Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Kesialan Ying Hua


__ADS_3

Ying Hua berlari dengan cepat, dia bahkan melupakan jika dirinya sedang menggunakan high heels dengan tinggi 7 cm. Gadis itu hanya memikirkan bagaimana caranya kabur dari jeratan Lu Hongki, dia tidak mau berurusan lagi dengan Wang Chen tapi anehnya pria itu selalu mencari masalah dengan Ying Hua.


Ada apa dengan Wang Chen? Bukankah dia tadi bersama dengan Xiang Ri Kui? Kenapa dia menyuruh Lu Hongki lagi? Apa sebenarnya yang dia inginkan?


Ying Hua tanpa melihat kedepan tanpa sengaja menabrak seseorang, ketika ia melihat wajah orang itu Ying Hua berspekulasi bahwa hari ini adalah hari sialnya.


Sialan kenapa aku bertemu dengan Wang Wenxiao sekarang?!! Kenapa sih mereka selalu mengelilingi ku!


"Ying Hua? Apakah kamu baik-baik saja? Wajahmu terlihat pucat"


"Aish dia masih mengejar ku" Gumam Ying Hua yang terdengar oleh Wang Wenxiao


"Siapaa yang mengejar mu?"


Wang Wenxiao mengikuti arah pandang Ying Hua, dari kejauhan ia melihat sosok yang sangat dikenal nya. Wang Wenxiao pun menarik pergelangan tangan Ying Hua, mereka bersembunyi di gang sempit. Tubuh Wang Wenxiao merapat ke tubuh Ying Hua, Ying Hua panik dengan kedekatan mereka. Namun bisikan Wang Wenxiao membuat ia tersadar.


"Kalau kamu ingin selamat, kita berpura-pura bercumbu saja." Bisik Wang Wenxiao


Astaga si gila ini! Tapi memang lebih baik tidak ditangkap oleh Wang Chen, Wang Wenxiao masih bisa aku atasi.


Ying Hua mengangguk, wajah Wang Wenxiao sangat dekat dengan pipinya. Ying Hua dapat merasakan hawa napas Wenxiao menerpa pipi lembutnya, Ying Hua merasakan debaran hebat di jantungnya. Namun logikanya berbanding terbalik dengan debaran yang ia rasakan.


Ying Hua yang lama masih mencintai Wmag Wenxiao tapi aku tidak memiliki perasaan dengan pria ini. Cukup sulit untuk menanggung perasaan Ying Hua yang belum menghilang.


Wang Wenxiao cukup ahli dalam menempatkan lokasi mereka, kini mereka berdua seperti orang yang sedang bercumbu hebat di gang itu. Lu Hongki hanya melewati keduanya dan berlari lurus ke arah lain, setelah sosoknya menghilang Ying Hua dengan cepat mendorong dada Wang Wenxiao.


"Apa itu yang harus aku terima?" Tanya Wang Wenxiao kesal


"Yah...Aku tidak meminta bantuan mu sama sekali, kamu saja yang langsung menarik ku" Jawab Ying Hua ketus


"Kamu benar-benar ingin bermain tarik ulur denganku? Sudah aku katakan, aku tak akan tertarik Ying Hua"


"Baguslah jika kamu tidak tertarik, selamat tinggal"


Namun Wang Wenxiao menahan salah satu tangan Ying Hua untuk pergi. Ying Hua menatap pria itu dengan dingin, kedua kakak beradik Wang ini memang membuatnya semakin sakit kepala.


"Apa?!!" Kesal Ying Hua


"Aku hanya... khawatir denganmu setelah kejadian itu, apakah kamu baik-baik saja?"


Ying Hua terdiam sebentar, dia lupa jika Wang Wenxiao lah yang telah menyelamatkan dirinya di klub malam itu. Kini Ying Hua memang harus mengucapkan terimakasih kepadanya, pria ini telah beberapa kali menyelamatkan dia dari jeratan Wang Chen. Saat dia dibawa ke penthouse Wang Chen dan pulang berjalan kaki, pria ini ada disana. Saat dia hampir kehilangan sesuatu yang berharga di klub itu, pria ini juga ada disisinya dan saat ini dia hampir ditangkap oleh Wang Chen, sekali lagi Wang Wenxiao menyelamatkan nya.

__ADS_1


"Baiklah lepaskan tanganku dulu"


"Kamu akan kabur lagi"


"Aku tidak akan, aku juga ingin berbicara denganmu"


Perlahan Wang Wenxiao melepaskan tangannya, Ying Hua pun mendekati Wang Wenxiao dan menatap pria itu yang tinggi nya melebihi Ying Hua.


