
Hallo author kembali wahahaha
Untuk para pembaca, Author mau ingetin kalau novel ini banyak typo nya. Jadi jangan banyak ngeluh yahh...soalnya author mager buat perbaiki. Untuk Update novel ini sesuai mood author💃 Author orang nya mood mood an parah, bisa sampai ga buka aplikasi noveltoon sampai berbulan-bulan. Tapi Author agak kecewa sama noveltoon sekarang, level author diturunin begitu saja padahal tiap bulan author setidaknya update huhu😠Noveltoon!! Anda jahat kepada saya, jadi saya nya makin ga mood nulis nih...Makin lama makin ngelunjak yah nih aplikasi. Kalian demo ke noveltoon dong! Kasian para penulis yang level rakyat jelata seperti author diginiin, author banyak nulis novel disini udah mau 100 chapter semua tapi direndahkan begitu saja. Sedih dehh tapi yaudahhlah yah, mungkin kedepannya author bakal update sekali sebulan wahahaha. Siapa suruh turunin level saya💃 Maaf author curcol, soalnya esmosi. Yaudah ayok lanjut baca cerita unfaedah author ini💚
Ying Hua melanjutkan kegiatannya menghias kuku, ia tak memperdulikan sosok tinggi yang berada satu ruangan dengannya. Xukai melangkah mendekati Ying Hua dan menarik tangannya secara paksa, Ying Hua terkejut sekaligus kesal dengan tindakan Xukai yang tak berakal.
"Lepaskan! Bisakah kamu berbicara terlebih dahulu sebelum menarikku? Aku bukan barang" Ungkap Ying Hua
Xukai menatap Ying Hua datar, ia tak suka berbasa basi jika dalam jadwal sibuk seperti ini. Ia pun menggendong Ying Hua ala bridal style dan keluar dari ruangan itu.
"Akhh ada apa dengan mu? Turunkan aku sekarang! Aku sedang sibuk mengurus kuku cantikku!" Teriak Ying Hua
Xukai tetap diam sementara Ying Hua terus meronta-ronta di gendongan nya, Aming yang berada di bawah tangga termenung melihat tingkah dua sejoli itu. Ia ingin maju untuk menolong nona nya namun tatapan Xukai membuat ia kembali mundur sambil menundukkan kepala, pria itu benar-benar seperti harimau yang suka memangsa apapun didepannya.
Xukai memasukkan Ying Hua kedalam mobil hitam yang sudah terparkir didepan rumah Ying Hua, Ying Hua menggerutu kesal. Seharusnya Xukai bicara saja kepadanya untuk pergi ke mobil tidak perlu ada drama ia berteriak keras di rumahnya sendiri. Xukai pun masuk dan mobil hitam pun segera pergi meninggalkan tempat tinggal Ying Hua tanpa mereka sadari dibalik jendela lantai dua sosok Jiazhen melihat semua yang terjadi.
"Tuan Mao, kita akan pergi kemana?"
Xukai masih diam, Ying Hua mengacak-acak rambutnya kesal. Kenapa pria ini sekarang diam? Hari-hari sebelumnya dia sangat cerewet membuat Ying Hua muak sekarang semakin muak.
"Bisakah kamu berhenti melakukan itu? Kamu akan mengotori mobil ku" Ungkap Xukai santai
"Hah! Kamu! Kamu yang seharusnya berhenti melakukan hal ini! Bisakah kamu berbicara kepada ku sebelum menarik ku pergi? Apa susahnya bicara!" Kesal Ying Hua
"Itu adalah hak ku untuk berbicara. Kamu cukup mengikuti saja"
"Akhh!! Kenapa ada pria seperti dia! Sial" Gumam Ying Hua
"Aku mendengar apa yang kamu katakan"
"ehem... sekarang kita akan kemana?" Tanya Ying Hua
"Butik"
Butik? Untuk apa kita ke butik? Jangan bilang pria ini ingin memilih baju pertunangan?
__ADS_1
Ying Hua menatap butik didepannya dengan linglung, butik ini sangat terkenal di kota Luhan dan pastinya sangat mahal. Ying Hua tahu jika Xukai sangat kaya, tapi pertunangan mereka tidak perlu menggunakan pakaian mewah. Lagipula pertunangan ini didasarkan rasa egois diantara mereka, haruskah Xukai seserius ini? Pikiran orang kaya sangat sulit ditebak.
Saat memasuki butik, belasan pegawai menyambut kedatangan mereka. Ying Hua takjub akan hal tersebut, ia kira orang seperti Xukai tidak cukup terkenal di kota Luhan ternyata pria ini sangat terkenal atau ia saja yang tidak tahu akan kepopuleran Xukai. Ying Hua melangkah mengikuti Xukai, sosok wanita berumur mendekati mereka dan memberi salam.
"Selamat pagi Tuan Mao, saya sudah menyiapkan pakaian yang Anda inginkan" Ungkap wanita bername tag Xue
"Apakah matamu tidak bisa melihat dengan benar? Haruskah aku belikan mata baru untukmu?" Ungkap Xukai dingin
"Ahh...Apakah saya melakukan kesalahan Tuan?" Tanya Xue ketakutan
"Aku tidak datang sendiri, jadi ulangi salam mu itu!"
Para pegawai terkejut dengan pernyataan Xukai, hal ini membuktikan eksistensi Ying Hua diakui oleh Xukai. Di kota Luhan, image Xukai terkenal akan kebengisan nya kepada siapapun termasuk lawan jenis bahkan ada rumor bahwa Xukai membunuh wanita yang ia cintai tanpa belas kasihan, jadi mereka sangat kaget melihat Xukai yang membela tunangannya.
