
Sutradara Gu mencari sosok Wang Wenxiao namun tak menemukannya sama sekali, Ying Hua bahkan juga ditanya mengenai sosok Wang Wenxiao yang menghilang. Ia pun berdeham dan memberitahu arah mana wang wenxiao pergi saat bei melihatnya.
“Terakhir kali saya mengambil adegan, saya melihat sosoknya sekilas pergi ke arah sana sutradara gu. Mungkin saja tuan wang sedang mencari udara segar” Ungkap Ying Hua
“Ahh baiklah, terimakasih dan berhati-hatilah saat pulang. Aku permisi”
Ying Hua menganggukan kepalanya, dia yakin Xukai pasti sedang melakukan hal buruk kepada Wang Wenxiao. Apa yang telah dilakukan Wang Wenxiao hingga menyinggung Xukai?
Aku harap Xukai tidak berencana membunuhnya, jika sampai itu terjadi…apakah dia masih tetap xukai yang sama dengan di novel?
...----------------...
Ying Hua kembali ke rumahnya bersama Aming, dia meninggalkan Xukai di lokasi syuting tanpa memberitahunya. Ying Hua menatap langit-langit kamar dan menyadari bahwa dirinya sudah menjadi bagian dalam novel ini… bukan novel ini sejak awal sudah tidak berjalan sesuai ceritanya. Seolah-olah dia hidup di tempat ini dan tidak bisa keluar sama sekali.
Apakah aku bisa kembali? Atau hidupku akan seperti ini?
Ying Hua memutuskan untuk melepas pemikiran berat itu, ia melirik ponselnya dan menginstall sebuah permainan. Yah lagipula dia sudah lama tidak bermain ataupun beristirahat setelah memasuki novel ini.
Permainan bernama “Legend Ring” merupakan permainan yang sedang viral di dunia yang ia tempati, Ying Hua sering melihat iklan permainan ini di berbagai tempat. Awalnya ia ingin memainkannya tapi tidak pernah ada waktu untuk dirinya memainkan permainan ini.
“Baiklah aku akan memilih penembak hehe… Sudah lama tidak bermain”
Ying Hua memainkan game dari level rendah, selama beberapa jam peringkatnya dengan cepat naik. Ternyata kemampuannya bermain game masih ada, apalagi diselingi dengan kemampuan Ying Hua asli yang cepat dalam memainkan jari-jarinya.
Ying hua asli… Apakah dia benar-benar sudah mati? Atau… dia masih ada di dalam diriku?
TING
dentingan dari permainan menyadarkan Ying Hua, ia melihat username pemain yang tak dikenalnya mengajaknya untuk team. Ying Hua menekan yes, lagipula tidak ada buruknya bermain dengan orang lain tapi ia merasa bingung. Dia selalu mengingat username pemain yang pernah bermain dengannya tapi username baru ini tak pernah ia lihat. Bagaimana orang ini bisa melakukan team dengannya?
Ying Hua team dengan username “Youth”, entah kenapa ia merasa familiar dengan nama ini. Akhirnya dia dan Youth melakukan team dengan dua orang, misi mereka adalah menyelamatkan putri kerajaan ras elf yang telah diculik oleh satan, boss tertinggi dalam level itu. Ying hua melemaskan tubuhnya, dia harus bermain baik dalam hal ini atau bintang mereka akan turun.
“Baiklah, akan kutunjukkan kekuatan ku”
Ying Hua berperan sebagai support yang membantu Youth si assasin untuk menyerang berbagai macam musuh yang datang. Setiap rute telah mereka lewati bahkan Ying Hua tak menyadari sudah bermain terlalu larut, saat mereka akan menuju boss, pemain Youth mengirimkan sebuah pesan kepadanya.
“Mainmu hebat tapi setelah ini kamu harus sembunyi”
“Baiklah, aku akan menyerang dari jauh”
Mereka berdua pun maju dan memasuki gerbang neraka, dilayar terlihat satan dan putri yang dikurung dalam penjara. Ying Hua membantu Youth melawan boss satan tapi dia tak menyangka gerakan Youth sangat cepat, dia bahkan menghabisi Satan dalam hitungan detik.
“Dia pemain yang hebat” Gumam Ying Hua
Putri Elf akhirnya diselamatkan, mereka pun mengembalikan putri elf ke ras nya. Ying Hua melihat waktu dan terkejut karena dia sudah bermain hingga jam 3 pagi, kenapa ia bisa lupa waktu seperti ini tapi dentingan game membuat ia tersadar.
