Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Perasaan Ying Hua


__ADS_3

Setelah drama butik, Ying Hua dibawa ke perusahaan Xukai. Ying Hua juga harus mengganti gaun nya yang merepotkan ini, Xukai langsung membawa nya pergi dari butik padahal dia masih mengenakan gaun. Ying Hua juga memberitahu Aming untuk segera ke perusahaan baru nya, ia perlu pakaian baru.


Sesampainya di perusahaan, Ying Hua enggan keluar dari mobil. Bagaimana tidak enggan? Pakaian nya sekarang sangat memalukan, ia seperti seseorang yang kabur dari sebuah pernikahan. Xukai melirik sekilas ke arah Ying Hua dan berkata "Turun"


"Bagaimana aku bisa turun jika aku masih mengenakan pakaian ini!" Kesal Ying Hua


"Apa yang salah? Kamu cantik dengan gaun itu"


"Apakah kamu gila? Kenapa aku ke perusahaan memakai gaun?"


"Ini perusahaan ku berarti ini perusahaan mu juga, kamu calon tunangan ku. Apa yang kamu takutkan?"


Ahh pria ini tidak bisa diajak bicara.


Xukai pun turun dari mobilnya dan bergerak ke sisi pintu lain, ia membuka pintu samping Ying Hua dan menarik Ying Hua keluar dari mobil. Ying Hua yang tenaga nya tak sebanding dengan Xukai pun tertarik keluar, ia menundukkan kepalanya malu karena semua mata mengarah kepada mereka.


Xukai terus menarik Ying Hua memasuki perusahaan nya, mereka menaiki lift dan berhenti di lantai 20. Saat lift terbuka, Ying Hua terus menundukkan wajahnya didepannya terlihat alas kaki seseorang. Ying Hua menaikkan pandangan nya dan melihat sosok Jianlin yang berdiri tegap dihadapan mereka.


"Tuan, sebentar lagi rapat dewan akan dimulai."


Xukai mengalihkan pandangannya kepada Ying Hua "Masuk ke kantor ku, aku akan segera kembali"


Xukai dan Jianlin pun pergi meninggalkan sosok Ying Hua sendirian di lorong perusahaan, Ying Hua melirik ke kanan. Ia melihat pintu hitam yang memiliki aura seperti Xukai, ia pun memasuki ruangan dibalik pintu hitam itu.


Ying Hua memandang takjub ruangan dengan nuansa hitam elegan, perabotan didalam kantor Xukai ini ia duga pasti mahal. Kursi kebesaran Xukai berada di balik meja kantor, Ying Hua melangkah ke tempat itu sambil melihat-lihat isi meja kantor Xukai.


Ia sangat bersih, meja nya benar-benar rapi untuk pria yang suka membunuh orang dan terkotori oleh darah.


TRING TRING


Suara ponsel mengangetkan Ying Hua, ia segera mengambil ponsel miliknya "Hallo Aming, kamu sudah di perusahaan?"


"Anda dimana nona? Satpam ini mencegah saya masuk"


"Katakan saja aku adalah nona gaun yang ditarik oleh Xukai tadi"

__ADS_1


"Anda dengar itu pak satpam? Nona saya adalah tunangan yang ditarik oleh Tuan anda untuk masuk ke perusahaan ini. Saya harus menemui nona saya!"


Suara berisik Aming memenuhi telinga Ying Hua, setelah Aming diberikan izin masuk akhirnya mereka bertemu di dalam kantor Xukai.


"Saya tidak menyangka nona akan menjadi nona Mao"


"Bukan nona Mao, hanya calon ini pun hanya sementara"


"Kalau tuan Mao mendengar ini, dia akan memotong pita suara nona agar tidak mengatakan hal seperti itu" Ungkap Aming menakut-nakuti


"Sudahlah, mana pakaian ku"


Aming memberikan tas berisi pakaian baru untuk Ying Hua, Ying Hua meminta Aming keluar sementara ia berganti pakaian di ruangan Xukai. Semoga saja tidak ada kamera pengawas di kantor iblis ini.


Aming kembali masuk setelah Ying Hua berganti pakaian, Ying Hua merasa lega setelah mengenakan pakaian kasual. Ia menatap Aming datar dan berkata " Apakah kamu sudah menyelidiki apa yang disembunyikan YangYang di rumah sakit itu?"


"Saya sudah menyelidikinya nona, para perawat berkata ada seorang wanita yang wajahnya ditutupi perban disana. Wanita itu sudah dirawat lebih dari 3 tahun, tuan YangYang hanya sesekali melihat nya."


