Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 32 (S2)


__ADS_3

Setelah beberapa detik Ying Hua mendapatkan data lawan mereka dan dia langsung memperlihatkannya kepada Xukai " Sepertinya musuh mu sudah bergerak, apa yang akan kamu lakukan?"


Xukai menatap dingin foto lawannya dan menyeringai " Bukankah kita juga bergerak sekarang, serang dia"


Ying Hua tersenyum kecil dan menjawab "Kamu harus membayarku dengan makanan"


"Tentu saja, apapun untukmu"


Jianlin dan Aming saling menatap heran, Aming merasa ingin muntah sementara Jianlin merasa terkejut dengan perkembangan mereka. Mereka bergerak sangat cepat dan sudah saling mempercayai, apakah kedepannya dia akan melihat gaun putih dan tuxedo? Dia tak sabar menunggu hal itu.


---


Disisi lain, seorang pria melempar laptop yang ia gunakan ke lantai. Dia geram dengan tindakan yang dilakukan oleh orang lain, bagaimana mereka bisa kembali mengambil data yang sudah susah payah ia lakukan dan kemudian mereka menyerangnya. Dia bahkan tidak bisa masuk kembali untuk mendapatkan data si penyerang, pria itu melirik takut ke sudut ruangan. Disana terlihat seorang pria berjas sedang menghisap rokoknya di antara kedua jarinya, tatapan dinginnya menghunus kearah dia berdiri sekarang.


"Ma...Maafkan saya tuan, me...mereka memiliki orang yang sangat pintar dalam bidang ini. Saya sudah berusaha untuk mendapatkan data mereka ta...tapi mereka berhasil membuat penghalang dan mengirimkan virus ke..perusahaan tu..tuan"


Pria itu menunduk takut setelah berbicara, tiba tiba dia berteriak kesakitan karena sebuah rokok ditekan ke telapak tangannya, panas api dari ujung rokok itu membuatnya berlutut dan memandang takut ke arah pria didepannya.


"Aku membayarmu bukan untuk ini, bereskan dia"


"Baik tuan"


"Ti..tidak tuan! Tolong saya tuan! Tuan! Akhh"


Darah merah hampir mengalir menuju sepatunya, pria berjas itu melirik malas. Dia membayar mahal orang ini dan ini yang dia dapatkan, tapi bagaimana bisa perusahaan orang itu berhasil mengembalikan data yang diambil dan menyerangnya kembali.


"Tuan..perusahaan kita dan data-datanya" Ungkap seorang bawahan takut


"Biarkan, sepertinya dia juga sudah bergerak secara terang terangan"

__ADS_1


Suara langkah kaki seseorang terdengar jelas dan menarik perhatian, menciptakan getaran yang mengisi ruangan dengan aura kepercayaan diri yang tak terbantahkan. Seorang wanita berpakaian seksi memasuki ruangan yang diselimuti aroma darah, ia menatap pria berjas kesal dan berkata "Apakah kamu membunuh lagi? Daripada melakukan hal ini masih banyak hal yang harus dilakukan! Aku tidak bisa menghubungi Xukai beberapa hari ini bahkan aku tidak boleh masuk ke perusahaan lagi. Apa yang harus aku lakukan!"


"Berisik, tetap lakukan sesuai rencana"


"Yangyang! Apakah kamu akan membunuh Xukai? Aku tidak setuju dengan hal itu dari dulu, aku mengikuti rencanamu karena kamu mengatakan akan memberikan Xukai kepadaku, kami berdua akan pergi keluar negeri dan hidup tenang. Kamu sudah menjanjinkan hal itu" Ungkap Shishi


Mata Yangyang berkilat seperti pisau yang tajam, mencerminkan niat jahat yang tersembunyi di balik senyumnya yang mengerikan. Suara desisan meluncur dari bibirnya yang terkuncup, memenuhi ruangan dengan kehadiran yang mengancam dan menimbulkan ketakutan di hati siapa pun yang mendengarnya.


"Ingat siapa kamu, beraninya rendahan seperti kamu mengancamku. Aku bisa membunuhmu saat ini juga"


Tubuh shishi menggigil dalam ketakutan yang melumpuhkan, ketika suara ancaman itu merasuki telinganya dan menciptakan rasa ketidakberdayaan. Darahnya membeku, merasakan sensasi dingin mengalir melalui urat nadinya, saat ancaman itu mengintai di balik bayang-bayang yang mengancam. Napasnya tersengal-sengal, takut akan apa yang akan terjadi, seperti dalam keadaan yang membelenggu, tidak mampu melawan atau melarikan diri dari ancaman yang menghadang.


Kehadiran Yangyang diisi dengan aura yang mencekam, membuat atmosfer ruangan berubah menjadi tegang dan membuat siapa pun yang berada di sekitarnya merasa terancam. Setiap langkahnya yang mendekati Shishi memberikan dentingan ringan yang memenuhi ruangan, menyiratkan kehadiran yang elegan dan memikat. Yangyang mendekati telinga Shishi dan berkata "Jika ingin hidup lakukan perintahku atau aku akan membunuh kamu dan pria yang kamu cintai itu"


Mata Shishi terbelalak, pupilnya melebar, mengekspresikan ketakutan yang begitu dalam, seperti terperangkap dalam jebakan yang tidak ada jalan keluarnya. Shishi hanya bisa menunduk ketakutan mencoba menyembunyikan degup jantungnya yang berdetak kencang.


