
Ying Hua terbangun dengan wajah lelah, entah kenapa ia tidak bisa tidur nyenyak di tempat asing ini. Sebenarnya ia juga tidak ingin berlama-lama di tempat musuh tapi apa daya tubuh kakaknya tidak bisa digerakkan sekarang, dirinya pun juga tidak bisa berlari berkat kaki nya yang masih terluka oleh gigitan serigala. Ying Hua menghela napas lemah, bisakah dirinya beristirahat sejenak saja tanpa memikirkan semua pemeran novel gila ini?
CIIT
Decitan suara pintu membuat Ying Hua menolehkan kepalanya, ia melirik si pemilik rumah dengan tidak senang. Xukai mendekati Ying Hua dan menatap tajam kepada nya, entah kenapa Ying Hua merasakan aura tak bersahabat dari pria itu. Apakah dia mengalami kepribadian ganda?
"Kenapa kamu ada di kamarku pagi-pagi begini?" Tanya Ying Hua tak suka
"Ini rumahku, aku berkuasa disini"
"Benar, ini rumahmu...Jadi kenapa kamu masih mengunciku di tempat ini. Buang saja aku dan kakakku ke dalam hutan, aku bisa mengalahkan semua serigala yang kamu lemparkan kepadaku"
Xukai menyeringai dengan gesit ia mencengkram kedua pipi Ying Hua, Ying Hua terkejut dengan tindakan cepat Xukai sehingga dia tak dapat menghindar. Pipi nya sangat sakit berkat kekuatan yang diulurkan oleh tangan besar itu, sudah dia duga Xukai tidak semudah ia pikirkan. Pria ini masih menyimpan dendam dengan wanita lamanya, dan kini dia akan dijadikan sasaran empuk pembalasan dendam.
"Apakah kamu akan membunuhku sekarang?"
__ADS_1
"Kamu terlalu berisik" Jawab Xukai dingin
"Kamu terlalu dekat, bisakah jauhkan tangan kotor ini dari wajahku. Maaf saja wajahku sudah melakukan perawatan yang cukup mahal, aku tidak mau ini rusak"
"Dasar wanita sialan, aku bisa membunuhmu saat ini juga"
"Aku suka panggilan itu, kalau begitu bunuh aku. Aku juga tidak ingin ditempat aneh ini lagi"
Xukai mengerutkan keningnya saat mendengar pernyataan Ying Hua, mata wanita ini menunjukkan ketulusan dan kejujuran. Apakah dia benar-benar ingin mati? Kenapa wanita sialan ini ingin mati?
"Tidak semudah itu"
"Apa yang ingin kamu lakukan sekarang? Aku dan kakakku tidak bisa berada ditempat ini selamanya."
Xukai tetap diam tanpa menatap wajah Ying Hua, Ying Hua mengepalkan tangannya kesal. Apa yang harus ia lakukan sekarang?
__ADS_1
"Aku...Aku akan membalaskan dendammu kepada YangYang"
Xukai melirik Ying Hua sekilas sambil tersenyum remeh dan berkata " Caranya?"
"Bukankah aku mirip dengan wanita yang ia cintai, aku bisa mendekati nya dan melakukan hal yang pernah ia lakukan kepadamu seperti waktu itu. Bukankah dia mengirim wanitanya untuk menghancurkanmu? Bagaimana kalau kamu mengirimku kepadanya dan aku akan menghancurkan nya. Tenang saja dia sepertinya menyukaiku"
"huh... Rupanya kamu terlalu percaya diri dengan wajah itu. Bagaimana aku tahu jika kamu tidak mengkhianati ku?"
"Itu mudah, kamu bisa membunuhku seperti yang kamu lakukan dengan wanita itu bukan?"
Xukai mendorong dan menindih tubuh Ying Hua diatas tempat tidur, Ying Hua membulatkan matanya. Kenapa gerakan pria ini sangat cepat? Apakah dia belajar bela diri? Ying Hua tak sempat untuk menghindar sama sekali.
"Jaga mulut mu wanita"
"Aku hanya mengatakan fakta"
__ADS_1
Xukai semakin mendekati wajah Ying Hua, Ying Hua menahan napasnya saat Xukai membisikkan sesuatu ke telinga "Lakukan itu dan kamu mati"
Xukai kemudian menjauh dan melangkah keluar dari kamar Ying Hua, Ying Hua mengerutkan keningnya tak mengerti dengan ucapan Xukai. Jadi pria itu ingin dia melakukannya atau tidak?