"Wanita ditutupi perban? Apakah pemikiran mu sama seperti ku? Menurut mu Shisi sudah mati? Mungkin saja itu Shisi yang masih hidup dan menyembunyikan wajahnya kan?"


"Apa yang tidak mungkin? Ini kan dunia nov..ahh maksudku ini dunia yang juga penuh drama, lihat aku sekarang? Aku bertunangan dengan pria paling ditakuti"


"Yah yah anda benar, jika itu nona Shisi bukankah anda harus khawatir? Posisi anda akan tergantikan" Ungkap Aming


"Tergantikan? Bukankah itu bagus? YangYang dan Xukai akan berseteru kembali merebutkan wanita itu, aku akan pergi menjauh dari mereka dan melanjutkan hidupku. Tunggu sebentar.... jika itu Shisi kenapa YangYang mendekatiku? Bukankah dia mencintai wanita itu!"


Ying Hua dan Aming mendalami pernyataan mereka masing-masing, Ying Hua yakin wanita itu pasti Shisi yang masih hidup. Dia sudah membaca banyak novel, biasanya pemeran wanita seperti shisi tidak akan mudah mati. Tapi Ying Hua bingung, kenapa YangYang seperti mengejar dirinya? Apa yang sebenarnya diinginkan pria itu?


"Nona... daripada itu anda harus memikirkan keluarga Wang. Tuan Wang Chen sekarang mencoba menjatuhkan anda, sponsor yang sebelumnya mendukung kita mengalihkan dirinya kepada nona Xiang Ri Kui. Sekarang anda benar-benar miskin"


"Hah...Wang Chen, sampai kapan pria itu mengganggu ku. Aku akan meliris lagu baru lagi, saatnya mengeluarkan tandukku" Ungkap Ying Hua sambil menyeringai


Suara pintu terbuka mengalihkan perhatian mereka berdua, terlihat sosok Xukai diikuti Jianlin melangkah pasti menuju meja milik Xukai. Ying Hua memandang Xukai dengan bingung, wajah pria itu sedikit kusam. Apakah rapat nya tidak berjalan lancar? Kenapa dia memikirkan nya, kan itu bukan urusannya? Ying Hua ada apa dengan dirimu?


"Jianlin!" Teriakan Xukai membuat Aming merinding takut

__ADS_1


"Maafkan saya tuan, akan saya laksanakan perintah anda"


Xukai mengarahkan matanya kepada Ying Hua, Ying Hua meneguk ludah kasar. Sepertinya benar-benar terjadi sesuatu yang membuat Xukai marah kembali.


"Bawa gaun itu dan hancurkan wanita itu"


"Baik tuan"


Jianlin mengambil gaun pertunangan dan menyeretnya keluar, gaun itu sekarang diperlakukan secara tak pantas. Ying Hua yakin ini berkaitan dengan masalah sebelumnya, Xukai benar-benar serius dengan perkataan nya.


"Kau!" Tunjuk Xukai pada Aming


"Yah saya tuan?"


"Keluar"


Aming pun menunduk takut dan segera keluar dari ruangan Xukai. Ying Hua menyatukan alisnya melihat tingkah Xukai, ia pun mengabaikan pria itu dan bermain dengan ponselnya.


"Apakah kamu tidak pernah diajarkan bagaimana memperlakukan calon suamimu dengan baik?" Tanya Xukai dingin


Ying Hua menghentikan kegiatan nya, ia menatap Xukai dengan menyelidik. Entah kenapa Xukai terlihat sangat serius menjalani peran mereka, padahal hubungan mereka hanya sementara.


"Bukankah kita sedang berakting? Kenapa harus seserius itu saat berdua" Tanya Ying Hua


"Akting? apakah peran mu sebagai aktris terbawa ke dalam hidup mu yang nyata"


"Hah...Bukankah kamu melakukan pertunangan ini agar aku bisa dibawah kakimu. Untuk apa aku melaksanakan peran sebagai calon istri, tidak ada cinta dan kasih sayang diantara kita berdua. Kita hanya saling memanfaatkan!" Kesal Ying Hua


Xukai melangkah menuju Ying Hua dan menarik dagu nya kuat, dia pun berkata "Bibir ini....Harus aku hukum. Katakan bagaimana aku menghukum bibirmu yang berbicara sembarang terus menerus"


Ying Hua menatap mata Xukai tajam, sebenarnya ia takut. Entah kenapa ia menjadi seperti kertas yang terbuka di depan Xukai, kenapa ia berbicara seperti itu tadi? Seharusnya ia diam saja dan mengikuti perintah nya. Astaga kamu bodoh Ying Hua.


"A...aku tidak tahu"


"Aku akan menunjukkan hukuman kepadamu"

__ADS_1


__ADS_2