
Ying Hua memberikan ide nya tentang iklan produk kecantikan milik perusahaan kakaknya. Dia menjelaskan secara rinci bagaimana bentuk iklan yang akan ditampilkan, jalan cerita dan sebagainya. Tuan Di dan Tuan Gu juga memberikan dan merevisi beberapa pendapat dari Ying Hua, sedangkan Ying Jiazhen hanya mendengarkan sementara itu Li YangYang menatap Ying Hua dengan lembut.
"Sangat bagus sekali ide Nona Ying, menurut saya ide ini sangat segar dan akan menarik orang-orang maupun investor. Apalagi dengan menggunakan popularitas nona Ying saya yakin orang-orang pasti akan penasaran dengan comeback anda. Ide yang sangat brilian sekali" Ungkap Tuan Gu
"Saya juga sangat menyukai ide ini, saya beserta tim akan mempersiapkan segalanya. Minggu depan kita dapat memulai iklan ini" Ungkap Tuang Di
Ying Hua tersenyum penuh kemenangan, akhirnya dia dapat mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang bintang. Dia akan berusaha sekuat mungkin menunjukkan kepada orang-orang bahwa ia sudah menjadi orang yang berbeda.
Setelah kepergian Tuan Di dan Tuan Gu, Ying Hua juga mengucapkan salam perpisahan kepada kakaknya dan Li Yangyang. Li YangYang menatap kepergian Ying Hua dengan tatapan hangat, dan hal itu terlihat oleh Ying Jiazhen.
"Jangan macam-macam dengan adikku Yangyang, walaupun kamu teman ku aku tidak akan mengizinkan kamu maupun adikku saling menyukai"
YangYang tersenyum hangat sambil menaikan salah satu alisnya, dia tidak pernah memiliki pemikiran untuk menaruh perasaan kepada Ying Hua.
"Kenapa aku tidak diizinkan?"
"Kamu harus menyelesaikan hati mu yang masih berada di masa lalu itu, kamu masih mencintai wanita itu. Kamu masih mencari wanita yang telah menghilang dalam hidup mu. Jadi aku tidak akan pernah mengizinkan kamu mencintai adikku sebelum kamu selesai dengan cinta di masa lalumu. Kamu mengerti? "
"Haha kamu tidak bisa mengendalikan perasaan seseorang Jiazhen, apakah kamu bisa menghentikan ku?" Tanya YangYang tiba-tiba memasang wajah dingin
Sialan anak ini, dia lebih mengerikan daripada Wang Wenxiao. Tapi aku yakin YangYang tidak akan bertindak macam-macam dengan Ying Hua selama hatinya masih berada di masa lalu. Pikir Jiazhen
"Baiklah ayo kita pergi makan" Ungkap YangYang tiba-tiba berubah ekspresi menjadi lembut
Jiazhen hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, entah kenapa perasaan nya tidak enak tentang YangYang dan Ying Hua.
...****************...
Ying Hua memasuki mobilnya dan segera bersiap-siap untuk pergi ke agensi. Dia akan memutuskan kontrak dengan agensinya dan berdiri dengan usahanya sendiri terlebih dahulu. Setelah iklan Minggu depan selesai, dia akan mencoba mencari agensi baru.
Ying Hua mengendarai mobilnya dengan santai, dia menatap lampu merah cukup lama. Tiba-tiba suara klakson mobil di belakangnya membuat Ying Hua terkejut, dia melirik ke spion dan menyipitkan matanya dengan dingin.
Masih merah kenapa dia mengklakson mobilku. Orang sialan ini!!! Apakah dia tidak punya sopan santun. Pikir Ying Hua
Lampu lalulintas berubah menjadi hijau, dengan cepat Ying Hua mengendarai mobilnya. Namun di dalam perjalanan mobil di belakangnya masih mengklakson dan mengikuti dirinya. Sebenarnya siapa orang yang menyebalkan itu.
Apakah dia tidak punya pekerjaan lain, kenapa dia melakukan hal ini kepadaku. Bisakah aku diberikan ketenangan sebentar saja!! Kesal Ying Hua
__ADS_1
Tiba-tiba mobil tersebut melewati Ying Hua dan berhenti didepan mobilnya. Ying Hua dengan cepat menginjak rem, dia terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi. Dia membuka sabuk pengamannya dengan kesal, dia akan memarahi pemilik mobil itu.
Ying Hua keluar dari dalam mobilnya dan mendekati sang pemilik mobil. Dia mengetuk jendela mobil itu dengan kasar, tidak ada jawaban dari sang pengemudi membuat Ying Hua melipat tangannya didepan dadanya.
"Hei keluar, apa kau mencari masalah dengan ku?!! Aku tidak pernah melakukan kesalahan apapun di dalam perjalanan. Keluar aku bilang!!"
Suara pintu mobil terbuka membuat Ying Hua melirik orang itu dengan dingin, sosok pria dengan jas dan rambutnya yang acak-acakan keluar dari dalam mobil mewah itu. Ying Hua membuka mulutnya lebar-lebar melihat siapa orang yang sedari tadi membuatnya kesal.
