Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Masuk Ke Kandang Serigala


__ADS_3

Ying Hua mengikuti arah lokasi dimana kakaknya berada, ia harap tidak terjadi sesuatu dengan Ying Jiazhen. Bagaimanapun Ying Jiazhen merupakan salah satu orang yang menyayangi dirinya walaupun ia bukan Ying Hua yang asli.


Mobil yang dikendarai Ying Hua melaju kencang memasuki kawasan pinggir kota Luhan, Ying Hua mengerutkan alisnya saat berhenti di pinggir jalan. Ia tidak mengerti satu hal, lokasi yang ia tuju telah sampai namun tempat ini hanyalah pinggiran kota yang jarang dilewati.


Apakah mereka menipuku? Tidak ada gedung atau seseorang di tempat seperti ini.


Suara deringan handphonenya membuat Ying Hua terkejut dengan gugup dia mengambil handphone yang terletak tak jauh darinya. Saat melihat nomor penelepon, Ying Hua tanpa ragu mengangkat panggilan tersebut.


"Dimana kalian? Dimana kakakku?!!"


"Calon girl, kakakmu belum mati hanya mengalami kebiruan di beberapa bagian'


"Kamu ingin bercanda denganku? Sialan kalian!"


"Aku tidak suka wanita kasar" Ungkap Cukai dingin


"Aku juga tidak suka pria pengecut sepertimu"


"Menarik sekali, bagaimana kalau kita bermain petak umpat. Kamu yang jaga dan aku yang bersembunyi. Silahkan temukan aku di hutan belantara ini"


Panggilan dengan cepat dimatikan sebelum Ying Hua mengatakan apapun, Ying Hua ingin melempar handphone yang keluar namun ia urungkan saat melihat merek mahal handphone nya.


Ah menyebalkan! Apakah dia pria gila! Siapa sih sebenarnya pria ini? kalau ia musuh kakak pasti kakak sudah mati sekarang. Apa yang dia inginkan denganku?


Ying Hua membuka pintu mobil nya enggan, ia pun membawa handphone serta sebuah pena kecil. Jika ada musuh yang ingin menyerangnya, dia bisa menusuk orang itu berkali-kali lagipula ia tidak memiliki senjata ampuh selain pena ini.

__ADS_1


Ying Hua menghidupkan senter handphone nya, ia dengan mantap berjalan memasuki hutan belantara di depannya. Suara kicauan burung hantu serta gelapnya hutan membuat nyali Ying Hua menciut. Dia adalah wanita kecil dan sedikit lemah, yah hanya sedikit karena semenjak ia menjadi Ying Hua hidupnya yang tenang menjadi berisik. Tentu sebagai seorang wanita yang sedikit lemah, ia juga takut dengan hal-hal mistis. Ying Hua sangat membenci hantu ataupun jin, Ying Hua mencoba berpikir tentang makanan agar ia tidak takut.


TAK


"Ahh ahh jangan ganggu aku! Pergi sana kalian hantu!" Teriak Ying Hua


Ying hua tersadar dengan cepat ia melangkah memasuki hutan tanpa mengetahui seseorang tertawa karena tingkah nya.


Semakin lama hawa hutan yang ia injak semakin lembab, bahkan dirinya sulit bernapas karena aroma yang semakin tidak sedap untuk dihirup. Ying Hua berjongkok untuk beristirahat, ia tidak tahu telah berapa kali kecilnya berjalan melewati jalanan kasar hutan. Di saat dirinya akan berdiri,ia melihat Kilauan di balik semak-semak.Ying Hua dengan sigap menyiapkan pena nya, dia akan menusuk siapapun yang datang mendekati nya.


Rrrrrr


Sosok abu-abu bermata kuning keluar dibalik semak-semak di depannya, Ying Hua bergetar ketakutan hampir saja dia terduduk dan menjadi santapan serigala. Ying Hua berguling ke samping dan melemparkan beberapa batu yang ia dapat, serigala itu semakin marah dan berlari menuju Ying Hua dengan ganas.


Sosok pria dengan kemeja putih yang sudah tercampur aroma tanah dan darah terduduk lesu di ruangan remang-remang. Aura pria itu tak kalah dari pria yang kini duduk manis didepannya, pria itu menyeruput wine nya dengan senang sambil menatap pria berlumuran darah.


