Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Siasat


__ADS_3

Bing Bing mengepalkan tangannya saat mendengar penuturan Ying Hua, ia merasa bingung dengan keadaan nya saat ini. Kenapa Ying Hua ingin menolong dirinya? Pasti wanita itu menginginkan sesuatu, Bing Bing bukanlah wanita bodoh, dia tau tipu muslihat yang sedang dimainkan Ying Hua. Namun, dia tidak dapat memungkiri bahwa balas dendam nya kepada Xiang Ri Kui dan Wang Chen butuh bantuan Ying Hua.


"Kenapa kamu ingin membantu ku? Aku tau kamu melakukan semua ini hanya untuk keuntungan mu sendiri"


"Benar hanya untuk keuntungan ku, tapi kamu juga untung kan? Jadi apa ruginya bekerjasama denganku? Aku bisa membangun kembali citra burukmu itu, lihat aku! Bukankah aku dulu seperti kamu, tapi sekarang aku bisa membuat citraku baik"


"Kamu benar-benar ular yang licik, kamu sangat pintar memanfaatkan situasi. Aku suka sifat mu, baiklah aku bersedia bekerjasama. Lagipula kamu benar, kamu akan membawa keuntungan kepadaku"


"Bagus, ternyata kamu cukup pintar dari pada yang aku duga. Saat bersama Xiang Ri Kui, aku mengakui kamu terlihat bodoh" Ejek Ying Hua


"Sialan, kamu juga terlihat bodoh saat mengejar Wang Wenxiao"


"Hei jaga bicaramu, jangan mengucapkan nama orang narsis itu"


"Hahaha, lucu sekali bahwa kamu bisa berbicara seperti itu tentang Wang Wenxiao"


Ying Hua tersenyum kecil melihat Bing Bing tertawa, sebenarnya Bing Bing adalah wanita yang mandiri dan pekerja keras hanya saja pengaruh Xiang Ri Kui sangatlah kuat. Jika Bing Bing tidak mengikuti semua keinginan Xiang Ri Kui, dipastikan karier Bing Bing akan bertahan lama di industri hiburan ini.


...----------------...


Sebulan Kemudian...


Ying Hua melirik Aming yang kini duduk santai di sofa Apartemen Bei, sudah lama mereka berdua tidak berkunjung ke tempat Bei. Tidak hanya mereka berdua kini sosok wanita anggun dengan rambut pirangnya juga duduk disamping Aming dengan senyuman kecil.


"Aming tolong ambilkan aku minuman dingin" Ungkap Ying Hua yang sibuk menghafal naskah dramanya


"Nona saja yang ambil, saya sedang sibuk" Jawab Aming sambil bermain game PS nya


"Hei! Aku ini nona mu, kamu ingin aku pecat!"


"Nona tidak akan memecat saya tuh, kan nona masih butuh saya" Ungkap Aming percaya diri


"Hei...ka..." Ucapan Ying Hua dipotong oleh sosok Bing Bing yang langsung berdiri


"Aku saja yang ambilkan"

__ADS_1


Ada apa dengannya? Kenapa dia seperti melindungi Aming saja, ahh mungkin hanya perasaanku saja. Yah hanya perasaanku...Jangan sampai Bing Bing suka dengan Aming yang menyebalkan itu, kasian Bing Bing.


"Ini minuman nya"


"Terimakasih, tapi... kamu tidak perlu melakukan ini. Ini tugas Aming"


"Tidak masalah, lagipula kamu sudah menyelamatkan ku"


"Aku belum melakukan apapun" Jawab Ying Hua


"Setidaknya beritaku sudah tidak muncul lagi dan aku masih bisa bermain drama bersamamu, mungkin saja aku akan dikeluarkan tapi nyatanya tidak"


"Kamu tidak dikeluarkan itu semua karena aktingmu, jadi tidak ada hubungannya denganku. Percaya dirilah sedikit jangan terpengaruh oleh ucapan orang lain, akting mu itu bagus!" Tekan Ying Hua


Sosok Bei yang muncul dengan tongkat bantu nya menyetujui perkataan Ying Hua " Benar apa yang dikatakan nona Ying, akting anda sangat bagus. Saya pernah menonton drama anda, itu menyentuh hati saya"


"Kamu?" Tanya Bing Bing bingung


"Perkenalkan dia Bei, Bei kamu pasti sudah kenal siapa wanita ini. Ini Bao Yu, adik kecil Bei. Mereka adalah kerabat ku, partner kerja ku dan sahabat ku." Ungkap Ying Hua bangga


"Salam kenal juga nona Bing Bing, saya Bei"


Mereka bertiga pun mengobrol banyak tentang drama yang akan dimainkan oleh Ying Hua da Bing Bing, walaupun Bei mempunyai pengetahuan dalam bidang musik tapi dia pakar drama. Bei adalah penggila drama, jadi dia tahu bagaimana akting yang diinginkan dari penonton kepada para aktor.