Yangyang melangkah pergi meninggalkan Shishi dan pria yang berdarah di dalam ruangan gelap itu.


---


Kerutan di dahi Ying Hua terbentuk, menggambarkan kebingungan yang memenuhi pikirannya. Matanya menyapu arah dapur dengan pandangan takjub yang mencari jawaban. Dia melihat Xukai menggunakan celemek merah muda dan sedang memasak, jadi pria itu benar benar memasak makanannya selama ia sakit.


"Aku sangat terkejut setiap melihat perubahannya" Ungkap Ying Hua


"Saya juga nona" Balas Jianlin


"Apakah dia menyukaiku? Tapi kenapa dia menyukaiku?" Tanya Ying Hua


"Apakah nona tidak menyukai tuan saya? Lalu kenapa nona masih ingin membantu tuan balas dendam?"

__ADS_1


"A..aku tidak membantu kami hanya bekerjasama, yah lagipula aku merasa harus bekerjasama dengannya. Padahal aku..."


Ingin balas dendam karena dia selalu mengancamku, tapi apakah aku bisa mempercayainya? Ahh lupakan saja, aku tidak punya pegangan di dunia ini. Mari kita peluk paha besar nya, jika dia berkhianat aku hanya perlu membalaskan?


Xukai sedang sibuk dengan apa yang ia lakukan tanpa tahu bahwa dia menjadi topik pembicaraan keduanya di ruang makan, Xukai kali ini ingin memasak Kepiting Lada Hitam (Black Pepper Crab): Kepiting digoreng dengan saus lada hitam yang kaya rempah, memberikan rasa pedas dan aromatik yang khas. Udang Kung Pao (Kung Pao Shrimp): Udang digoreng dengan saus kacang, lada Sichuan, dan bawang putih, menciptakan perpaduan pedas dan manis yang lezat. Dan Ikan Asam Manis (Sweet and Sour Fish): Potongan ikan digoreng dengan tepung, kemudian disajikan dengan saus asam manis yang segar, memberikan kombinasi rasa yang seimbang.


Pandangan Xukai fokus saat ia mencampurkan bumbu-bumbu dengan hati-hati, seolah-olah menari dengan bahan-bahan tersebut untuk menciptakan harmoni cita rasa yang sempurna.Saat pisau membelah daging dengan keahlian yang terampil, terdengarlah suara memukau yang serupa dengan irama sebuah simfoni.


Aromanya yang menggoda memenuhi ruangan saat bawang merah dipanggang dalam mentega cair, mengirimkan sinyal kebahagiaan di udara. Ying Hua meneguk ludahnya saat mencium aroma ini, dia menatap takjub ke arah dapur. Bagaimana bisa seorang karakter novel diberikan kesempurnaan dalam berbagai bidang?


Setelah semuanya selesai, Xukai menyajikan setiap masakannya di meja. Ying Hua melihat semua masakan tersebut adalah kesukaannya. Xukai pun mengambil setiap masakannya di piring dan memberikannya kepada Ying Hua, setelah menggigit pertama kali, rasa lezat itu membanjiri lidahnya dengan kenikmatan yang tak tergambarkan. Aroma rempah-rempah dan cita rasa gurih menyatu sempurna, membawanya ke dalam dunia rasa yang belum pernah ia alami sebelumnya.


"Bagaimana kamu bisa memasak sebagus ini?" Tanya Ying Hua


"Aku hanya mengikuti tutorial memasak, aku belum pernah memasak sebelumnya"


Wah dia adalah bakat sesungguhnya, hanya satu kali dia langsung bisa. Benar benar tidak adil


"Lalu, bagaimana kamu bisa memiliki bakat itu?" Tanya Xukai tiba tiba


Ying Hua tersedak, dia lupa bahwa dia mengungkapkan rahasia bakatnya. Dia melakukan hal itu karena tertantang dengan lawan yang memiliki bakat yang sama dengannya, sepertinya tubuh ini menyukai bidang seperti itu. Dia hanya bergerak sesuai yang diinginkan tubuh Ying Hua.


"Sudah lama, ini bakat asliku. Kenapa? Apakah kamu ingin memanfaatkan bakatku?"


"Tidak, itu bagus. Kamu bisa melindungi dirimu dengan bakat itu"


Ying hua meletakkan sendoknya, dia pun menatap Xukai menyelidik.


"Aku ingin bertanya, kenapa kamu berubah? Apakah ada sesuatu?"

__ADS_1


"Ini aku tidak ada yang berubah"


"Tidak mungkin, kamu selalu menyalak dan mengancamku sejak aku di rumah sakit kamu sangat baik dan bersikap lembut. Apakah...tidak mungkin kan? Apakah kamu menyukaiku?" Tanya Ying Hua


__ADS_2