Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Siapa Mao Xukai?


__ADS_3

Kabar Aming yang telah bangun membuat Ying Hua berlari cepat ke kamar tamu, dia pun mendekati Aming yang kini sedang bersandar di atas tempat tidur. Aming terlihat sangat lemah dan pucat, tidak seperti Aming yang biasanya menyebalkan.


"Aming!! Apakah kamu baik-baik saja? Dimana yang sakit? Katakan kepadaku jika masih ada yang sakit"


"Ya ampun nona saya ini baik-baik saja hanya perlu beristirahat beberapa hari. Jangan terlalu khawatir dengan saya, hal-hal seperti ini sudah sering saya dapatkan ketika pelatihan dulu"


"Aku hanya khawatir, kan karena aku kamu jadi seperti ini. Aku minta maaf"


"Nona...Ini bukan salah anda. Ini adalah salah saya yang tidak cukup kuat untuk menghadapi hal tersebut. Jadi jangan berpikir negatif lagi nona"


Ying Hua tersenyum kecil menatap Aming, beberapa lebam di wajahnya menimbulkan warna ungu menghitam. Pasti sangat sakit mendapatkan pukulan seperti itu, Aming benar-benar berjuang disampingnya selama ini.


"Nona...Bagaimana dengan nona Bing Bing?" Tanya Aming


"Oh dia berada di kamar tamu lainnya, dia masih belum sadar. Mungkin beberapa jam lagi, tapi Aming sebenarnya apa yang terjadi. Bagaimana kalian bisa kabur dari kejaran pasukan Wang chen dan bertemu dengan Mao Xukai?"


"Nona sstt sstt, jangan keras-keras menyebut nama pria itu. Dia adalah musuh bebuyutan bisnis tuan muda, jika tuan muda tahu dia berada di kota ini. Tuan muda akan mencarinya dan menantang tuan Mao"


"Kamu kenal Mao Xukai? Tidak... tidak ceritakan semuanya dari awal kepadaku"


Kilas balik Aming


Aming berjalan menyusuri hutan secara diam-diam, sosoknya masih mengikuti pasukan Wang chen yang menahan Bing Bing, wanita itu terus menggertak dan menjadi gila. Aming sebenarnya sangat ogah untuk menolong wanita tersebut namun perintah nona nya adalah mutlak.


Bing Bing berteriak kerasa saat rambutnya ditarik oleh seorang pria, pria lainnya mendekati Bing Bing dengan menyeringai. Gadis itu ketakutan, dia tahu apa arti tatapan lapar pria suruhan Wang Chen. Ternyata Wang Chen sangat pengecut dibanding yang ia duga, menggunakan cara kotor untuk membasmi dirinya. Padahal dia sudah siap untuk dibunuh dengan tikaman pisau ataupun senjata api.


Bing Bing masih memberontak walaupun pakaiannya sudah tercabik sebagian, disaat dia memejamkan matanya pasrah, seorang pria menghajar pasukan Wang Chen. Pria tersebut terasa familiar Dimata Bing-Bing, dalam sekejap mata pasukan Wang Chen dikalahkan oleh pria tinggi tersebut. Pria itu menghampiri Bing-Bing dan melepaskan pakaian luarnya untuk menutupi tubuh Bing-Bing, Bing-Bing tidak melepaskan matanya melihat wajah pria itu.


"Kamu?"


"Yah saya adalah asisten nona Ying, anda harus berterima kasih kepada nona saya nanti" Ungkap Aming dingin

__ADS_1


Aming mengangkat tubuh Bing Bing ala bridal style, Bing Bing masih linglung mendengar pernyataan pria itu. Ying Hua? Apakah Ying Hua yang itu telah menolong nya? Tapi kenapa gadis itu menolong dirinya yang merupakan musuh? Apa yang dipikirkan gadis aneh itu?


Tanda tanya terus berputar dikepala kecil Bing Bing, tanpa ia sadari Aming telah membawa dirinya untuk keluar dari dalam hutan. Namun tidak semuanya berjalan lancar, Aming tiba-tiba di tendang dari arah samping hal itu membuat tubuh Bing Bing terlempar dan kepalanya menghantam bebatuan. Bing Bing tak sadarkan diri, sementara Aming dihajar oleh beberapa pria yang tak dikenalnya, dia sudah berusaha melawan namun kekuatan dan keahlian mereka lebih tinggi daripada pasukan Wang Chen.


Disaat Aming mulai kewalahan sosok lain muncul dari kegelapan, sosok itu membuat Aming meruntuhkan kakinya. Siapa yang tidak kenal dengan Mao Xukai? Pembisnis wilayah barat yang terkenal akan kebengisannya terhadap lawan mereka, selama ini tuan muda nya mencoba menjaga keluarga mereka dari sosok iblis Mao Xukai. Hanya Aming yang tahu apa saja yang telah dilakukan pria ini kepada musuhnya, Mao Xukai pria yang tidak perduli bahwa korbannya adalah anak-anak ataupun wanita karena Aming sudah pernah melihat salah satu korban Mao Xukai yang mati didepan matanya.


