
Memasuki kantor Xukai, telapak tangan Ying Hua tak berhenti untuk berkeringat dingin. Pemikiran negatif selalu mengitari kepalanya, siapa yang bisa berpikir positif jika menyangkut antagonis novel ini. Apakah hari ini adalah kematian nya? Jika dia mati bisakah dirinya kembali ke dunia asli?
"Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Xukai yang sudah duduk di singgasana nya
"Ha? Tidak ada"
"Wang Chen, kamu memikirkan pria itu?"
"Ti...Tidak! Otak ku akan terinfeksi jika memikirkan wajah menjijikan itu."
Dibawah tatapan dingin Xukai, Ying Hua tanpa henti mengelap telapak tangannya yang terus berkeringat. Ia bahkan tak berani menatap pria itu dan terus menundukkan kepalanya, Ying Hua merasa suasana ruangan ini begitu dingin membuat ia menggigil tanpa henti.
"Baiklah, aku akan membalaskan dendamu tapi dengan caraku. Kamu tidak boleh ikut campur"
__ADS_1
"Kenapa? Aku adalah korbannya, seharusnya aku..."
"Kamu tidak memiliki kemampuan itu, kamu masih berhati lembut. Aku yakin kamu tidak akan sanggup menampar pria busuk itu, apakah aku benar?" Tanya Xukai dingin
Ying Hua meneguk ludahnya kasar, sebenarnya apa yang dikatakan Xukai tidak sepenuhnya salah. Yah, dia masih memiliki hati yang penuh keraguan untuk menghajar ataupun mencelakai seseorang. Ia hanyalah wanita yang terlahir di keluarga biasa dan menjalani kehidupan biasa tak pernah dirinya melakukan tindakan kasar kepada siapapun. Memikirkan perkataan Xukai telah membuka kesadaran Ying Hua bahwa selama ini dirinya terlalu lemah dan selalu bergantung dengan seseorang ataupun keadaan, ia bahkan tidak pernah melakukan segalanya dengan otak sendiri seperti ia bergantung kepada keluarganya dan Xukai.
"Sepertinya kamu sadar bahwa kamu lemah, awalnya aku mengagumi karena berhasil melawan binatang buasku tapi itu hanya alarm bertahan hidupmu sementara hati dan otakmu tak mampu melakukan segalanya sendiri."
"A..A..Aku..."
"Aku memang tidak bisa melakukan seperti yang kamu lakukan, jika balas dendam mu dalam tindakan maka aku akan...membuat balas dendam dengan mental. Aku...Aku akan mengukir namaku di negeri ini sehingga semua orang menyukaiku, mempercayaiku dan tidak berani menggangguku, aku akan meraih kekuasaan ku sendiri sehingga mereka tidak bisa menyentuhku seujung rambut pun."
Keheningan Xukai tidak membuat Ying Hua gentar, ia harus mempercayai dirinya sendiri bahwa ia tidak takut menghadapi mereka. Ia percaya dirinya mampu melakukan semua itu, setiap orang memiliki tindakan berbeda dalam membalas dendam tapi ia tak bisa memungkiri bahwa ia lemah dan tak akan sanggup melakukan tindakan keji kepada manusia lainnya walaupun mereka hanya karakter fiksi.
__ADS_1
"Terserah kamu, Wang Chen itu akan menggunakan balas dendam ku. Apakah kamu keberatan?"
"Hmm...Apakah kamu akan membunuhnya?"
"Menurutmu aku hanya bisa membunuh? Aku juga bisa seperti kamu, aku bisa membalas dendam dengan mental."
"Aku mengerti, kenapa tidak aku saja yang..."
"Jangan membantah, aku yang akan melakukannya" Final Xukai
Ying Hua menganggukkan kepalanya, jika Xukai sudah keras kepala apa yang bisa ia lakukan. Ia hanya menyetujui permintaan pria itu tapi dirinya merasa sedikit penasaran. Apa alasan Xukai ingin membalas Wang Chen? Apakah dia punya masalah lain dengan pria itu? Atau...Xukai ingin membalaskan dendam nya? Ying Hua meyakini alasan pertama bahwa pria itu punya permasalahan internal dengan Wang Chen.
Berbeda dengan pemikiran Ying Hua, Xukai menyeringai dalam. Di dalam hatinya tersimpan kalimat mengerikan untuk seseorang
__ADS_1
"Bermain dengan wanitaku, kamu akan mati Wang Chen"