Sialan kenapa jadi Wang Chen, bukankah aku sudah tidak ada urusan lagi dengannya. Kenapa sih dia selalu menggangguku? Apakah dia tahu bahwa aku bertemu dengan kakaknya di taman kemarin. Gawat, aku bisa mati. Aku harus kabur.
Ying Hua mundur perlahan, kemudian ia dengan cepat berlari memasuki mobilnya sayangnya semuanya telah terlambat. Emang Chen menggendong Ying Hua bagaikan karung di pundaknya, kemudian ia melemparkan Ying Hua ke dalam mobilnya dan segera menutup pintu mobil.
Ying Hua panik ketakutan, dia mencoba membuka pintu mobil itu tapi semuanya telah terkunci. Dia menatap Wang Chen dengan kesal, apakah pria ini tidak bisa membuatnya tenang sehari saja.
"Apa yang kamu lakukan?! Ini merupakan tindakan penculikan, aku akan melaporkan ini kepada polisi" Teriak Ying Hua
Wang Chen menatap Ying Hua dengan tajam, dia menyeringai dan memandang Ying Hua dengan tatapan merendahkan. Tatapan itu membuat Ying Hua sangat marah.
"Lalu coba saja, kamu tidak tahu siapa aku? Bahkan polisi hanya permen di mataku"
"Sialan kamu Wang Chen, keluarkan aku dari sini. Aku sudah selesai denganmu. Apa yang kamu inginkan dariku sekarang?! Aku sudah katakan bahwa aku tidak mencintai kakakmu lagi bahkan aku sudah menjauh dari pria itu. Kamu mau apa lagi dariku?!!" Teriak Ying Hua yang mencoba menahan tangisnya
"Kamu" Jawab Wang Chen
"Apa?"
"Kamu" Ulang Wang Chen
Apa maksudnya "kamu", jangan katakan bahwa dia menginginkan ku. Tidak aku tidak mau bersama pria psikopat ini, aku ingin pergi. Aku tidak akan membiarkan diriku dimakan oleh pria jahat ini.
"Keluarkan aku dari sini, tolong. Siapapun tolong aku, keluarkan aku!" Teriak Ying Hua sambil menggendor jendela mobil Wang Chen
"Diam atau aku akan melakukannya disini"
Ying Hua panik mendengar perkataan Wang Chen, apa maksud nya dengan melakukan nya disini? Apakah pria ini benar-benar mau memperkosanya? Ying Hua sangat ketakutan, wajahnya memucat.
Dia sangat lucu ketika ketakutan seperti itu. Wanita ini... dia tidak seperti yang aku bayangkan. Dia benar-benar menjauh dari kakak dan bahkan melakukan sesuatu kepadaku. Wanita ini....Harus menjadi salah satu milikku. Pikir Wang Chen
__ADS_1
Perusahaan Ying
"Apakah kamu akan kembali ke rumah Yangyang?" Tanya Jiazhen
"Tidak, aku akan pergi ke penthouse ku, rumah bukan tempat yang baik untuk kesehatan ku." Jawab YangYang
Jiazhen berjalan menuju sofa dan segera duduk terlentang, dia melihat di atas meja ada sebuah handphone yang ia kenali.
"Ini milik adikku, sepertinya dia melupakan hal penting ini"
Tiba-tiba telepon masuk, Ying Jiazhen menjawab panggilan tersebut.
"Hallo?"
"Ying Hua dimana kamu, cepat ke agensi. Nona Li sedang menunggu mu!" Kesal asisten nya
"Ying Hua sudah pergi sejam yang lalu, aku akan memberitahukan nya"
"Ahh tuan muda, maafkan saya. Saya akhiri teleponnya kalau begitu"
Telepon dimatikan, Ying Jiazhen menghela napasnya. dia memutuskan untuk mencari Ying Hua namun sekretaris nya tiba-tiba masuk ke dalam kantornya.
"Tuan sekarang investor dari Jerman ingin menemui anda" Ungkap sang sekretaris panik
"Mendadak seperti ini? Bukankah itu besok jadwal ku bertemu dengannya?" Tanya Jiazhen
"Mereka meminta hari ini karena besok mereka harus kembali"
"Baiklah aku akan pergi, tapi..."
Jiazhen menatap handphone adiknya, dia merasa ragu sekarang. Adiknya sedang membutuhkan informasi ini dan perusahaan nya juga sedang membutuhkan dia. Tiba-tiba YangYang mengambil handphone Ying Hua dan memasukkan nya kedalam sakunya.
"Aku akan mengurus hal ini, pergilah. Adikmu akan aku cari"
"Baiklah terimakasih YangYang. telepon aku jika kamu menemukan adikku"
Jiazhen segera pergi meninggalkan YangYang sendirian didalam kantor itu.
__ADS_1
Ying Hua...Wanita yang ceroboh