“Ingin menjadi teman denganku?”
Ying Hua bingung, jika ingin berteman follow saja dia dan Ying Hua akan mengikuti tapi dia beruntung menemukan pemain dengan kecepatan yang luar biasa ini, jari-jarinya pasti bergerak lebih cepat dari dia yang melakukan hacker.
“Tentu” balas Ying Hua
“Terimakasih, bermainlah dengan baik besok”
Memangnya hari ini aku tidak bermain baik? Aku sangat membantu dia, apakah pemain hebat memang sombong?
Ying Hua tak membalas pesan itu, ia merasa sedikit tersinggung. Dia bermain dengan baik bahkan tidak pernah terbunuh sama sekali, item nya juga sudah penuh dan mereka berdua mendapatkan tempat pertama di level boss itu dari semua pemain dunia. Ying Hua juga awalnya terkejut tapi dia merasa wajar karena dia memiliki kemampuan Ying Hua asli.
“Orang aneh tapi kamu hebat, aku akan memanfaatkanmu agar naik level lebih cepat”
Ying Hua memutuskan membersihkan diri dan tidur, ia butuh istirahat untuk syuting iklan besok.
...----------------...
Keesokan harinya, Ying Hua berada di lokasi syuting. Hari ini dia tak melihat Xukai ataupun mendapatkan pesan darinya sejak kemarin, apakah pria itu marah? Tidak mungkin kan dia marah karena dirinya pulang duluan? Xukai bukan pria sensitif seperti itu.
“Nona, ini minumlah susu hangat. Cuaca nya mulai dingin” Ungkap Aming
“Terimakasih Aming… Aming, apakah Xukai ada menghubungi mu?” Tanya Ying Hua
Aming memasang wajah menggoda dan berkata “ehem apakah anda merasa bersalah telah meninggalkan tuan? Apakah nona ingin saya menanyakan kabar tuan kepada jianlin?”
“Ahh tidak perlu, aku hanya bertanya”
“Benarkah? Apa anda yakin tidak mau tahu tentang tuan?” Tanya Aming masih menggoda
“Pergi saja, aku ingin sendiri. Kepalaku pusing mendengar ocehan aneh mu”
Aming pun pergi sambil menggerutu, nona nya selalu saja marah tapi itu lebih baik daripada mengejar- ngejar pria seperti dulu. Aming berharap nona nya akan selalu bersikap seperti ini dan tak berubah.
Ying hua menghela napas lelah, ia merasa hari ini kurang sehat. Apakah ini karena cuaca atau karena dia tidur larut malam? Dia tak menyangka tubuh Ying Hua selemah ini?
__ADS_1
Ying hua mengambil ponselnya, dia tidak ingin bermasalah dengan Xukai lagi. Yah maksudnya dia tak ingin suasana ciuman itu terjadi setelah mereka bertengkar, memikirkan ciuman membuat wajah Ying Hua memerah. Ia pun menampar dirinya sambil melihat cermin yang menunjukkan wajah cantik Ying Hua.
Kenapa bukan Ying Hua saja yang jadi peran utama novel? Aku merasa wajah ini sangat cantik hingga membuat banyak pria tergoda. Yangyang, Wang Chen dan Xukai tergoda bukan? Xiang Ri Kui sama sekali tidak level dengan wajah ini, apakah karena sifatnya dia menjadi peran antagonis?
Ponsel Ying Hua berbunyi, awalnya ia mengira itu adalah pesan dari Xukai namun sebuah pesan dari permainan Legend Ring terlihat di layarnya dan pesan itu dari Youth.
“Lama sekali”
Apa maksudnya lama sekali? Apakah karena aku tidak memasuki permainan? Aku ini bukan pengangguran seperti dia!
Ying hua pun memasuki game dan membalas pesan Youth
“Aku sedang bekerja tidak bisa bermain”
“Aku tahu”
Ying Hua mengerutkan keningnya, apakah pemain ini adalah stalker? Ying Hua sedikit takut namun balasan dari pemain itu membuat dia semakin merinding.
“Artis Ying Hua… Bagaimana kehidupanmu sekarang? Menyenangkan?”
Apa-apaan ini! Bagaimana dia tahu siapa aku! Apakah dia stalker ku? Apakah dia melacakku sekarang? Aku… aku harus mencari tahu tentangnya.
