
Shishi seketika runtuh, dia melihat punggung Ying Hua dari kejauhan dan berusaha berteriak sekuat tenaga "Ying Hua kamu harus menolongku"
Ying Hua mengabaikan teriakan Shishi, dia tidak memiliki kewajiban untuk menolong seseorang yang hidup seperti lintah. Shishi memandang kesal Ying Hua dan mulai memainkan tangisan lotus putihnya.
---
Tangisan Shishi tentu saja membuat beberapa penggemarnya sedih, para penggemar Shishi mulai meneriaki Ying Hua dikolom komentar tanpa henti.
"Ada apa dengan Ying Hua itu? Bukankah sesama wanita harus saling menolong?"
"Ying Hua dan sikap buruknya tsk tsk tsk"
__ADS_1
"Bisakah Ying Hua diganti dengan yang lain? Kenapa harus melihat wajah yang sama dalam satu program! Ganti wajah lain sutradara!"
Walapun para penggemar Shishi meneriaki Ying Hua tentu saja ada beberapa penggemar Ying Hua yang membelanya, dua kubu saling berperang komentar tanpa mengetahui apa yang terjadi dalam siaran langsung. Sementara itu, Ying Hua tetap berjalan sambil melihat sekitar. Pepohonan sudah mulai berkurang dan tidak jauh darinya dia melihat jalanan pasir yang penuh debu, apakah ada desa seperti ini di pinggir kota? Kenapa terlihat sangat aneh?
Tiba tiba kamera menyorot wajah dekat Ying Hua, Ying Hua tak menyadari apa yang dilakukan oleh kameramennya. Jujur saja, Ying Hua mulai berkeringat deras. Pakaian yang ia gunakan mulai basah begitu pula wajahnya sudah mendapat butir butir keringat, dia harus cepat sampai ke desa dan beristirahat.
Wajah Ying Hua adalah pemandangan yang memukau, seolah-olah diukir oleh tangan dewa yang penuh dengan kelembutan dan ketelitian. Kulitnya seperti lapisan sutra yang halus, meresap ke dalam sinar matahari dengan kelembutan. Pipi yang lembut dengan sentuhan merona seperti matahari terbenam, memberi wajahnya kehangatan dan keindahan alami.
Komentar mulai kembali ricuh, semua penonton merasa terpukau melihat wajah Ying Hua. Ini adalah wajah yang hanya muncul sekali dalam satu abad. Bagaimana bisa seseorang yang lelah menampilkan kecantikan panas seperti itu? Beberapa penonton mulai menyadari perbedaan wajah alami dan operasi seperti Shishi.
"Bisakah Shishi saja yang kita hilangkan? Wajah operasi itu membuatku mual"
__ADS_1
"Setidaknya Ying Hua alami, aku bahkan melihat fotonya dari kecil. Siapa yang tidak tahu keluarga Ying"
"Kalian baru menyadari kakakku Ying sangat cantik! Pergi jangan mengambilnya dariku, dasar orang orang bau"
"Komentar diatas, aku yakin kamu juga bau. kamu pasti orang rumahan yang tidak mandi berbulan bulan hanya untuk melihat kakakmu Ying! Cepat mandi sana hahaha"
Ying Hua melewati Nu Mian yang berjalan lebih dulu, Nu Mian sedang duduk dibawah pohon rindang sambil menikmati angin yang menerpa wajahnya. Ia membuka matanya dan tanpa sengaja melirik Ying Hua, keduanya hanya melirik sebentar dan membuang muka ke arah lain. Ying Hua tidak pernah berinteraksi dengan para wanita di variety show ini dan dia tidak ingin mendekati siapapun.
"Ying Hua apakah kamu akan pergi ke desa yang disebutkan sutradara?" Tanya Nu Mian tiba tiba
Ying Hua sedikit terkejut dan menjawab tenang "Bukankah kita harus kesana?"
__ADS_1
"Apakah kamu merasa semua ini tidak mencurigakan? Sebuah desa yang harus melewati hutan dan pasir gersang? Aku tidak pernah tahu ada desa seperti ini di negara kita"