
“Kenapa kamu masih disini?” Tanya suara berat dari arah belakang
Suara ini?!!
...----------------...
Ying Hua membalikkan badannya dan melihat sosok Xukai dengan jas hitam dan celana hitam layaknya seorang penguasa, dia sedikit lega karena ada seseorang yang bisa menyelamatkannya dari situasi ini.
“Kenapa masih disini?” Tanya Xukai
“Ahh…Aku akan pulang, aku sedang menunggu Aming” Jawab Ying Hua
Xukai melirik ke sisi Ying Hua, ia kembali menatap Ying Hua yang memasang wajah tak nyaman. Xukai pun mengambil tangan Ying Hua dan membawanya pergi dari taman.
“Hei! Jangan tarik! Tunggu…itu”
“Kalau tidak merasa nyaman jangan berada disana” Ungkap Xukai datar
Dia tahu bahwa aku tak nyaman? Ah benar dia si pembaca pikiran
“Bukan begitu…hanya saja..yah bukan apa-apa”
“Aku akan mengantarmu pulang”
“Ehh… Bukankah kamu sibuk?” Tanya Ying Hua
__ADS_1
Xukai berhenti berjalan dan berkata sinis “Kenapa kamu canggung denganku? Bahkan tidak sempat menemuiku dikantor atau menghubungiku?”
Ahh aku hanya masih belum terbiasa denhan sifat mu itu, aku hanya terlalu takut.
“Ada apa?” Tanya Xukai
Tiba-tiba rintik hujan membasahi mereka, Ying Hua dengan cepat menarik tangan Xukai dan membawanya ke salah satu pohon besar. Mereka berdua terdiam, tak ada satupun yang memulai kembali pembicaraan.
Ying hua menggenggam tangannnya dan berkata “Aku hanya…takut kamu terganggu makanya aku tidak menghubungimu”
“Aku lebih merasa terganggu jika kamu tidak menghubungiku”
Ying hua melihat ke arah Xukai dengan pandangan bertanya, dia ingin tahu sebenarnya perasaan pria disampingnya. Dia hanya ingin memastikan, tidak ada yang salah jika dia hanya memastikan sebuah perasaan kan? Lagipula mereka berdua harus menimbun rasa saling percaya benar dia harus memastikan bahwa Xukai tak berencana menjatuhkan keluarganya.
“Kamu… selalu membuat banyak masalah itu menganggu” Ungkap Xukai
“Itulah yang membuatku khawatir jika kamu tidak menghubungiku sama sekali”
Ying hua merasakan jantungnya berdegup kencang, astaga ada apa dengannya? Kenapa dia menjadi aneh sejak berada di rumah sakit! Kenapa dia merasa malu hanya mendengar perkataan seperti itu dari mulut pria ini! Tidak!! Ini hanya rasa kagum karena dia percaya
“Terimakasih karena mengkhawatirkan ku”
“Tidak perlu berterimakasih, kamu adalah tunanganku berarti kamu adalah orangku”
Itu tidak berhubungan sama sekali, apakah dia benar-benar mengkhawatirkan semua orang-orangnya?
__ADS_1
Hanya suara hujan yang menemani kedua insan tersebut, Ying hua masih sibuk dengan pemikirannya tentang Xukai sementara pria disampingnya menatap rintik hujan yang terus perlahan turun tanpa henti.
“Jika…”
Xukai melirik ke arah Ying Hua yang ingin berkata sesuatu
“Jika suatu hari semua balas dendam itu selesai, apakah kamu akan bahagia?” Tanya Ying Hua
Xukai menatap mata hitam yang baginya begitu menawan, apakah dia bahagia? Apakah adiknya bahagia jika dia membalaskan semua dendam ini? Entah kenapa ia tak mendapatkan jawaban ketika menatap mata murni gadis disisinya.
“Aku..bahagia”
“Ahh begitu, kalau begitu kita tetap berada di kapal yang (berbeda, ungkap Ying Hua dalam hati) sama”
Ying Hua menundukkan kepalanya, apa yang ia harapkan dari pemeran antagonis. Betapa bodohnya dia berharap jawaban lain dari pria ini.
Sosok keduanya yang berada di bawah pohon terlihat jelas oleh gadis yang masib duduk ditaman ditemani hujan yang terus turun tanpa henti. Pakaian basahnya tak membuat ia gentar menatap kedua orang yang tak jauh darinya.
Aku akan merebut kembali apa yang menjadi milikku
...----------------...
Ying Hua kembali kerumahnya setelah menolak ajakan Xukai, dia sekarang tak ingin duduk disatu tempat dengan pria itu. Ying Hua duduk didepan laptop dan memulai rencananya, pertama hancurkan keluarga Wang karena kini dia telah menyingkirkan sosok Xiang Ri Kui maka rencana keduanya akan berjalan lebih cepat sehingga dia bisa memutuskan ikatan dengan Xukai lebih cepat.
Ying Hua juga telah menyimpan semua uangnya dengan nama yang berbeda, ia harus menyelematkan hartanya sebanyak mungkin jika suatu hari Xukai menjatuhkan keluarganya. Dia harus menghidupi keluarga ini dengan tangannya.
__ADS_1
“Jika itu jawaban mu Xukai maka jalan kita akan berbeda”