
Ceklek
Ceklek
Ceklek
Sinar jepretan kamera tanpa henti memasuki penglihatan Ying Hua, kini gadis cantik dengan berbusana pink muda itu sedang melakukan pemotretan untuk iklan yang sudah ia tanda tangani. Ying Hua terlihat begitu ceria dan segar, beberapa staf bahkan merasa sangat syok dengan perubahan Ying Hua yang terkenal kasar.
"Bagus.. Pertahankan wajah itu nona. Anda sangat cantik sekali, saya akan memotret nya"
Ceklek
Ceklek
Ying Hua terus berganti gaya dengan begitu gesit, awalnya para kru iklan tak ingin mempercayai Ying Hua. Bagaimanapun Ying Hua hanyalah sampah yang membuat masalah dimanapun, tapi melihat profesional nya dia sebagai seorang aktris kini mereka mulai mempercayai Ying Hua.
"Baik istirahat 15 menit" Teriak juru kamera
"Bagaimana hasilnya Rocky?"
Rocky adalah juru kamera yang cukup terkenal di kalangan selebritas level A, dia sering melakukan pemotretan dengan selebritas terkenal. Ying Hua mempercayai bahwa iklan ini adalah iklan dalam skala besar, bagaimanapun perusahaan iklan X adalah perusahaan iklan yang paling laku dalam menjual berbagai macam produk di masyarakat.
"Lihatlah Ying, aku tidak menyangka bahwa bisa bekerjasama denganmu. Aku kira kita tidak akan akur" Ungkap Rocky sambil menyindir Ying Hua
"Aku juga mengkhawatirkan hal itu, kamu tahu tentang rumor ku yang sangat "buruk" haha"
"Mungkin mulai sekarang aku akan mencari bukti terlebih dahulu daripada mempercayai rumor, kamu cukup luar biasa"
"Terimakasih atas pujiannya Rocky... dan...foto ini sangat hebat, kamu benar-benar sangat diandalkan" Ungkap Ying Hua yang takjub dengan foto yang telah diambil Rocky.
Ying Hua pun memutuskan untuk kembali ke ruang rias, ketika dia akan memasuki pintu, Ying Hua mendengar obrolan penata rias didalam sana. Ying Hua merasa penasaran karena mereka menyebutkan nama Xiang Ri Kui.
"Aku dengar nona Xiang sudah kembali ke negeri ini, dia sudah menyelesaikan pendidikannya." Ungkap penata rias 1
__ADS_1
"Wah benarkah? Pasti jagat hiburan akan meledak lagi, bagaimanapun nona Xiang adalah wanita tercantik dan sangat luar biasa. Ahh...aku sudah lama tidak bekerjasama dengannya" Balas penata rias 2
"Yah...kedatangan nona Xiang pasti akan membuat nona Ying yang manja itu menjadi lebih gila, kamu tahu kan mereka adalah saingan cinta tuan Wang Wenxiao"
"Aku lebih mendukung nona Xiang dengan tuan Wang Wenxiao, nona Ying itu tidak ada apa-apa nya. Bahkan jika citranya menjadi lebih baik, dia tidak akan mendapatkan cinta tuan Wang" Tekan penata rias 2
Siapa yang mau dengan keluarga Wang itu, lebih baik aku jomblo saja seumur hidup.
BRAK
Kedua penata rias itu terkejut karena suara pintu, Ying Hua berjalan masuk sambil tersenyum ramah. dia pun segera duduk didepan meja hias sambil melirik kedua penata rias yang mulai memucat.
"Ahh keluarga Wang benar-benar sangat kaya tapi...keluarga Ying juga setara dengan mereka. Apa yang akan keluarga Ying lakukan jika dua orang biasa menjelekkan gadis kesayangan mereka yah?" Ungkap Ying Hua asal
"Siapa yang membicarakan mu!" Teriak penata rias 2 tak terima
"Ahh...memangnya aku berbicara denganmu, aku hanya bicara dengan diriku sendiri. Apakah mungkin....kalian membicarakan ku?" Tanya Ying Hua sambil menyeringai
"Ka..Kami..."
"Kenapa kami harus minta maaf, memangnya kenapa kalau kamu anak keluarga Ying. Aku tidak takut dengan anak manja seperti mu!" Teriak penata rias 2 tak mau kalah
Ying Hua tertawa, dia kemudian menatap dingin penata rias yang sangat mendewakan Xiang Ri Kui. Dia entah kenapa memiliki rasa ketidaksukaan ketika nama wanita itu disebutkan, dia merasa wanita itu bukanlah sebaik yang dibayangkan dalam novel.
