Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Tingkah Kejamnya


__ADS_3

Ying Hua mencoba untuk memalingkan wajahnya namun cengkraman tangan Wang Chen sangatlah kuat membuat Ying Hua sangat kesakitan.


Sialan...Pria ini tidak main-main sama sekali, dia bisa saja membunuh ku.


"Kenapa kamu masih hidup?" Tanya Wang Chen dengan suara tebalnya.


Pertanyaan Wang Chen membuat Ying Hua kebingungan, apakah Wang Chen benar-benar ingin dirinya mati? Atau Wang Chen mengetahui bahwa Ying Hua yang sekarang bukanlah Ying Hua yang asli? Ying Hua berkeringat dingin, dia sangat panik dengan keadaannya sekarang. Cengkraman milik Wang Chen membuat Ying Hua merintih kesakitan.


"Wang Chen.... Mari berbicara...Ayo berbicara dengan baik-baik...Aku...Aku tidak akan mendekati kakakmu lagi. Aku janji dengan seluruh nyawaku"


Ying Hua mencoba bernapas dengan benar, tetapi rasa dingin yang menakutkan membuat dirinya semakin ketakutan. Tubuhnya bergetar secara tak terkendali, Ying Hua tidak pernah merasakan hal semenakutkan ini didalam hidupnya.


"Aku tidak ingin mengatakan apapun kepada wanita seperti mu!"


Wang Chen melempar dagu Ying Hua dengan kasar, wajah Ying Hua terbentur meja kaca itu. Terlihat pipi kanan Ying Hua yang memar dan dagunya yang terdapat bekas jari-jari tangan milik Wang Chen. Ying Hua meringis, dia mengepalkan tangannya mencoba menahan kemarahannya. Bagaimanapun dia belum tahu seluk beluk pria ini, dia tak ingin membuat masalah baru lagi.


Ying Hua kembali duduk, dia menahan sakit diwajah nya. Kali ini dia bahkan tak bisa menggerakkan mulutnya dengan baik, rasanya rahangnya sudah bergeser beberapa centimeter. Ying Hua mengambil pena didalam tasnya dan menandatangani dokumen pemberian Wang Chen.


"I.. Akhh....Ini sudah aku tanda tangani. Jadi aku bisa pergi sekarang bukan?"


Wang Chen masih tetap diam, dia mengetuk jarinya dimeja dengan lamban. Ying Hua meneguk air liurnya, bagaimanapun pria ini sangat berbahaya dia tidak akan membuat masalah lagi dengan pria bernama Wang Chen ini.


Wang Chen segera berdiri dia mengambil telepon yang berada di saku celananya dan menelepon seseorang dari jauh. Ying Hua tidak mengerti apa yang sedang dilakukan pria ini, apakah pria ini mencoba untuk memanggil bawahannya agar membunuh dirinya?

__ADS_1


Astaga bagaimana jika ia memanggil bawahannya, bisa-bisa aku mati dengan mengenaskan. Aku bahkan belum debut sebagai idol ternama sekarang aku harus mengalami kematian.


"Kemarilah" Ucap Wang Chen


Wang Chen memasukkan kembali teleponnya dan berjalan meninggalkan Ying Hua. Ying Hua memandangi kepergian Wang Chen dengan dingin, dia merasa lega karena pria itu tak melakukan apapun kepadanya. Tapi disisi lain ia merasa takut karena pria itu menelpon seseorang untuk datang ketempat nya sekarang.


Tiba-tiba seorang pria yang familiar bagi Ying Hua datang, pria itu tidak lain adalah pria yang telah mengendarai mobil Wang Chen ke penthouse nya, Ying Hua menduga bahwa pria ini adalah asisten pribadi Wang Chen.


"Nona mari saya antarkan keluar"


Ying Hua mengangguk, dia benar-benar bernapas dengan lega karena Wang Chen tidak seburuk yang ia perkirakan. Bahkan pria itu meminta asisten pribadi nya untuk mengantar dirinya.


Ying Hua berjalan ke arah mobil dengan percaya diri, dia menunggu pintu mobil itu dibuka untuknya. Ying Hua membalikkan tubuhnya ia melihat sosok Lu Hongli berdiri didepan pintu penthouse dengan senyuman aneh, Ying Hua mengerutkan dahinya tanda tak mengerti.