"Menurut saya nona Bing Bing sangat cocok memainkan peran ini, jika nona menaikan peran utama wanita saya takut itu akan menurunkan pamor anda" Ungkap Bei jujur


"Maksudmu aku tidak cocok jadi pemeran utama begitu?"


"Bukan begitu nona, selama ini saya sudah melihat banyak karya anda. Kebanyakan drama yang anda mainkan selalu sama, dan itu adalah karakter wanita yang lucu dan nakal. Jika anda memainkan peran itu lagi, saya yakin itu akan membuat nama anda turun dan rating drama juga. Tapi jika anda memainkan peran baru sebagai antagonis, pasti banyak penggemar anda merasa senang karena anda berani mencoba hal baru. Lihat saja naskah drama ini, antagonis ini juga memiliki banyak peran penting ,bukan hanya protagonis yang penting disini. Jika lebih jujur, saya suka dengan karakter antagonis ini. Wanita yang tegas dan jujur, jika dia ingin sesuatu dia harus mendapatkannya tapi dengan cara yang elegan, bukankah itu menarik?"


Penjelasan lebar Bei membuat Bing Bing sekaligus Ying Hua kagum, Bei terlihat seperti seorang sutradara drama yang mengarahkan bagaimana bagusnya mereka berakting. Bing Bing tersenyum kecil, apa yang dikatakan oleh Bei ada benarnya. Karakter ini adalah karakter baru untuknya jika dia berhasil memainkan peran ini, perhatian publik pasti akan positif kepadanya lagi.


"Terimakasih atas pujian dan saranmu. Untuk pertama kalinya ada seseorang yang mengajarkan ku tentang akting." Ungka Bing Bing tulus


"Benar....Nona Bing Bing, akting anda itu membosankan" Ungkap Aming tiba-tiba

__ADS_1


"Apa-apaan kamu, kamu saja tidak bisa berakting" Balas Ying Hua


"Saya bisa hanya saja saya malas, saya sudah lelah menjaga nona jika saya berakting dipastikan saya harus menjaga banyak hati wanita. Saya lelah jika menjaga hati ribuan wanita cantik"


Ying Hua memasang wajah jijik, sedangkan Bei hanya tersenyum kecil mendengar ungkapan Aming yang percaya diri. Berbeda dengan Bingbing yang tersenyum malu-malu, tidak ada yang tahu jika ungkapan Aming membuat hati Bing Bing berbunga-bunga.


"Orang gila" Gumam Ying Hua kesal


...----------------...


Apartemen A, Kota Luhan


Terlihat sosok pria yang kini sibuk mengangkat barbel di salah satu tangannya, butiran keringan memenuhi punggung telanjang pria itu. Tatapan tajam dan dinginnya bahkan tak pernah hilang, pria itu melempar barbel nya ke lantai dan mengeluarkan satu batang rokok untuk dihisap.


Suara langkah kaki mendekati pria tersebut, kini sosok lain berkacamata terlihat "Tuan, saya sudah menyelidiki apa yang anda inginkan. Dia memang sekarang berada di kota ini dan masih berhubungan dengan keluarga Ying, sepertinya Tuan Ying masih memendam rasa lama itu kepada anda. Apa yang ingin anda lakukan?"


Pria itu menghembuskan asap rokoknya, dia berbalik dan berkata dingin "Masih bertanya kepadaku? Aku hanya menginginkan kepala pria itu, dia tidak akan hidup senang. Aku harus membunuh nya agar aku senang, mengerti?"


"Baik tuan, bagaimana dengan tuan Ying?"


"Siapa yang memiliki hubungan dekat dengannya harus diberantas, jadi kamu tau artinya itu."


"Tapi tuan..."


"Apalagi"


Tatapan menghunus membuat tubuh Jianlin bergetar ketakutan, dia meneguk ludahnya kasar "Ta...Tapi tuan, kalau kita melakukan sesuatu kepada Tuan Ying. Nona muda mereka juga tidak membiarkan hal itu, dia terkenal sebagai wanita kecil yang suka membalas dendam"


"Ohh kelinci itu?" Xukai menyeringai memikirkan wanita bertubuh kecil yang aneh dan asing


"Kamu tau jawabannya Jianlin, jadi lakukan sekarang"


"Baik Tuan"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2