
Seorang pria yang memiliki janggut dan berpakaian agak lusuh berjalan mendekati Ying Hua, pria itu menatap Ying Hua dengan bengis dan menarik pergelangan anak perempuan tersebut dengan paksa. Ying Hua yang tidak terima pun menahan pria itu, Bao Yu menangis tanpa henti membuat Ying Hua merasakan ada sesuatu yang salah disini.
"Maaf tuan tapi anak ini masih memiliki urusan dengan saya, jadi anda harus menunggu" Ungkap Ying Hua dengan penuh tekanan
"Siapa kamu ha?!! Aku tidak kenal, pergilah dari tempat ini!" Teriak pria itu dengan menyemburkan air liur nya kemana-mana
Ying Hua yang terkena cipratan liurnya hanya mendesah lemah sambil menatap pria itu dingin. Rasanya sangat menjijikan tapi dia tidak ingin menyinggung pria yang tidak dikenalnya apalagi dengan temperamen yang tidak stabil seperti ini.
"Ayah...Jangan marahi kakak cantik ini, Bao Yu salah karena Bao Yu melanggar perintah ayah" Ungkap Bao Yu sambil menangis
"Kamu tahu itu dan masih berani keluar dari rumah!! Aku sudah menderita dengan mempunyai anak lelaki yang tidak berguna, kamu jangan menambah masalah hidupku bocah tengil! Cepat ikuti aku!"
"Berhenti, aku bilang aku masih memiliki urusan dengan anak ini tuan"
"Minggir atau kamu aku hajar"
"Lakukan saja, aku tidak takut dengan pria jelek seperti mu blee" Ejek Ying Hua
Pria itu melepaskan tangan Bao Yu dan akan menampar wajah Ying Hua, Ying Hua dengan gesit menunduk dan mencekal tangan pria tua tersebut, ia pun menendang bagian vital pria itu hingga membuat nya kesakitan.
"Rasakan itu orang jahat"
"Ayo pergi Bao Yu"
Bao Yu yang ditarik oleh Ying Hua hanya mengikuti nya sambil sesegukan, Ying Hua yang kini berlari dengan menggunakan heels nya merasa sangat menyesal. Seharusnya dia menggunakan sepatu biasa saja, kenapa dia harus berpakaian mewah seperti ini.
"kakak...apakah kakak baik-baik saja?" Tanya Bao Yu
"Aku...hah...hah..sebentar tarik napas buang, tarik napas ohh aku sesak, sudah berapa lama aku tidak berolahraga? Iya i'm okey Bao Yu, don't worry"
"Kakak...sebaiknya kakak pergi, ayah sangat mengerikan jika marah. Aku akan baik-baik saja, terimakasih atas makanannya"
"Tidak...aku tidak akan membiarkan mu masuk kedalam sarang singa, kakak akan membantumu"
Bao Yu menggelengkan kepalanya takut, ia menatap Ying Hua dengan wajah sedih.
"Kalau aku kabur bagaimana nasib kakakku.... Kakak ku dirumah sangat menderita, dia penuh dengan luka dan kakinya...kakinya juga tidak bisa digerakkan. Aku tidak akan pergi sampai kapanpun tanpa membawa kakak keluar dari rumah ayah, aku masih sangat kecil. Andai saja Bao Yu bisa membawa kakak dipunggung hiks hiks"
Jadi begitu...Bao Yu sebenarnya ingin kabur tapi dia memiliki kakak yang tidak bisa bergerak, aku harus menolong mereka.
"Aku Ying Hua akan menolongmu, ayo kita pergi ke rumah mu Bao Yu"
__ADS_1
"Tapi...Kakak akan berada dalam bahaya" Ungkap Bao Yu
"Tidak apa-apa, aku suka berada dalam bahaya. Kakak bahkan pernah diculik dan selamat dari seorang psikopat gila, jadi kakak sudah tidak takut lagi dengan bahaya apapun" Ungkap Ying Hua mantap
...----------------...
Ying Hua dan Bao Yu mengintip di balik dinding yang tak jauh dari rumah kecil yang kumuh di ujung jalan. Ying Hua melihat ayah Bao Yu yang masuk kerumah nya dengan wajah penuh amarah, Bao Yu pun bergerak pelan dengan Ying Hua yang mengikutinya.
Mereka berdua kini berada di bawah sebuah jendela kamar, suara dobrakan pintu terdengar kuat. Ying Hua mendengar semua yang terjadi, suara rintihan anak lelaki yang dipukuli dan pria yang selalu mengeluarkan kata-kata kasar tanpa henti. Ying Hua pun hanya bisa pasrah dan menahan diri untuk tidak keluar, ia harus menyelamatkan kedua anak ini diam-diam.
Setelah beberapa menit berlalu, tidak ada suara lagi. Ying Hua mengintip dari balik jendela dan menemukan seorang anak yang berpakaian lusuh dengan beberapa lebam di kaki dan wajahnya, bagaimana bisa seorang ayah berbuat seperti ini kepada anak-anak. Ying Hua merasa sangat kesal dan marah.
