Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 33 (S2)


__ADS_3

Ying Hua tersedak, dia lupa bahwa dia mengungkapkan rahasia bakatnya. Dia melakukan hal itu karena tertantang dengan lawan yang memiliki bakat yang sama dengannya, sepertinya tubuh ini menyukai bidang seperti itu. Dia hanya bergerak sesuai yang diinginkan tubuh Ying Hua.


"Sudah lama, ini bakat asliku. Kenapa? Apakah kamu ingin memanfaatkan bakatku?"


"Tidak, itu bagus. Kamu bisa melindungi dirimu dengan bakat itu"


Ying hua meletakkan sendoknya, dia pun menatap Xukai menyelidik.


"Aku ingin bertanya, kenapa kamu berubah? Apakah ada sesuatu?"


"Ini aku tidak ada yang berubah"


"Tidak mungkin, kamu selalu menyalak dan mengancamku sejak aku di rumah sakit kamu sangat baik dan bersikap lembut. Apakah...tidak mungkin kan? Apakah kamu menyukaiku?" Tanya Ying Hua


---


Ying Hua memerhatikan Xukai yang masih acuh tak acuh, pria ini bahkan tidak menjawab pertanyaannya sama sekali. Ying Hua menjadi malu dan memerah, kenapa dia berpikir bahwa Xukai menyukainya? Dia melakukan semua kebaikan ini karena kecelakaan yang terjadi di ruang kerjanya, pasti Xukai hanya merasa bertanggungjawabkan? Lalu kenapa dia menceritakan rencananya?

__ADS_1


Disaat Ying Hua berpikir keras, Xukai mengalihkan tatapannya kepada Ying Hua. Terlihat Ying Hua mengerutkan keningnya dan sedang berpikir keras, apakah wanita ini tidak peka? Atau dia kurang menunjukkan minatnya?


"Xiao Hu, apakah aku kurang menunjukkannya?" Tanya Xukai


Ying Hua bergidik ketika namanya dipanggil Xiao Hu, dia menatap horror Xukai. bahkan sekarang dia dipanggil dengan panggilan manja seperti itu, Ying Hua tidak merasa tebakannya salah. Apalagi dengan pertanyaan yang diajukan Xukai.


"Jadi kamu...menyukaiku? Bagaimana bisa kamu menunjukkan rasa suka dengan mengancam orang"


"Aku tidak seperti itu, entahlah kalau aku tidak melakukan hal tersebut kamu pasti akan terus menghindar" Jawab Xukai datar


"Jangan pikirkan apapun, aku tidak akan memaksa tapi...aku tidak akan melepaskanmu"


Wajah Ying Hua memerah seperti kelopak mawar yang baru mekar, mengisyaratkan kegugupan dan rasa malu yang tak bisa disembunyikan. Matanya turun ke arah tanah saat ia merasakan kebahagiaan yang memenuhi hatinya, entah kenapa dia merasa aneh. Apakah dia senang dengan pria posesif seperti Xukai? Sepertinya otaknya sudah sakit sekarang.


Ying Hua melanjutkan makannya dan mengalihkan pikirannya ke arah lain, biarkan saja pria ini menyukainya, dia juga bisa memeluk paha nya dan melakukan balas dendam. Mereka berada di jalan yang sama jadi dia tidak akan melakukan hal berbahaya kepadanya lagi.


---

__ADS_1


Setelahnya keduanya berpisah, Ying Hua memutuskan untuk kembali dan membereskan masalah pekerjaannya walaupun Xukai sudah melarang tapi Ying Hua yang keras kepala tetap ingin bekerja secara proffesional. Dia akan kembali setelah pekerjannya selesai, pada akhirnya Xukai mengizinkan dengan beberapa pengawal berjas hitam mengikuti dari kejauhan.


Ying Hua memasuki mobil setelah berpamitan, mobil tersebut menghilang setelah melewati gerbang villa Xukai. Jianlin mendekati tuannya dari belakang dan berkata " Apakah anda dan nona sudah bersama sekarang tuan? Tapi...kenapa baru sekarang anda..."


Xukai memotong perkataan Jianlin dan berkata " Aku baru menyadari perasaan yang selalu aku tolak ini, melihat dia terluka aku menjadi gila. Kalau aku menyembunyikannya terus, aku mungkin sudah ikut melompat dengannya dari gedung."


Jianlin menelan perkataan yang ingin dia lanjutkan, dia tahu tuannya bukanlah berhati dingin namun semua hal itu sirna karena pengkhianatan dan permainan politik kekuasaan di keluarganya. Lebih baik seperti ini, dia juga merasa bersalah kepada nona Ying karena memanfaatkannya tapi sekarang dia berharap tuannya dapat melindungi nona Ying dari siapapun yang mencoba menyakitinya.


Xukai dan Jianlin kembali kedalam villa, Xukai menghentikkan langkahnya dan berbalik ke arah Jianlin "Batalkan permintaan ku tentang Cheng Xian, dan masukkan aku ke dalam variety itu"


"??"


"Apakah kamu tidak memahaminya?" Tanya Xukai kesal


"Baik tuan, saya akan lakukan"


Jianlin menghela napas lega setelah melihat tuannya beranjak pergi, sepertinya ada satu sifat yang tak pernah berubah dari tuannya yaitu sifat posesifnya. Sifat posesif mengacu pada kecenderungan seseorang untuk memiliki atau menguasai orang atau benda dengan sangat kuat dan cemburu. Seseorang yang memiliki sifat posesif cenderung merasa tidak nyaman atau tidak aman jika tidak memiliki kontrol penuh atau kepemilikan yang eksklusif terhadap orang atau benda yang mereka anggap sebagai milik mereka.

__ADS_1


__ADS_2