Ying Hua memutuskan mencari tahu username youth tapi dia tak mendapatkan informasi sama sekali. Ying Hua terkejut, bukankah kemampuan hacker nya adalah yang paling hebat? Dia bahkan bisa meretas informasi siapapun tapi kenapa dia tidak bisa meretas orang ini.
Pesan dari game kembali masuk, Ying Hua kali ini benar-benar melempar ponselnya ke meja.
“Apakah kamu meretasku? Kemampuan itu tidak sepadan dengan kemampuan ku”
“Tidak membalas? Lemah sekali, menurutmu kamu pantas menjadi Ying Hua jika lemah?”
Ying Hua mendengar dentingan pesan yang terus menerus masuk, ia mencengkram bagian tempat duduk dengan kuat. Dada nya entah kenapa mulai terasa sesak, air mata terus mengalir. Ying Hua bahkan tidak bisa bernapas benar, ia terjatuh ke lantai. Di ruangan itu hanya dirinya sendiri dengan bayang-bayang sosok wanita yang dikenalnya, wanita itu mendekat dan berjongkok kemudian berkata “Mari bertukar”
Ying Hua terbangun dari tidurnya, dia menatap ruangan seperti kamar rumah sakit. Ia melihat sosok Aming duduk tertidur disampingnya, Ying Hua merasa tubuhnya sangat sakit dan lengket. Apa yang telah terjadi dengannya? Dia tak bisa mengingat apapun.
“Nona! Nona! Anda bangun, sebentar saya panggilkan dokter”
Ying Hua yang terduduk bingung melihat wajah khawatir Aming, Ying Hua sangat mengenal Aming dan pria itu tak pernah memiliki ke khawatiran apapun. Sebenarnya apa yang sudah terjadi?
Pintu kembali terbuka, seorang dokter dan perawat mendekati Ying Hua. Ying Hua diminta untuk berbaring, setelah pemeriksaan dokter pun berkata “Tidak masalah, kepala nona Ying baik-baik saja. Lain kali berhati-hatilah”
Ying hua memegang kepalanya dan menyadari ada perban yang membaluti kepala kecil itu. Dia semakin bingung dengan yang terjadi, dia pun bertanya kepada Aming namun pintu kembali terbuka dan terlihat ibu serta ayahnya mendekat dengan wajah penuh khawatir.
“Syukurlah anakku kamu sadar, ibu benar-benar takut”
“Gadis kecilku, apakah masih ada yang sakit? Ayah akan mengatakan kepada dokter”
Ying hua menatap ayahnya yang memiliki raut takut, ia meyakini sesuatu yang besar telah terjadi kepadanya hingga ketiga orang didepannya ini memiliki wajah berat.
Ying Jiazhen yang baru memasuki ruangan Ying Hua memelototi adiknya, Ying Hua yang ditatap seperti itu menjadi merasa bersalah. Dia pun memutuskan bertanya masalah ini setelah keluarganya pergi.
“Ayah ibu, aku baik-baik saja. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku”
“Ibu akan menginap, siapa yang tahu gadis itu akan datang lagi!” Kesal ibu Ying
“Gadis itu? Apa… siapa gadis itu?” Tanya Ying Hua
Ayah ying menepuk bahu ibu Ying sambil menggelengkan kepalanya, ibu Ying menyadari perkataannya. Dia pun mengenggam tangan gadisnya dan berkata lembut “Tidak, ibu hanya terguncang karena kamu kecelakaan. Jika kamu baik-baik saja, ibu akan pulang dan memasak makanan enak kesukaaan anak ibu”
“Ahh baiklah bu, ayah ibu berhati-hatilah”
Ying tahu ada yang disembunyikan tapi dia tak bisa menanyakan hal ini kepada ayah dan ibunya. Ying Hua melirik Jiazhen yang masih berdiri di dekat pintu, pria itu hanya menyandarkan punggungnya di dinding dengan kedua tangan dilipatkan didadanya. Ying hua meyakini kakaknya benar-benar marah kali ini.
“Aming katakan padaku apa yang terjadi secara rinci” Tekan Ying Hua
Aming pun menceritakan kejadian beberapa jam lalu
Aming yang sedang berbincang-bincang dengan para staff didatangi sutradara Gu dengan wajah tidak baik, dia merasa non Ying Hua telah berbuat sesuatu lagi.
