Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Chapter 3 (S2)


__ADS_3

Bei mencoba menenangkan dirinya dan kembali melihat dimana gadis berwajah Ying Hua itu berada namun dia tak menemukan siapapun disana. Apakah itu Ying Hua? Apakah dia sudah masuk ke perusahaan? Jika benar…Apakah Ying Hua benar-benar orang baik?


...----------------...


Bei memasang wajah heran saat melihat sosok Ying Hua yang duduk di studio sofa dengan wajah serius, ia yakin sebelumnya Ying hua berada dibawah tidak mungkin sampai begitu cepat kesini.


“Bei! Ada apa denganmu? Aku sudah memanggilmu beberapa kali” Teriak Ying Hua


Bei menggelengkan kepalanya dan berkata “ maafkan aku kak, tapi kak apakah kakak sebelumnya datang kesini menatap perusahaan lebih dulu?”


“Ha? Menatap perusahaan? Aku tidak punya waktu melihat perusahaan, lagu kita harus segera dirilis”


Bei memerhatikan Ying Hua dengan seksama, dia baru menyadari gaya pakaian Ying hua yang bersamanya berbeda dengan Ying Hua yang ia temui dibawah. Apakah Ying hua mempunyai saudara kembar? Tapi dari Bei ketahui, Ying Hua hanya memiliki saudara lelaki.


“Bei! Ayo fokus, kenapa daritadi melamun saja”


“Ahh benar, maafkan aku kak. Ayo kita mulai”


Bei mencoba menghilangkan firasat tak enaknya, mungkin dia hanya kurang tidur saja.

__ADS_1


...----------------...


Ying Hua menghabiskan waktunya di studio musik hingga malam, tak terasa waktu menunjukkan pukul 10 dan dia bahkan lupa mengabari keluarganya pasti ibunya akan sangat khawatir.


Ying Hua merapikan kertas-kertas berserakan di atas meja, kini dia tinggal sendiri karena Bei harus kembali pulang setelah mendapat info bahwa Bao Yu sakit dari Aming. Ying Hua tidak dapat ikut karena dia harus mengurus semua pekerjaannya saat ini.


“Ahh lelahnya, seharian ini aku hanya fokus bekerja dan aku tidak melihatnya seharian ini (ungkap Ying Hua dalam hati)”


“Ahh Ying Hua kenapa kamu mengingatnya! Dia pasti sibuk sekali yah hmm apakah sebaiknya aku pulang saja?”


Ying Hua menghela napasnya dan memutuskan untuk pulang, dia mengambil tasnya sambil memegang beberapa dokumen penting. Setidaknya dia harus menikmati hidup disini dengan menjadi idol.


Ternyata balas dendam itu melelahkan tapi harus dilakukan. Haa… hidup menjadi orang kaya benar-benar melelahkan.


Ying hua menatap langit malam yang penuh bintang, ia tak menyangka akan melihat bintang di kota besar seperti ini. Ying Hua tersenyum kecil setidaknya hari ini ada sesuatu yang bagus untuk dilihat.


“Indah bukan?” Tanya seorang gadis yang tiba-tiba duduk disamping Ying Hua


Ying Hua sedikit bingung namun ia tersenyum kecil dan kembali menatap langit malam “Hmm Indah”

__ADS_1


“Hehe”


Ying Hua agak dibuat merinding mendengar tawa kecil itu, ia melirik gadis disebelahnya yang menggunakan tudung dan masker. Dia sedikit penasaran karena masih ada orang berada di perusahaan malam ini yang ia tahu perusahaan Mao hanya mempekerjakan hingga jam 9 malam, apakah dia lembur?


“Kamu sangat cantik” Ungkap gadis itu


“Ohh…terimakasih?” Entah kenapa Ying Hua merasa nada yang digunakannya bukanlah nada menyanjung tapi seperti mengejek? Atau ini hanya perasaannya?


“Perusahaan Mao sudah sangat besar dan sangat cantik sekarang yah” Tambahnya


Aku tidak tahu tentang perusahaan ini sama sekali -,- kenapa gadis ini topiknya selalu melompat-lompat sih


“Aku sangat mencintai perusahaan itu beserta orang-orang didalamnya hehe”


Sepertinya aku harus pergi, kenapa aku merinding terus


“Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu suka juga?”


Nada nya seperti nada mengancam! Apakah dia psiko? Ahh aming dimana kau!

__ADS_1


“Kenapa kamu masih disini?” Tanya suara berat dari arah belakang


Suara ini?!!


__ADS_2