Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Pertunangan


__ADS_3

Ying Hua POV


Aku terdiam di kamar sambil menatap langit-langit kamar, asing bagiku di tempat ini. Aku sudah melakukan segala yang aku bisa untuk mempertahankan nama keluarga Ying tapi segalanya semakin sulit untuk aku mempertahankan keluarga ini. Semakin aku maju semakin banyak rintangan yang harus aku lalui.


Ying Jiazhen belum juga menampakkan batang hidungnya sejak kejadian dengan Xukai, ada apa dengan pria itu? Apakah dia sudah menyerah? Aku tahu mental nya pasti tidak stabil sekarang hanya saja kenapa begitu lemah? Aku yang selama ini hidup tidak seperti dia, bahkan aku harus melawan serigala gila milik Xukai.


Jika bisa kembali ke dunia asalku, aku ingin kembali. Keluarga ini memang hangat namun keadaan diluar keluarga ini sangatlah panas, jika aku salah melangkah aku bisa mati. Jika aku mati bisakah aku kembali ke tempat asalku?


Banyak sekali pertanyaan di benakku, alur cerita memang sudah melenceng sejak aku datang ketempat ini. Sekarang nyawaku berada di tangan Antagonis...jika aku pertemukan Xukai dengan Xiang Ri Kui, Apakah Xukai akan mengalihkan pandangannya dariku ke wanita itu? Haruskah aku mencobanya?


Aku menulis kembali semua taktik yang ada di kepalaku, diantara semua pemeran tokoh di novel ini tak ada yang bisa membela atau membantuku. Aku harus berdiri sendiri untuk bertahan hidup sekarang, walaupun aku hanyalah manusia biasa pasti ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk menghasilkan kekayaan.


Menjadi artis tidak membuatku kekaya secepat itu karena citraku sudah kembali turun, aku tak memiliki bakat apapun selain semangat hidup. Ahh...mengapa aku dulu tidak belajar hacker saja seperti cerita-cerita yang lain atau bakat bela diri tingkat atas dan sebagainya. Kenapa aku terlahir menjadi manusia tak berguna seperti ini sih?!!


Suara ketukan pintu mengalihkan semua pemikiran sulit ku, aku mempersilahkan orang itu masuk. Terlihat ibu ku yang memiliki wajah lesu mendekat ke tempat tidurku, aku tahu apa yang sedang dialami ibu sekarang.


"Huaer kamu belum tidur?"


"Ibu...Aku...Kesulitan tidur. Bagaimana dengan kakak? Apakah dia masih belum keluar?"


Ibu ku menggelengkan kepalanya lemah, anak itu membuat wanita baik ini menjadi susah. Aku menghela napas lemah, tiba-tiba ibuku memeluk diriku dengan erat. Pelukan hangat ini sangat menenangkan, aku ingin berlama-lama di dalam pelukan ibu yang sebenarnya bukan ibuku.

__ADS_1


"Semuanya akan baik-baik saja, maafkan ibu dan ayah karena tidak bisa melindungi kalian dengan baik"


"Tidak...Ini semua bukan karena ayah dan ibu. Ini semua karena mereka yang selalu membuat masalah dengan kita"


"Benar...Huaer...Jika ada sesuatu yang bisa menyelamatkan keluarga kita...Apakah kamu akan melakukan nya demi keluarga ini?"


Aku terdiam, apa maksudnya dengan pertanyaan itu? Apakah keadaan keluarga sedang sulit?


"Apakah sesuatu terjadi di perusahaan?"


"Hah...kita kehilangan beberapa investor besar secara tiba-tiba. Ibu dan ayah tidak mengerti dengan apa yang terjadi? Apakah Jiazhen memiliki musuh yang tidak kami ketahui? Selama ini hanya keluarga Wang yang ingin membuat kita jatuh"


"Investor? Apakah ayah tidak bisa menarik mereka kembali Bu?"


"Sayangku jangan menangis, ini semua sama ayah dan ibu"


Ibuku semakin erat memelukku, aku semakin menangis karena hal itu. Aku tidak tahu harus berbuat apalagi, Xukai terlalu kuat untuk kujatuhkan. Apa yang bisa aku lakukan untuk menjatuhkannya? Apakah aku harus membuat dia berada disisi ku? Benar...Tidak ada cara lain. Satu-satunya cara yang bisa aku lakukan adalah membuat lawan berada di sisiku, aku harus membuat Xukai jatuh cinta kepadaku.


"Ibu... sebelumnya apa maksud ibu dengan aku harus membantu keluarga?"


"I..Itu...Jika ayah dan ibu memberikan pertunangan kepadamu dengan seseorang. Apakah kamu akan melakukannya? Ibu hanya bertanya saja"

__ADS_1


"Per...pertunangan? Tapi aku...aku belum mencapai segalanya bu. Apakah kita benar-benar tidak bisa menyelamatkan perusahaan? Kenapa harus aku? Kenapa tidak kakak saja yang bertunangan dengan wanita kaya"


"Huaer!! Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu tentang kakak mu! Ibu tidak memaksa kamu untuk bertunangan"


"Ibu tak memaksa tapi keadaan memaksa ku bukan? Apakah kita tidak bisa jadi orang biasa saja?"


"Huaer tatap ibu...Jika kita menjadi orang biasa itu memang lebih baik hanya saja semua orang akan mencaci kita. Apakah kamu bisa melanjutkan karir mu menjadi artis dengan semua cacian itu? Ibu sudah sering melihat para artis mati karena komentar jahat mereka. ibu tak ingin mental mu juga seperti para artis itu, ibu hanya ingin yang terbaik untuk kalian."


"Pertunangan itu dengan siapa?" Jawabku lesu


"Kamu akan tahu esok pagi, jadi tidurlah dan persiapkan dirimu"


Aku memejamkan mataku sambil memeluk tangan ibu. Aku tidak punya jalan lain, aku masih ingin menyelamatkan keluarga ini. Jika pertunangan harus dilakukan, aku harus tahu siapa orangnya? Jika bukan orang yang kuat seperti Xukai, aku akan menjalankan rencana ku untuk menjadikan Xukai kekasihku.


...----------------...


Keadaan di pagi hari sangat ricuh, para pelayan terus melakukan berbagai hal kepadaku. Berdandan, memilih baju, memilih perhiasan, dan sebagainya. Aku hanya pasrah diperlakukan sebagai boneka yang harus dipercantik. Aku melirik ke arah ibu yang kini duduk di sofa kamar, ibu terus tersenyum melihat diriku. Apakah orang yang akan bertunangan denganku adalah orang yang sangat luar biasa hingga membuat ibu tersenyum seperti Joker?


Setelah semua persiapan selesai, aku keluar dari kamar. Aku menatap pintu kamar Jiazhen dengan kesal, pria itu bahkan di hari ini tidak keluar kamar. Ibu mengatakan Jiazhen masih perlu istirahat jadi aku tidak boleh mempersulitnya. Siapa yang mempersulit siapa? Karena langkah yang dia ambil, aku yang harus dipersulit disini.


Aku berjalan menuruni tangga dengan ibu, aku melihat ayahku yang duduk didepan seorang pria. Aku melihat punggung pria itu sedikit familiar, aku menggelengkan kepalaku cepat. Tidak mungkin orang itu yang melamar ku? Tidak mungkin bukan?

__ADS_1


Saat aku sampai di ruang tengah, aku dapat melihat dengan jelas siapa pria itu. Wajah itu tentu saja tak akan terlupakan, Apakah aku sekarang mendapatkan pertolongan dari Tuhan?


"Hallo nona Ying, perkenalkan saya..."


__ADS_2