“Aming dimana nona Ying? Salah satu staffku memeriksa nya di ruang rias tapi dia tak terlihat sama sekali bahkan dia meninggalkan tas dan ponselnya”
“Apa? Tidak mungkin, nona ku tidak pernah meninggalkan ponselnya. Dia tidak bisa hidup tanpa itu”
“Kalau begitu ini apa? Apakah ini ponselnya?” Tanya Sutradara Gu
Aming terkejut, dia mengambil tas dan ponsel yang nyatanya milik sang nona. Dia pun berkata “apakah ruang rias dan pintu keluar terdapat cctv?”
“Yah tempat ini terdapat cctv kecuali gudang tak terpakai” Jawab Sutradara Gu
“Bisakah saya memeriksa nya?”
“Tentu, ayo ikuti aku”
__ADS_1
Aming mengikuti sutradara Gu, mereka berdua memeriksa cctv. Aming telah meninggalkan nona nya sekitar 30 menit dan dia telah berbincang-bincang dengan para staff selama 30 menit jadi satu jam telah berlalu, ia pun meminta diperlihatkan cctv satu jam lalu di lorong ruang rias.
Terlihat di cctv sosok Ying Hua yang keluar dari ruang rias dan berjalan melewati lorong, Aming mengerutkan keningnya. Entah kenapa dia bisa melihat gerakan Ying Hua tidak seperti biasanya, Aming sangat mengenal jalan nona nya yang feminim tapi nona nya kali ini berjalan penuh rasa tegas dan amarah. Kenapa nona nya pergi tanpa membawa ponsel dan tas? Bahkan tak memberitahukannya pergi kemana?
“Itu nona Ying, dia pergi tanpa memberitahumu?” Tanya Sutradara Gu
“Saya tidak mengerti, mungkin sesuatu telah terjadi di rumah keluarga Ying. Saya akan memeriksa rumah Ying”
Aming menelpon sambil melihat cctv dimana Ying Hua berjalan keluar dari tempt syuting dan melakukan sesuatu kepada mobil keluarga Ying, apakah nonanya baru saja membobol pintu mobil dengan sesuatu?
“Apakah yang aku lihat sekarang ini benar tuan Aming? Apakah nona anda pencuri?” Tanya sutradara Gu penasaran
Aming tak menjawab dia terpaku melihat kejadian tersebut, setahunya nona sangat lemah bahkan tak memiliki kemampuan hebat membobol. Apa yang terjadi sekarang?
Panggilan diangkat oleh pembantu keluarga Ying, Aming pun bertanya “ Apakah sesuatu telah terjadi di rumah?”
Aming melihat mobil bergerak jauh dari cctv, Ying Hua tidak memiliki kunci mobil. Satu-satunya cara untuk menggerakkan mobil adalah memyambung beberapa kabel didalam mobil, apakah nona nya bisa melakukan hal itu juga?
“Dia tidak mungkin memiliki kunci bukan? Kalau dia memilikinya tidak mungkin dia membobol mobil seperti pencuri?” Tanya sutradara Gu
“Tuan Aming! Tuan Aming!l” panggil sang pembantu
“Ahh iya, apakah telah terjadi sesuatu?”
“Tidak, disini baik-baik saja. Apakah ada sesuatu yang terjadi tuan?” Tanya sang pembantu
“Tidak, hanya bertanya kalau begitu terimakasih”
Aming melangkah keluar dari ruang cctv meninggalkan sutradara Gu yang masih terpukau dengan kemampuan nona Ying. Mungkin dia bisa menciptakan drama bertema detektif?
Aming menelpon Tuan Jiazhen dan menyampaikan semua yang terjadi, Jiazhen dengan cepat memerintah orang-orangnya untuk mencari Ying Hua. Beberapa jam mereka mencari tak menemukan hasil hingga sebuah berita mencuak di wiibo
“Artis Ying Hua didorong artis Xiang dari tangga”
“Artis Xiang ingin membunuh?”
“Artis Ying Hua dilarikan ke rumah sakit”
Aming dengan mobil nya segera pergi kerumah sakit sementara Jiazhen dan orang-orangnya menuju lokasi tempat kejadian Ying Hua jatuh dari tangga. Dia harus menemukan informasi antara Ying Hua dan Xiang Ri Kui
Jiazhen menemukan beberapa pecahan kejadian dari beberapa orang disekitar dan cctv, Ying Hua mendatangi apartemen Xiang Ri Kui dengan alasan yang masih belum diketahui. Dari cctv Ying Hua sepertinya mengajak Xiang Ri Kui berbicara empat mata di tangga, terlihat mereka berdua memasuki jalur tangga dan berbicara selama beberapa menit. Sayangnya cctv tidak bisa memberikan apa yang mereka bicarakan, hingga Jiazhen melihat Xiang Ri Kui mendorong terus menerus Ying Hua dan menamparnya, adiknya tidak membalas sama sekali dan mengangkat kedua tangannya seperti memohon. Jiazhen merasa aneh dengan Ying Hua yang ia lihat di cctv, kemudian ia melihat sosok Ying Hua yang sudah berada di ujung tangga karena didorong terus menerus oleh Xiang Ri Kui dan pada akhirnya Ying Hua pun jatuh dari tangga dengan dorongan kuat Xiang.