"Benar aku adalah anak manja, kalau begitu aku harus menelpon kakakku karena adik kesayangannya sedang ditantang oleh orang yang tak tahu diri seperti kau" Tekan Ying Hua
"Kau tahu....di keluarga ku bukan hanya ayahku yang paling ditakuti, tapi adalah Ying Jiazhen, kakakku itu sangat menakutkan dan misterius. Aku bahkan tidak tahu bagaimana dia bisa menghilangkan jejak seseorang yang aku benci, mungkin kamu ingin tahu bukan?" Goda Ying Hua sambil menyeringai
Ying Hua melihat bahwa gadis itu mulai ketakutan, dalam sekejap penata rias yang meremehkan nya pun bersujud sambil memohon ampun. Yah dia akui jika membawa nama keluarga Ying akan membuat semua orang ketakutan, dia harus memanfaatkan kekuatan ini terlebih dahulu. Setelah dia bisa memperkuat diri sendiri, dia akan berdiri dengan kedua kakinya tanpa membawa nama keluarga nya lagi
"Maafkan saya nona, maafkan saya. Tolong maafkan saya"
"Siapa namamu?"
__ADS_1
"Nona... tolong maafkan saya..."
"Aku tanya siapa namamu!"
"Lu...Lu..Luan"
"Baiklah nona Luan, aku akan mengingat nama ini. Pasti kamu merasa terhormat karena namamu diingat oleh salah satu keluarga paling berpengaruh di negara ini bukan?"
"Cepat rias aku, kalau kalian masih ingin selamat" Ungkap Ying Hua dingin
Beginilah aku seharusnya, aku adalah antagonis dalam novel ini. Berbuat baik tak akan ada gunanya, aku harus bertahan hidup. Aku saat ini harus menjadi Ying Hua yang jahat seperti orang-orang katakan. Aku tidak boleh takut lagi dengan keluarga Wang, yah Wang Chen. Pria itu...aku harus mengetahui kenapa aku takut dengannya.
Ying Hua kini berada di dalam mobilnya, dia menatap keluar jendela yang dibasahi oleh rintik-rintik hujan. Pemotretan nya telah selesai, sekarang dia harus mempersiapkan diri untuk perekrutan aktris drama esok. Besok adalah saatnya pertempuran yang lebih besar, dia berharap semuanya akan berjalan lancar.
"Aming...ke apartemen"
"Baik nona"
Kreek
Ying Hua memasuki apartemen nya dan langsung merebahkan diri ke atas sofa, dia melirik Bao Yu yang sedang menonton sambil memakan cemilannya. Ying Hua merasa tubuhnya begitu lelah, pekerjaan menjadi seorang artis benar-benar luar biasa. Tidak hanya fisik yang lelah, mental seorang artis juga harus sekuat baja.
Kini aku mengerti kenapa banyak artis yang mati karena komentar pedas. Untungnya aku bisa mengambil langkah cepat untuk Ying Hua yang lemah ini.
"Ohh...Nona anda kesini?" Ungkap Bei yang keluar dari kamarnya
"Bei, apa kabar? Bagaimana harimu?" Tanya Ying Hua berbasa-basi
"Nona... untunglah Anda datang kesini. Saya mempunyai sesuatu untuk nona, mari masuk"
"Tentu saja, ahh..Aming kamu diluar saja bermain dengan Bao Yu."
Aming hanya memutar bola matanya kesal, Ying Hua tertawa melihat tingkah asisten sekaligus pengawalnya itu. Ying Hua pun memasuki kamar Bei, dia cukup takjub karena kamar itu sangat bersih dan wangi. Di samping tempat tidur Bei terlihat beberapa komputer yang menyala. Ying Hua pun mendekati Bei yang kini sudah duduk di kursi kerjanya.
__ADS_1
"Nona pasangkan headset ini, saya sudah mengerjakan beberapa lagu. Saya tidak tahu yang mana akan menyentuh hati anda"
Ying Hua menerima headset pemberian Bei, dia pun duduk disampingnya. Bei pun mengklik instrumen pertama lagu yang dibuatnya dan dalam sekejap alunan melodi memasuki telinga Ying Hua.