Gimana persiapannya? Dana sudah berapa persen yang masuk dari sponsor?" tanya Galang.


"Sudah 80, Lang. Dari pihak sekolah juga sudah memberikan dananya." jawab salah satu panitia.


"Yang lain?" tanya Galang lagi.


"Sudah aman." jawab panitia lain.


"Oke, acara tahun ini temanya budaya indonesia ya, kita hanya menampilkan berbagai kesenian dari daerah Indonesia terus kostumnya juga harus Indonesia banget. Hari ini pendaftaran buat pengisi acara ditutup ya." tutur Galang.


"Maaf, Lang." salah satu panitia mengacungkan tangan.


"Iya, Din. Ada apa?"


"Ini ada tambahan satu pengisi acara lagi, masih bisa kan ya?" tanya Dinda.


"Masih. Siapa emang yang daftar?"

__ADS_1


"Si Anak baru, eh maksud aku Shabita. Dia daftar buat jadi pengisi acara Tari Jaipong."


"Apa?" Galang sampai berdiri dari duduknya.


__ADS_2