Terlihat Xiang Ri Kui panik dan segera kabur dari tempat kejadian, sayangnya orang yang menjaga cctv melihat segalanya dan melaporkan kepada media. Dia juga memberikan bukti potongan foto yang diambil dari cctv agar media percaya sehingga berita itu pun muncul.
Jiazhen meminta kepada pihak apartemen untuk memberikan cctv adiknya dan tak menyebarkan kemanapun sampai kebenaran terungkap, ia sudah mengetahui kejadian sebelumnya saat adiknya pergi dari tempat syuting. Jadi, bisa disimpulkan Ying Hua telah membuat rencana ini sendiri.
...----------------...
Setelah mendengar cerita kakak dan Aming, Ying Hua sangat shock. Dia tidak pernah memikirkan rencana seperti itu, apalagi ia sudah menyerang pihak Xiang Ri Kui dengan berita yang ia retas.
“Aku tidak pernah memikirkan hal itu sungguh! Aku sedang ingin syuting lalu… lalu kenapa aku repot-repot melawan Xiang Ri Kui di publik” Tekan Ying Hua
Aming dan Jiazhen sedang berpikir masing-masing, mereka setengah percaya dan tidak. Bagaimanapun Ying Hua yang dulu akan benar-benar melakukan hal seperti ini.
Melihat mereka yang tak menjawab Ying Hua meyakini mereka berdua tak percaya kepadanya, rasanya sangat sakit melihat dua orang yang dekat dan ingin ia lindungi malah tak mempercayainya. Dia benar-benar tak melakukan hal itu, bagaimana dia memiliki kemampuan membobol mobil? Membawa mobil saja di masih takut, bahkan dia tidak tahu cara menyalakan mobil dengan kabel-kabel seperti di film aksi yang sering ditontonnya.
“Kalian tidak percaya kepadaku kan? Sudah kuduga, terserah kalian mau percaya atau tidak”
Ying hua membaringkan dirinya dan memejamkan mata kemudian dia berkata pelan “Bisakah kalian pergi? Aku ingin istirahat”
Aming merasa bersalah tapi ia benar-benar melihat nona nya bukan nona yang ia kenal saat di cctv, dia dan Jiazhen pun memutuskan keluar dan membiarkan Ying Hua tenang.
“Tuan…Saya yakin itu bukan nona, nona yang saya kenal tidak bisa melakukan semua itu” Ungkap Aming didepan pintu kamar rawat Ying Hua
Jiazhen menatap Aming dan menepuk pundaknya pelan “Aku tahu tapi dia adikku, aku lebih tahu kemampuannya. Adikku bukanlah orang yang seperti kamu bayangkan, kamu akan tahu alasan kenapa aku melindunginya selama ini. Untuk masalah hari ini… Aku akan meminta dokter memeriksa masalah psikologi nya”
“Tuan!!” Teriak Aming tak terima, nona nya tidak memiliki gangguan mental. Kenapa Tuan Jiazhen memperlakukan nonanya seperti ini?
“Saya tidak menyangka anda akan melakukan hal itu kepada adik anda sendiri”
“Aming, aku tahu apa yang terbaik untuk adikku”
“Tuan, selama ini nona selalu melindungi tuan. Apakah anda tidak merasa bersalah memiliki pemikiran nona mengalami keterbelakangan mental!” Kesal Aming
Ying hua yang berpura-pura tidur mendengar semuanya, apakah menurut mereka dia benar- benar tuli?!! Dia tidak memiliki penyakit mental, kenapa kakakknya melakukan hal seperti itu? Bukankah dia selalu percaya kepadanya?
Ai mata mengalir dari pipi Ying Hua, ia menahan tangisannya di ruangan yang remang-remang itu sendirian. Dia merasa sakit hati dengan kakakknya, dia bahkan tidak mengingat apapun setelah dirinya pingsan di ruang rias.
“Hiks hiks”
Ibu…Aku ingin kembali
__ADS_1
...----------------...