"Bukankah kamu mengantarkan aku pulang?"


"Saya tidak pernah mengatakan hal itu, saya hanya mengatakan untuk membawa anda keluar selebihnya anda harus berusaha sendiri"


Ying Hua tertawa dengan nyaring, dia menepuk pahanya sambil menunjuk Li Hongli, Ying Hua pun kembali ke wajah datarnya dia melirik Penthouse didepannya dengan kesal.


"Sialan....Karena dia orang kaya dia bisa berbuat seperti ini kepadaku...Yah tentu saja bisa, selamat kamu adalah orang kaya. kalau tidak kaya akan kuhabisi kamu dengan kekuatan kekayaanku." Gumam Ying Hua


Ying Hua pun berjalan keluar dari gerbang penthouse milik Wang Chen, dia membalikkan tubuhnya untuk melihat penthouse Wang Chen namun dibalik jendela lantai dua, terlihat sosok Wang Chen yang memandangi Ying Hua dengan seringainya.

__ADS_1


Baiklah kamu menang...Aku juga tidak ingin membuat masalah dengan siapapun di dalam novel ini. Aku harap kalian semua tidak mengganguku lagi baik itu Wang Wenxiao ataupun Wang Chen.


Ying Hua menaikkan dagunya dengan angkuh, dia memandang Wang Chen dengan tatapan dingin nya. Ying Hua berpikir bahwa dia tak akan pernah bertemu dengan pria ini lagi, Ying Hua pun mengucapkan salam perpisahan nya dengan mengeluarkan jari tengah nya dan mengangkatnya tinggi-tinggi sambil berjalan mundur.


Ambil ini sialan ...


Ying Hua tertawa kecil dan segera pergi melangkah meninggalkan penthouse milik Wang Chen, Wang Chen melihat sosok Ying Hua yang menghilang ditelan kegelapan malam.


Gadis yang aneh...Pikir Wang Chen


Selama beberapa jam Ying Hua telah berjalan di atas aspal. Ying Hua pun melepaskan high heels nya dan berjalan dengan kaki telanjang, dia tidak bisa meminta bantuan siapapun. teleponnya telah dirusak oleh Wang Chen, dia juga tak mengingat satupun nomor telepon keluarga nya, sekarang Ying Hua juga tidak tahu berada dimana dirinya. Bahkan dirinya harus menahan dinginnya malam, Ying Hua menyesal telah menggunakan pakaian minim hari ini seharusnya ia berpakaian santai saja.


Dimana ini sekarang? Aku tidak tahu dimana aku, kenapa semuanya hanya hutan. dimana rumah orang-orang, apakah dia tinggal di kedalaman hutan? Kenapa harus memilih rumah di dalam hutan sih!!!


Ying Hua menghela napasnya dia tetap berjalan dengan kakinya yang kulitnya sudah mulai terkelupas. Wajahnya telah terluka kini bagian bawah kakinya juga terluka, Ying Hua harus menahan sakit karena ulah pria bernama Wang Chen itu.


tiba-tiba sebuah mobil menyinari jalan didepannya, Ying Hua tidak mengerti mobil siapa yang mau memasuki tempat seperti ini. Ying Hua mengabaikan mobil itu karena dia tak ingin mempercayai orang-orang yang berada didalam novel ini kecuali keluarga nya. Namun tanpa disangka mobil itu bergerak mundur, dan berhenti di samping Ying Hua. Ying Hua sangat ketakutan, ia tetap berjalan dan menambah kecepatannya.


Suara pintu mobil yang terbuka semakin membuat Ying Hua berkeringat dingin, bisa saja orang itu adalah orang suruhan Wang Chen yang bertujuan untuk membunuhnya. Ying Hua mengabaikan teriakan orang itu dan tetap berjalan lebih cepat karena suara langkah kaki mendekati nya, Ying Hua memaksakan dirinya untuk berlari.


"Hei tunggu...."


Ying Hua merasakan pergelangan tangannya di tarik. Ying Hua tak berani membalikkan tubuhnya, namun orang yang memegang tangannya lebih kuat dari perkiraan nya dan memutar tubuh Ying Hua, Ying Hua memandangi pria didepannya dengan terkejut.

__ADS_1


"Ying Hua??!!!"


__ADS_2