Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 38 (S2)


__ADS_3

Ying Hua tidak mengerti sistem program acara ini, tapi dia menuruti dan mulai berjalan terlebih dahulu diikuti oleh peserta wanita lainnya kecuali Shishi. Shishi tidak setuju, ia tidak mau berjalan diatas matahari.


“Sutradara sekarang sangat panas, apakah anda ingin menyiksa kami? Bahkan kami tidak melihat desa sama sekali?” Kesal Shishi


Sang Mc pun menjawab kekesalan Shishi “Nona Shishi ini adalah program hiburan, apapun yang terjadi sudah dilabeli dengan keselamatan para peserta dan keamanan anda. Jadi anda tidak perlu khawatir dan berjalanlah terlebih dahulu”


“Kalau begitu bisakah kalian memberikan saya payung? Ini sangat panas dan penuh polusi” Balas Shishi keras kepala


---

__ADS_1


Semua orang memandang Shishi dengan penuh kekesalan, cuaca kali ini benar benar panas bahkan mereka sudah diselimuti peluh keringat tapi Shishi aktris pendatang baru ini selalu ingin diperlakukan seperti seorang putri. Apakah dia sudah kehilangan pikiran?


Komentar online terus membanjiri ruangan live siaran tersebut, mereka menghardik Shishi karena tindakan manjannya, cuaca sudah panas tapi dia masih meminta banyak hal. Kini para penonton merasa Ying Hua lebih baik daripada Shishi.


"Ada apa dengan wanita copy paste itu, sudah meniru wajah Ying Hua kini dia akan meniru sikap buruk Ying Hua di masa lalu. Benar benar wanita menyebalkan"


"Siapa namanya? Aku hanya tau dia peniru Ying Hua, keluar dari dunia hiburan saja"


Di bawah sinar matahari yang membara, langit terbentang biru dan jernih, tak sebatas mata memandang. Udara terasa kering dan terik, seolah-olah semangat panas itu merasuk hingga ke tulang-tulang. Pepohonan menggugah rimbun, dedaunan menguning dan mengering akibat teriknya sang surya. Debu-debu kecil terbang mengikuti hembusan angin panas yang sesekali berhembus pelan. Ying Hua mengabaikan semua keributan dibelakangnya dan menikmati hembusan angin untuk menyejukkan tubuhnya.

__ADS_1


"Nona Shishi, kalau anda masih bersikeras kami akan memulangkan anda sekarang" Ungkap Sutradara tegas


Shishi terdiam, dia melirik semua orang penuh rasa kesal. Dia menghentakkan kakinya dan melangkah menjauh dari kru. Terlihat dari kejauhan aktris Nu Mian sudah berjalan diikuti sosok gadis lain dan diposisi ketiga adalah Ying Hua, ia sengaja tertinggal karena ingin menonton Shishi. Kapan lagi dia bisa melihat wajah menggilanya?


Shishi menggerutu keras di jalan, kakinya sangat sakit dan dia benar benar tidak tahan dengan panas matahari. Sinar matahari terik meresap hingga ke dalam pori-pori kulit, menyebabkan keringat mengalir deras seperti sungai kecil yang tak kunjung kering. Udara terasa seperti api yang menjilat setiap hela nafas, membuat napas terengah-engah dan tubuh terasa lemas. Langit biru yang seharusnya indah kini terlihat seperti pelukisan yang tidak sempurna, terlalu cerah dan terang, seolah-olah berusaha untuk menampar setiap rasa nyaman yang mungkin tersisa. Tidak ada tempat berlindung yang cukup mampu melawan ganasnya cuaca ini. Teduh hanya ada dalam khayalan, dan hembusan angin panas seperti ejekan dari alam. Setiap langkah terasa berat, setiap gerakan terasa menyiksa. Semua yang diinginkan hanyalah sejumput embusan angin sejuk yang dapat mengusir rasa panas dan ketidaknyamanan ini.


Shishi seketika runtuh, dia melihat punggung Ying Hua dari kejauhan dan berusaha berteriak sekuat tenaga "Ying Hua kamu harus menolongku"


Ying Hua mengabaikan teriakan Shishi, dia tidak memiliki kewajiban untuk menolong seseorang yang hidup seperti lintah. Shishi memandang kesal Ying Hua dan mulai memainkan tangisan lotus putihnya.

__ADS_1


__ADS_2