"Terimakasih"


"Haa?" Ungkap Wang Wenxiao terkejut


"Aku mengatakan terimakasih, terimakasih sudah menyelamatkan aku waktu di klub dan hari ini"


"Apakah dengan mengatakan ini aku akan tertarik denganmu? Jawabannya adalah..." Ucapan Wang Wenxiao dipotong oleh kalimat Ying Hua


"Ahh terserahlah, intinya aku berterima kasih."


Ying Hua beranjak dari sisi Wang Wenxiao kemudian ia menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah pria itu.


"Satu lagi...Aku tidak suka dengan kamu sampai Pluto ditemukan pun aku tak akan suka padamu"


Ying Hua pergi dari hadapan Wang Wenxiao yang masih linglung dengan perkataan Ying Hua. Dia tidak yakin bahwa wanita itu dengan cepat menghilangkan perasaan nya, Ying Hua pasti hanya ingin melakukan tarik ulur dengan dia.


Ying Hua kini berjalan memasuki YY entertainment, dia tak bisa menunggu mobil jemputan keluarga nya di luar, bisa saja Lu Hongki kembali dan menangkap dirinya. Jika dia berada di dalam itu lebih aman karena ramai dengan manusia.


Ying Hua kembali memasuki lobi YY entertainment, dia mengarahkan matanya untuk mencari tempat duduk. Ketika ia melangkah ke tempat duduk yang kosong, YangYang keluar dari ruang audisi dan menatap dirinya, Ying Hua merasa tidak nyaman ditatap seperti itu oleh seseorang.


Ying Hua dapat melihat para juri itu sedang mengobrol dan mulai beranjak pergi satu persatu, sepertinya audisi telah selesai. Ying Hua pun memainkan handphone nya sambil menunggu, ia bahkan tidak menyadari kini seseorang telah berdiri didepannya.


"Kamu tidak pulang?" Tanya YangYang


"Ahh astaga!!! Bisakah kamu bersuara ketika melangkah?!" Kesal Ying Hua


Apakah dia hantu? dia ini berjalan kok tidak bersuara sih


"Lucu" Gumam Yangyang


"Kamu mengatakan sesuatu?" Tanya Ying Hua


"Tidak ada, kamu tidak pulang?"

__ADS_1


"Aku sedang menunggu jemputan"


"Jiazhen?"


"Tidak, supir keluarga ku"


Dia memang manusia yang irit bicara sekali, pergilah dari hadapan ku Hush hush.


"Ayo pulang bersamaku"


"Hah?"


"Pulang bersamaku sebentar lagi akan menjelang malam, aku takut sesuatu terjadi denganmu lagi"


Kenapa pria ini baik sekali kepadaku yah? Setahuku di dalam novel YangYang tak pernah memiliki kepedulian kepada Ying Hua. Apakah YangYang salah memakan obatnya?


"Tidak perlu, aku akan menunggu saja"


"Baiklah, aku juga akan menunggu"


YangYang duduk disamping Ying Hua, Ying Hua hanya memutar bola matanya malas. Dia tak memiliki keinginan untuk dekat dengan pria misterius ini, dia takut jika pria ini memiliki latar belakang yang lebih tinggi dari keluarganya. Ying Hua juga tak berkeinginan memiliki romansa kepada salah satu pemeran pria dalam novel aneh ini.


Ying Hua melanjutkan permainan di handphone nya, dia bahkan tidak menyadari jika YangYang tak berhenti menatap dirinya. Ying Hua terlalu terlena bermain RPG yang sedang booming itu, dia bahkan tanpa sadar mengeluarkan suara tembakan dari mulut kecilnya. Semua itu dilihat dengan senyuman oleh YangYang.


Manis dan imut, tipeku. Pikir YangYang


Notifikasi panggilan tertera di handphone Ying Hua, ia menjawab panggilan dari supir keluarga nya. Ying Hua pun mematikan panggilan itu dan segera berdiri, YangYang pun mengikuti sosok Ying Hua yang keluar dari YY entertainment.


"Kamu bisa pulang, supir keluarga ku sudah disini"


"Baiklah, hati-hati dijalan Huaer"


Huaer? Kita tak sedekat itu bung, aku dan kamu hanya orang yang kenal saja. Hanya keluarga ku yang bisa memanggil nama imut itu hmmp


"Kita tak sedekat itu panggil saja Ying"


"Kalau begitu buat jadi dekat, kamu bisa memanggilku Yang Gege"


Sekarang di kembali cerewet, apakah dia bipolar? Sok akrab sekali. Kesal Ying Hua


Ying Hua tak menjawab dan memasuki mobilnya, dia benar-benar kesal hari ini karena mengalami kesialan. Dia tak perduli dengan pria bernama YangYang itu, lagipula dia dan Yangyang memang tidak dekat hanya kenal saja.

__ADS_1


Dia sangat mirip denganmu...xiao er


__ADS_2