"Berhenti" Suara barinton Mao Xukai membuat semuanya berhenti bergerak bahkan ada yang berhenti bernapas.


"Selamat siang tuan Mao"


"Ohh...Siapa dia Jianlin?"


"Siapa kamu?" Tanya Jianlin kepada Aming


"Dalam beberapa tahun saja anda sudah melupakan saya, padahal ingatan itu masih membekas pada kami semua tapi tidak pada anda" Jawab Aming


Mao Xukai hanya menatap datar Aming dan memberikan kode kepada anak buahnya untuk memukuli Aming kembali. Aming menggertakkkan giginya, dia mencoba melawan saat Bing Bing dibawa oleh si kacamata. Namun dia menghentikan tindakannya saat suara nona muda nya mendekati lokasi, ia membulatkan matanya saat nona mudanya berlari sambil membawa kayu. Dia benar-benar ingin memukul nona muda nya yang bodoh itu.


"Jadi kamu benar-benar kenal dengan orang itu? Bagaimana dia bisa memukuli mu tanpa alasan?" Tanya Ying Hua kaget


"Saya mengenalnya karena dia adalah rival bisnis tuan muda, sudah begitu lama saya tidak melihat sosoknya. Anda juga jangan terkejut jika dia memukuli orang asing ditengah jalan, itulah sifat tuan Mao. Siapa yang menyentuh miliknya maka kematian dan rasa sakit yang ia akan dapatkan"


"Apakah dia gila?!! Dia bahkan tidak bertanya kenapa kamu membawa seorang wanita atau kenapa kamu terluka, pria itu benar-benar kasar."


"Maka dari itu anda jangan berurusan lagi dengan Tuan Mao, jika tuan muda tahu dia akan memarahi anda"


"Apakah kakak benar-benar tidak menyukainya? Siapa yang lebih tidak disukai kakak keluarga Wang atau si pria kasar?" Tanya Ying Hua penasaran


"Tuan muda tidak suka keduanya tapi dia lebih tidak menyukai Tuan Mao."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Anda akan tau alasannya suatu saat nanti" Jawab Aming ambigu


Ying Hua mengerutkan kening nya, kenapa jalan ceritanya semakin tidak terduga. Di awal dia memasuki dunia ini, tiba-tiba muncul karakter yang tak pernah disebutkan yaitu Wang Chen. kemudian muncul kembali karakter Mao Xukai yang ternyata memiliki hubungan tidak baik dengan keluarganya, padahal di dalam novel cerita seperti ini tak pernah disebutkan. Apakah dia yang lupa atau novel ini yang penuh dengan hal tak terduga dan penuh misteri.


Setelah mengobrol dan merawat Aming, Ying Hua ingin kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Dia pun melirik ke pintu kamar tamu dimana sosok Bing Bing berada di kamar itu, Ying Hua menghampiri pintu tersebut dan membukanya. Dia dapat melihat Bing Bing yang duduk termenung di atas tempat tidur.


"Apakah kamu baik-baik saja? Bagaimana rasanya dikhianati oleh sahabat sendiri?" Sarkas Ying Hua


"Aku tidak ingin berdebat denganmu, aku ingin sendiri. Kamu bisa pergi"


"Kamu mengusir orang yang telah menyelamatkan mu? Ingat satu hal ini rumahku, tidak ada yang bisa mengusirku"


"Hahaha kamu benar, andai saja aku seperti kamu yang punya segalanya. Aku tidak akan berakhir seperti ini, berakhir seperti orang bodoh. Reputasi ku pasti sudah hancur seharusnya kamu tidak menyelamatkan ku sialan" Teriak Bing Bing dengan air mata yang terus mengalir


"Sama-sama" Jawab Ying hua


"Apa?"


"Aku tahu dari matamu bahwa kamu ingin mengucapkan terimakasih hanya saja harga diri dan ego mu terlalu tinggi, tidak masalah aku juga mempunyai sifat seperti itu. Lagipula kita ini sama, sama-sama jahat hanya perbedaan nya kamu tidak kaya dan aku kaya hahaha"


"Apakah menurutmu itu lucu? Yah kamu punya segalanya dan aku tidak"


"Ini bukan punyaku, tapi punya ayah dan ibuku plus kakakku. Aku masih merintis pundi-pundi uangku"


"Jangan berbohong, aku tau kakakmu selalu menyelamatkan mu. Aku tidak memiliki hal seperti itu, sama dengan Xiang dia memiliki seseorang yang bisa menyelamatkan nya"


"Siapa bilang kamu tidak memiliki orang seperti itu? Aku adalah orang yang menyelamatkan mu, bukankah kamu merasa ini tidak adil? Apakah kamu tidak ingin melakukan sesuatu kepada sahabat mu?" Goda Ying Hua


"Aku ingin tapi aku bisa apa, dia memiliki segalanya"


"Hei, kamu tidak lihat aku. Aku juga memiliki segalanya, aku bisa membantumu tapi kamu harus bekerjasama denganku. Aku sudah memaafkan semua sikap burukmu, jadi....bagaimana denganmu Bing Bing?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2