Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Hari Sial


__ADS_3

Ying Hua yang awalnya terkejut kini menyeringai, akhirnya pemeran utama muncul yah seharusnya dia lah yang diperebutkan dalam kejadian ini. Ying Hua ingin Xiang menggantikan tempatnya sekarang namun entah kenapa pergelangan tangannya masih terasa sakit.


Hey bung...wanita kesukaan mu disini, bisa lepaskan aku sekarang?!!


"Wang Chen? Ying Hua?"


Xiang Ri Kui keluar dari lift, melihat hal itu kegembiraan meluap di wajah Ying Hua. Ia mulai memberontak untuk melepaskan diri dari Wang Chen, namun pria ini masih saja tidak mau melepaskan nya. Haruskah ia menyadarkan pria tengik ini jika wanita yang ia cintai sedang menatap mereka berdua?


"Xiang...Sedang apa kamu disini? Aku kira kamu ada jadwal pemotretan?" Tanya Wang Chen tapi mata nya mengarah tajam ke asisten Xiang- Nian


Oho sepertinya Wang Chen ini tipe penguntit, dia bahkan tahu semua jadwal itu dari asisten Xiang bukan? Lihatlah mata nya yang jelek itu ke arah mana...Huuu pria ini sangat menakutkan, aku tidak ingin punya pacar seperti dia nanti. Aku benci pria posesif. Batin Ying Hua


"Ahh...itu...a..aku ada urusan sebentar disini. Bagaimana dengan kamu Chen? Kenapa kamu bersama kak Ying?"


"Aku ada urusan dengannya, kamu bisa menunggu di mobil ku. Hongli akan mengantarmu" Jawab Wang Chen datar


Wang Chen kembali menarik tangan Ying Hua, Ying Hua mencoba meminta pertolongan kepada Aming dari matanya. Aming yang sudah terbebas segera menghalangi jalan Wang Chen.


"Minggir" Ungkap Wang Chen dingin


"Maaf tuan Wang, tapi anda membawa nona kami tanpa seizin nya. Ini nama nya pemaksaan, keluarga Ying tidak akan membiarkan hal ini"


"Hah...Minggir"


"Wang Chen!" Teriak Wang Wenxiao


Kini Wang Wenxiao mendekati posisi Ying Hua, Ying Hua berdecak sebal. Dia merasa di situasi sebagai pemeran utama, dia bahkan tidak tertarik tentang mengubah jalan cerita, yang dia inginkan hanya mencapai impiannya tapi kenapa banyak serangga seperti ini disekitarnya. Haruskah dia bunuh mereka secara diam-diam?


"Lepaskan Nona Ying, aku sudah memperingatkan mu. Jika kamu masih mengganggunya aku akan melakukan rencana ku seperti keinginan ayah"


Wang Chen membalikkan tubuhnya dan menatap mata Wang Wenxiao penuh amarah, disisi lain Ying Hua yang tidak ingin berada di situasi tersebut tetapi dirinya harus terjepit ditengah-tengah kedua saudara Wang.


Hallo...apakah tidak ada yang memperdulikan keadaan ku? Kenapa aku harus meladeni dua mahkluk ini!!!


"Lepaskan dia kalau kamu masih ingin perusahaan Wang itu" Ungkap Wang Wenxiao

__ADS_1


"Kalau begitu coba saja ambil dariku, aku ingin tahu seberapa besar ambisi seorang Wang Wenxiao yang selama ini hanya menjadi pesuruh"


"Aku tidak main-main Chen"


"Tentu saja aku juga tidak main-main Tuan Wang"


"Ehem...ehem...bisakah kalian sedikit mundur? Aku tahu tubuh kalian tinggi dan bagus tapi aku merasa sangat kesulitan bernapas dan tolong lepaskan tanganku Tuan Wang!! jika anda masih semena-mena dengan saya. Saya bisa menuntut Anda atas pelecehan seksual didepan umum"


Ying Hua melihat ekspresi wajah Wang Chen yang meremehkan nya, Wang Chen pun melepaskan Ying Hua dan berjalan menuju sosok Xiang Ri Kui. Kini tangan Wang Chen menggenggam tangan Xiang Ri Kui, mereka berdua pergi memasuki lift dan menghilang dalam sekejap mata tanpa sepatah katapun.


Wahh... benar-benar pyscho, makan apa mama nya dulu pas hamil dia! Benar-benar menyebalkan!


"Apakah kamu baik-baik saja Huaer?" Tanya Wenxiao


Ying Hua segera menghindar saat tangan nya ingin disentuh oleh Wenxiao, Ying Hua pun melenggang pergi tanpa melihat ke belakang sama sekali.