"Jiazhen...Sudah lama aku tidak melihat darahmu. Kapan itu yah? Apakah sejak saat itu?"


"Pembunuh" Jawab Jiazhen


Xukai melempar wine nya ke wajah Jiazhen, langkah beratnya mengitari tubuh Jiazhen yang telah babak belur berkat karya seni anak buahnya. Xukai menyeringai dan berkata "Mari kita lihat, apakah seseorang yang sangat kamu sayangi kali ini akan selamat. Aku juga ingin melihat tangisan mu, aku harap tangisanmu melebihi tangisan ku waktu itu"


"Apa maksudmu? Siapa lagi yang ingin kamu bunuh ha?!"


"Dia adalah wanita yang cantik dan manis seperti kelinci, karena dia kelinci seharusnya dia adalah buruan serigala bukan? Benar...Ying Hua"

__ADS_1


Mendengar nama adiknya disebutkan, Ying Jiazhen murka dan berusaha untuk bangkit dan meninju wajah Xukai'. Sayangnya anak buah Jiazhen bergerak lebih cepat dan memukul dirinya hingga ia kembali terkapar.


"Bagaimana rasanya berada dibawah Jiazhen?"


"Kamu tahu...Keluargaku tidak ada ikut campur dengan peristiwa beberapa tahun silam. Yah benar aku mencintai wanita itu tapi aku tidak berkerjasama dengannya, aku tidak tahu apapun Xukai. Masalahmu dengan pria yang lain bukan aku ataupun adikku "


"Sayangnya kamu berteman dan akrab dengan musuh ku, aku harus mendapatkan informasi darimu agar ia bisa jatuh"Jawab Xukai


Ying Jiazhen tetap diam, dia tidak akan mengkhianati temannya tapi keselamatan adiknya akan dipertaruhkan. Ying Jiazhen menatap dingin Xukai dan berkata mengejek "Dalam mimpimu, lagipula kamu pasti akan membunuhku setelah aku mengatakan nya. Aku tahu siapa kamu Xukai"


"Kalau begitu akan kupercepat, selembar tinggal kawan lama"


Xukai menarik pelatuk pistolnya perlahan, saat ia akan menembak suara hantaman pintu membuatnya terkejut dan spontan mengarahkan pistol ke arah suara tersebut.


Seorang gadis penuh warna merah pekat memasuki gubuk kumuh itu dengan tertatih-tatih, di bagian kaki kanannya terdapat luka yang cukup dalam akibat gigitan serigala yang ia lawan. Semua orang di dalam gubuk itu sangat terkejut ketika sang gadis melemparkan sebuah bola mata dengan iris kuning di lantai.


"Sudah kuduga itu kamu, Siapa kamu berani membunuh kakakku! Dasar pengecut, kamu hanya bisa menggunakan anak buahmu untuk melawan aku dan kakakku. Lihat aku membunuh anjing peliharaanmu"


Ying Hua menggertakkkan giginya untuk menahan rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya, ini benar- benar sakit...Kenapa ia harus menderita di dunia yang bukan miliknya ini? Terbersit di dalam benaknya untuk mencari jalan pulang dunia aslinya, lebih baik hidup melarat daripada hidup penuh misteri dan luka seperti ini.


Xukai menatap gadis kecil yang penuh dengan hawa permusuhan, tatapan nya pun jatuh ke sepasang mata redup yang meneteskan air mata. Ketika ia melihat mata itu dirinya teringat dengan seseorang yang pernah ia coba lindungi sekuat tenaga dan nyawanya.


Xukai berjalan perlahan mendekati sosok Ying Hua, teriakan Ying Jiazhen yang mencoba menahan Cukai tak terdengar. Kedua mata redup itu menantang mata dingin milik Xukai, Ying Hua tak memiliki tenaga untuk melawan dan bergerak dari tempatnya sekarang. Ia memejamkan matanya untuk menahan rasa sakit dari pistol yang dipegang oleh Xukai.


Bukan rasa sakit yang ia harapkan namun sebuah pelukan aneh dan asing ying Hua rasakan. Ying Hua mengerutkan keningnya bingung namun Ying Hua tak dapat menanam tubuhnya lebih lama lagi dan kegelapan pun menyambut dirinya.

__ADS_1


__ADS_2