Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 34 (S2)


__ADS_3

Jianlin menelan perkataan yang ingin dia lanjutkan, dia tahu tuannya bukanlah berhati dingin namun semua hal itu sirna karena pengkhianatan dan permainan politik kekuasaan di keluarganya. Lebih baik seperti ini, dia juga merasa bersalah kepada nona Ying karena memanfaatkannya tapi sekarang dia berharap tuannya dapat melindungi nona Ying dari siapapun yang mencoba menyakitinya.


Xukai dan Jianlin kembali kedalam villa, Xukai menghentikkan langkahnya dan berbalik ke arah Jianlin "Batalkan permintaan ku tentang Cheng Xian, dan masukkan aku ke dalam variety itu"


"??"


"Apakah kamu tidak memahaminya?" Tanya Xukai kesal


"Baik tuan, saya akan lakukan"


Jianlin menghela napas lega setelah melihat tuannya beranjak pergi, sepertinya ada satu sifat yang tak pernah berubah dari tuannya yaitu sifat posesifnya. Sifat posesif mengacu pada kecenderungan seseorang untuk memiliki atau menguasai orang atau benda dengan sangat kuat dan cemburu. Seseorang yang memiliki sifat posesif cenderung merasa tidak nyaman atau tidak aman jika tidak memiliki kontrol penuh atau kepemilikan yang eksklusif terhadap orang atau benda yang mereka anggap sebagai milik mereka.


---


Ying Hua kembali kerumahnya untuk memulihkan tubuh, keluarganya tidak tahu mengenai kejadian dia melompati gedung Xukai, jika mereka tahu mungkin ibunya akan jatuh pingsan. Keluar dari mobil, Ying Hua disambut pelukan hangat sang ibu "Anakku kenapa kamu baru pulang sekarang? Apakah kamu sangat sibuk? Apakah tidak lelah? Apakah kamu mengatur jadwal makananmu dengan benar?" Tanya ibu Ying penuh kekhawatiran


"Dia baru pulang, biarkan dia beristirahat" Ungkap Ayah Ying menepuk pundak istrinya

__ADS_1


Ying Jiazhen tersenyum kecil melihat Ying Hua kembali kerumah, belakangan ini adiknya sangat sibuk dengan dunia hiburan. Keluarga mereka hanya bisa melihat Ying Hua dari balik televisi untuk melepaskan rindu, untungnya adiknya kembali dalam keadaan sehat.


"Apakah kamu sehat sehat saja Huaer?" Tanya Jiazhen


"Kak! Hmm aku baik baik saja"


"Ayo masuk, diluar dingin tidak baik untuk Huaer ku" Ungkap ibu Ying


Mereka semua melangkah kedalam, saat memasuki rumah di udara, terdapat semburat aroma masakan yang lezat, memancarkan keharuman yang memikat dari bumbu-bumbu yang tercampur dengan sempurna. Inilah wangi yang menggoda yang mencuri perhatian Ying Hua dan membuat air liurnya hampir keluar.


"Ibu memasak makanan kesukaanmu, kamu harus makan banyak saat dirumah"


Keempat anggota keluarga duduk di meja makan dengan gembira, ayah dan ibu nya selalu memasukkan sesuatu ke dalam mangkuk Ying Hua. Ying Hua merasa tersentuh dengan ini, keluarga hangat seperti ini dia akan melindungi mereka walaupun dia harus kehilangan nyawanya.


"Benar, bagaimana dengan pekerjaan anakku? Apakah berjalan baik? Tanya Ayah Ying


"tentu saja baik ayah, ayah pasti sering melihatku di televisi kan? Aku mengikuti variety show dan beberapa iklan, untuk drama dan lagu aku sedang mempersiapkannya. Jadi ayah tunggu karya hebatku selanjutnya" Jawab Ying Hua gembira

__ADS_1


"Bagus, ayah bangga padamu"


"Ibu juga bangga pada anak ibu"


"Lalu bagaimana denganmu Jiazhen? Apakah perusahaan baik baik saja?" Tanya Ayah Ying


Jiazhen terdiam, dia menghela napas lemah dan berkata " Untuk saat ini baik baik saja tapi untuk kedepannya aku kurang bisa memprediksinya ayah"


Ayah Ying mengerutkan keningnya, sejak ayah Ying memutuskan untuk pensiun semua tanggung jawab diteruskan kepada Jiazhen putra sulungnya. Dia tidak mengetahui apa yang terjadi di perusahaan sampai saat ini karena dia percaya dengan kemampuan Jiazhen.


"Apa yang terjadi kak?"


"Perusahaan Yangyang memutuskan kontrak secara tiba tiba kemarin dan... aku mendengar rumor mereka bekerjasama dengan keluarga Wang"


Ayah Ying mendelik tidak suka, sejak awal dia tidak pernah menyukai pria bernama Yangyang itu. Walaupun pria itu teman baik anaknya entah kenapa naluri seorang ayah dia selalu merasa khawatir akan keluarga kecilnya. Ayah Ying pun berkata "Tidak masalah, untuk saat ini kita masih bisa bertahan sendiri jangan menjadi kecil. Dunia bisnis seperti itu, walaupun mereka temanmu ada saatnya mereka menusukmu dari belakang. Sebagai seorang ayah aku berharap kamu bisa menilai dan memperhatikan hal itu dengan baik Jiazhen"


"Ayah aku mengerti, aku akan mengingat nasehatmu"

__ADS_1


Ying Hua berpikir tentang Yangyang, ada yang aneh dengan pria itu. Awalnya Yangyang selalu mencoba mendekatinya dan dia tidak tahu apa tujuan pria itu tapi nalurinya berkata bahwa pria tersebut tidak baik, dan Ying Hua selalu menghindar dan secara tiba tiba Yangyang memutuskan kontrak padahal keluarga mereka berteman baik, apa sebenarnya tujuan pria itu dengan keluarganya? Apa yang dia inginkan? Apakah Yangyang juga mengincar perusahaan mereka seperti dia mengincar perusahaan Xukai?


__ADS_2