"Aishh...hari ini adalah hari sial, benar hari sial kenapa aku harus bertemu dengan dua orang itu!! Aishh!!"


"Nona Ying jika anda marah-marah di depan umum, anda akan dianggap sebagai orang gila"


"Yah Aming!!! Kamu...kalau kamu masih saja tidak becus melindungi ku...aku akan memecat mu dengan mulutku sendiri, aku tidak akan peduli dengan perkataan kakakku. Ingat itu baik-baik!" Bentak Ying Hua


"Tckk...saat ada para pemeran pria dia bersikap sok polos tapi saat denganku dia bersikap superior. Ada apa dengan penulis novel ini? Seharusnya dia tidak menciptakan rubah ini"


"Wang Chen...Wang Wenxiao...satu lagi pria yang sangat menyebalkan YangYang, bagaimana seorang Ying Hua bisa memiliki hubungan rumit dengan ketiga orang ini? Haruskah aku mencari tahu nya? Aishh...tapi aku hanya ingin menjadi idol saja, kapan lagi aku bisa jadi orang kaya begini"


"Ying Hua!!! Ayo turun.. kamu kedatangan tamu" Teriak ibunya dari lantai bawah


"Siapa lagi yang datang menganggu hari sial ku ini?"


Ying Hua melihat dirinya di cermin, dia hanya menggunakan hot pants pendek hitam dan baju rajut yang menampilkan perut mulusnya. Ying Hua berpikir yang datang adalah sutradara iklan ternyata ia berpikiran sempit. Saat dia turun ke bawah, dia akan melakukan ritual pengusiran setan nanti malam.


Bagus sekali sekarang ada YangYang!! Wah hari yang indah sekali...hari ini aku ingin tenggelam saja. Apa yang dia lakukan disini?


" Huaer!! Kenapa kamu memakai pakaian seperti itu!! Cepat ganti!" Teriak ibunya

__ADS_1


"Ahh ibu kan aku tidak telanjang lagipula dia teman kakak, tidak akan terjadi hubungan apa-apa dengan kami" Jelas Ying Hua


Ibu nya hanya bisa menghela napas dan pergi ke dapur, Ying Hua pun mendatangi YangYang dan duduk santai di depannya. Ying Hua menatap YangYang yang tersenyum manis, dia selalu berpikir apakah pria ini tidak capek tersenyum terus?


"Ada apa?" Tanya Ying Hua cuek


"Aku datang untuk pekerjaan"


"Pekerjaan?? Bukankah sebelum itu anda harus mengatur jadwal dengan asistenku? Aku tahu bahwa kamu adalah teman kakakku tapi sopan santun juga harus ada tuan YangYang"


"Ahh begitu...tapi aku sudah mengatur jadwal mu dengan Aming, kita punya rapat hari ini, tempat ini dan waktu ini."


"Jangan membohongi ku"


"Kamu bisa melihat jadwal mu dari Aming, apakah kamu tidak melihatnya?" Tanya YangYang


Ying Hua mengambil telepon yang berada di atas meja, dia pun memencet nomor Aming yang sudah dihapalnya.


"Aming...katakan kepadaku apakah aku memiliki jadwal pertemuan jam ini?"


"Hmm..sebentar aku periksa terlebih dahulu, ah....iya nona anda memiliki pertemuan dengan Tuan YangYang."


"Bukankah seharusnya itu bisa lusa atau kapan saja, perasaan aku baru berbicara dengan nya tadi di kantor kakakku. Kenapa kamu mengatur jadwal ku seenaknya?!!" Teriak Ying Hua


"Ahh telinga saya jadi sakit jika nona berteriak seperti itu! Lagipula ini permintaan tuan YangYang, nona... ingat dia lah yang akan membuat musik video anda, seharusnya anda yang menyesuaikan jadwal dengannya. Saya matikan, sampai jumpa nona"


"Yah hei!! Yah..sia.... akhh"


"Apa lihat-lihat!" Kesal Ying Hua kepada YangYang


Tiba-tiba punggung Ying Hua dipukul oleh ibunya, Ying Hua berteriak kesakitan dan menatap ibu nya dengan sedih.


"Yah anak nakal, kenapa kamu berteriak seperti itu kepada tamu kita! Apakah aku pernah mengajarkan mu tidak sopan seperti itu!"


"Ibu...." Ungkap Ying Hua memelas

__ADS_1


"YangYang sudah meluangkan waktunya untukmu, jadi bersikap lah menjadi gadis baik. Jangan berteriak lagi!" Teriak ibu nya


"Ibu sendiri berteriak" Gumam Ying Hua


__ADS_2