"Bao Yu kamu tunggu disini, kakak akan membawa kakakmu keluar dari kamar"
Bao Yu menganggukkan kepalanya, Ying Hua pun memanjat jendela kamar dan masuk dengan mudah. Ia menatap anak lelaki yang kini terbaring lemah di lantai, dia melihat tubuh anak itu begitu kurus tapi anehnya anak ini terlihat sangat tinggi. Apakah dia benar anak-anak?
Ying Hua meletakkan kakak Bao Yu di punggungnya, untungnya anak lelaki itu sangat ringan. Dia pun mengikat kan pinggang nya dengan pinggang anak lelaki itu menggunakan pakaian. Ying Hua dengan mantap akan keluar dari jendela namun suara dobrakan pintu terdengar kembali, Ying Hua berkeringat dingin dan dengan cepat keluar dari rumah itu.
"Kau...Wanita kurang ajar!!"
Untungnya Ying hua sudah keluar, dia pun berlari sambil menggandeng Bao Yu. Ying Hua bahkan telah membuang heels mahalnya entah kemana, rambutnya kacau balau dan pakaiannya telah berbau tidak sedap. Suara teriakan lelaki tua itu terus mengejar mereka, Ying Hua ingin menangis, dia baru sadar kenapa dia melakukan semua ini? Bukankah dia mencari BlackPild? Inilah susahnya menjadi orang baik.
Ketika mereka akan berbelok, Bao Yu terpeleset dan terjatuh. Bao Yu menangis karena tidak bisa bangun, suara tangisan Bao Yu membuat anak lelaki yang digendong oleh Ying Hua terbangun, dia pun mencoba melepaskan diri namun Ying hua berteriak keras.
"Kakak...hiks hiks, kakiku sakit"
"Astaga, aku hanya wanita dengan berat 46 kg dan tinggi 165 dan kini aku harus menggendong dua anak, cepat sini aku gendong" Teriak Ying Hua
"Berhenti kau wanita tengik!" Teriak pria tua itu semakin dekat
Ahhh sepertinya aku akan mati, baiklah tidak ada waktu lagi Ying Hua. Kenapa kamu masih menjadi orang baik sih?
Ying Hua menutup matanya saat pria tua dengan kayu panjang yang dibawanya akan memukul dirinya. Namun selama beberapa detik Ying Hua tidak merasakan apapun, ia kembali membuka matanya dan melihat seorang pria yang amat ia kenal.
"Amingg!!! Pahlawanku telah datang! Ayo Aming selamatkan aku" Teriak Ying Hua kegirangan
Kenapa nona selalu membawa masalah yah...pikir Aming
Ayah Bao Yu sudah terkapar tidak sadar, Ying Hua merasa lega. Aming berjalan mendekati Ying Hua dan mengerutkan keningnya.
"Nona...anda membawa sesuatu yang aneh"
__ADS_1
"Ini bukan aneh tapi manusia, hei apakah kamu akan membiarkan aku menggendong anak ini? Kamu saja yang bawa"
"Kenapa harus saya? Saya tidak kenal mereka"
"Hei aku ini nona mu, kamu mengikuti perintahku"
"Tapi saya diperintahkan oleh tuan muda hanya menjaga nona"
"Aish kamu ingin aku pecat ha, aku akan bilang ke kakak bahwa kamu membawaku kedalam bahaya"
Aming mendesah lemah dan mengambil tubuh anak lelaki yang dibawa Ying Hua, sementara itu Bao Yu digendong oleh Ying Hua. Mereka pun kembali menuju mobil Ying Hua yang tak begitu jauh.
"Nona...Bukankah anda mengatakan akan membawa orang itu? tapi kenapa membawa orang lain?"
"Aming...besok saja aku cari orang itu. kita selamatkan anak-anak ini dulu"
"Nona anda...."
"Aku tahu aku baik"
"Bukan anda terlalu menyusahkan" Ungkap Aming dengan wajah datar
"Aish manajer kurang ajar ini, untung kamu tampan hhh"
Bao Yu dan kakaknya hanya mendengar obrolan itu, mereka masih shock dengan apa yang terjadi. Bao Yu sadar ketika Ying Hua kembali mengucapkan nama BlackPild.
"Aku akan mencari BlackPild lagi nanti"
"Kakak...kenapa kakak mencari BlackPild?" Tanya Bao Yu
"Ahh itu karena aku membutuhkan dia, dia memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dalam membuat lagu" Ungkap Ying Hua
Kedua anak itu terdiam, mereka menundukkan kepalanya sambil menangis. Ying Hua bingung memangnya dia mengatakan sesuatu yang sedih?
"Nona...anda membuat anak orang lain menangis"
"Ahhh kenapa menangis, aku tahu aku orang baik jangan menangis lagi" Ungkap Ying Hua bingung
"Kak BlackPild dia...dia..."
"dia apa...?" Tanya Ying Hua
__ADS_1
Ketika mendengar jawaban yang keluar dari Bao Yu, Ying Hua menatap kosong ke depan. Kenapa...bisa jadi seperti ini?