"Ahh maafkan kesalahan saya Tuan Mao dan Nona Ying. Saya benar-benar minta maaf nona Ying"
"Tidak masalah haha"
"hentikan itu" Bisik Ying Hua kepada Xukai
Xukai menatap dingin Xue dan berkata " Jika kalian tidak menghormati nya maka kalian tidak menghormati ku, dia adalah calon istriku. Dia yang akan menjadi nona Mao masa depan, ingat itu"
"Ba...Baik Tuan, saya akan mengingat hal ini. Kalau begitu silahkan ikuti saya"
Ying Hua pun mengikuti Xue dengan gerutunya, ia pusing menghadapi sikap Xukai yang membuat nya naik darah. Ying Hua melirik sosok Xukai, jika pria ini normal mungkin dia akan malu mendengar pernyataan sebelumnya sayangnya pria ini gila.
"Tuan dan Nona lihat ini adalah gaun edisi khusus untuk nona Ying, kami menyiapkan gaun ini selama dua bulan. Tuan Mao benar-benar mengawasi kami agar gaun ini sempurna ditubuh anda" Ungkap Xue sambil tersenyum hangat
Dua bulan? Dia menyiapkan gaun ini sejak lama? Apakah dia sebelumnya bertunangan dengan seseorang tetapi gagal karena aku? Apakah benar begitu?
"Gaun ini hanya untukmu, aku tidak punya wanita lain selain kamu" Ungkap Xukai yang seperti nya menjawab isi kepala Ying Hua
Ughh menggelikan! Wanita selain aku? Aku tahu kamu punya banyak wanita. Jangan menatapku seperti itu! Akting nya membuat ku merinding
"Kalian benar-benar sangat cocok dan romantis, Nona Ying anda pasti sangat senang memiliki Tuan Mao disisi anda " Ungkap Xue
__ADS_1
"Hahaha...Apakah aku kelihatan senang?" Gumam Ying Hua
"Cobalah" Ungkap Xukai
"Ayo nona saya bantu"
Ying Hua pun terpaksa melakukan semua permintaan Xukai, kenapa pertunangan ini seperti sebuah pernikahan? Padahal ia berharap mereka tinggal memasang cincin dalam acara keluarga saja tidak perlu gaun mewah yang seperti gaun pernikahan ini.
Xukai duduk menunggu Ying Hua sambil membaca majalah, beberapa menit berlalu tirai putih didepannya terbuka. Disana sosok wanita bergaun putih dengan Surai nya yang terurai hingga ke pinggang terlihat bercahaya dimatanya, Xukai melihat dengan jelas wanita itu....tidak memiliki kemiripan dengan Shisi. Wanita ini sangat berbeda dari Shisi, wanita ini lah yang membuat nya pusing selama beberapa bulan.
"Anda benar-benar sangat luar biasa nona Ying, anda sangat cantik maksud saya anda sebelum nya juga cantik tapi anda semakin cantik jika berpakaian feminim, bagaimana menurut anda tuan Mao?" Tanya Xue
Xukai terdiam cukup lama menatap Ying Hua, Ying Hua berkeringat dingin entah kenapa ia menjadi berdegup kencang ingin mendengar jawaban pria itu. Ada apa dengan nya? Ayolah Ying Hua, pria ini pasti akan mengejeknya. Apa yang kamu harapkan dari Xukai.
"Cantik, sangat cantik"
Ying Hua membulatkan matanya, semburat merah menghiasi kedua pipinya. Ia tak menyangka Xukai menatap nya hangat sambil mengatakan hal bagus seperti itu.
DEG
Astaga kenapa dengan jantungku? Berhenti berdetak kencang bodoh! Ying Hua jangan terpesona oleh kelicikannya, dia pasti sedang berakting sekarang.
"Ahh nona Ying, anda akan menjadi tunangan paling cantik di negara kita" Tambah Xue semangat
"Haha terimakasih" Enggan Ying Hua
"Baiklah selanjutnya tuan Mao, silahkan ikuti saya. Nona Ying anda bisa disini untuk melihat diri anda didepan cermin, jika ada yang tidak anda suka...Jangan sungkan untuk memberikan opini Anda"
"Baiklah terimakasih"
Xukai mengikuti Xue melangkah ke tempat lain, ia sebenarnya penasaran bagaimana pakaian yang akan Xukai kenakan tapi ia lebih penasaran dengan dirinya sekarang. Apakah dia benar-benar cantik? Entah kenapa tatapan Xukai sebelumnya sangat berbeda dari tatapan yang ia lihat, tatapan itu penuh...ahh tidak pasti dia berakting. Xukai pasti tidak menyukainya sama sekali.
Ying Hua membalikkan tubuhnya ke arah cermin, ia membulatkan matanya saat melihat sosoknya sendiri. Tubuh Ying Hua bisa dikatakan berisi bukan berarti gendut, kebanyakan artis di negara nya sangat lah kurus berbeda dengan Ying Hua yang memiliki isi di depan dan belakang membuat tubuhnya penuh lekukan wanita seksi. Ia tak menyangka sosok Ying Hua akan secantik ini jika bergaya feminim selama ini ia selalu bergaya tomboi karena kebiasaan di dunianya dulu.
Jika aku pria, aku pasti akan memilih Ying Hua. Siapa yang mau dengan Xiang Ri Kui seperti triplek itu, apa yang dilihat para pria dari wanita penuh tulang itu. Ying Hua juga memiliki wajah yang bahkan lebih cantik daripada Xiang, aku tidak mengerti jalan pikiran pria di novel ini.
__ADS_1
"Akhh"
Sebuah teriakan mengacaukan pemikiran Ying Hua, ia mengerutkan keningnya saat mengetahui sumber teriakan itu. Bukankah Xukai menuju arah sana? Apa yang terjadi?