Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Antagonis Pria Telah Muncul


__ADS_3

Halo, kembali lagi dengan author Mizuu^^ Author udah lama ga update novel disini yah karena kesibukan di dunia realita juga hehe. Sebenarnya author mau update tapi setelah melihat like dan favorit nya yang ga naik-naik jadinya author males update disini deh. Setelah dua bulan ditinggal ternyata novel ini yang paling banyak peminat nya, sampai didemo oleh para pembaca setia novel author. Jadi author bakal usahain buat novel ini up setiap hari, kalau kerjaan author ga banyak yah hehe.


Jangan lupa dukung author Mizuu dengan like, komen dan jadiin favorit. Kalau banyak yang like dan favoritin, author janji bakal update sehari dua kali dechhh. See you, jangan lupa baca novel author yang lain yah^^


Ying Hua menatap horor pria bernama Mao Xukai dihadapan nya, kini ia dapat mengingat dengan jelas siapa pria ini sebenarnya.


Di dalam novel diceritakan secara singkat mengenai kehidupan Mao Xukai pemeran antagonis pria yang terobsesi dengan Xiang Ri Kui, dia tidak segan-segan melukai atau membunuh musuhnya. Mao Xukai terkenal dengan perusahaan gelapnya, belum dikatakan secara jelas dalam novel pekerjaan yang melibatkan perusahaan gelapnya itu. Tapi Ying Hua dapat menyimpulkan bahwa Mao Xukai merupakan keturunan Mafia Rusia karena dia memiliki darah rusia-china ditubuhnya, namun dia tidak ingin mengikuti jalan kakeknya dan memilih jalan lain yang lebih mengerikan dibanding mafia. Ying Hua sangat takut dengan karakter Mao Xukai yang psikopat dan tidak takut akan kematian.


"Nona apakah anda baik-baik saja? Kenapa berteriak?" Tanya Jianlin


Aku akan mati! Yah akan mati! Pria ini yang paling berbahaya di bandingkan dengan yang lain, dia sangat terobsesi dengan Xiang Ri Kui! Aku tidak mau mati di tangannya...Baiklah Ying Hua, jangan menyinggung perasaan tuan ini.


"Ha? Tidak ada apa-apa, aku hanya terkejut dapat bertemu seseorang yang hebat seperti tuan anda hahaha. Selamat datang di kota Luhan tuan Mao Xukai"


Mao Xukai hanya diam dan menatap datar Ying Hua, dia pun membalikkan tubuhnya dan segera pergi dari lokasi mereka sekarang. Jianlin pun segera pamit kepada Ying Hua dan bergegas mengejar Tuannya yang pergi secara tiba-tiba.


"Apa-apaan dia, aku sedang memujinya dan dia pergi begitu saja! Sudah berprilaku kasar kemudian main pergi saja, percuma tampan kalau psikopat" Gumam Ying Hua kesal


"No...nona"


Panggilan dari Aming menyadarkan Ying Hua, dia pun bergegas membantu Aming berdiri. Ying Hua ingin menanyakan banyak hal kepada Aming, bagaimana Aming bisa dipukuli oleh kelompok Mao Xukai, dan bagaimana mereka bisa selamat dari pasukan Wang Chen?


Suara langkah kaki mendekati posisi Ying Hua, Ying Hua yang mendengar itu mencoba menguatkan hatinya jika mereka adalah pasukan Wang Chen. Namun melihat wajah kakaknya yang pucat keluar dari balik pepohonan hutan, Ying Hua bernapas lega. Ying Jiazhen menatap nanar kepada Ying Hua dan menghampirinya.


"Kamu sudah aku katakan tunggu ditempat mu! Kenapa masuk ke dalam hutan ini!" Marah Jiazhen


"Maafkan aku kakak tapi teriakan Aming tidak bisa aku biarkan. Aku takut sesuatu terjadi padanya"


"Baiklah, selama kamu baik-baik saja itu sudah cukup bagiku. Serahkan Aming dan temanmu kepada pasukan ku, kamu pergi bersamaku."

__ADS_1


Ying Hua menganggukkan kepala nya dan menggandeng tangan Ying Jiazhen untuk keluar dari hutan, tanpa mereka ketahui kelompok Mao Xukai belum pergi terlalu jauh dan hanya mengamati orang-orang yang masuk ke dalam wilayah mereka.


"Ternyata mereka dari keluarga Ying, berarti nona tadi adalah nona Ying Hua yang terkenal itu" Ungkap Jianlin


"Ying Hua? Kelinci kecil itu namanya Ying Hua?" Tanya Mao Xukai


Mao Xukai tak melepaskan tatapannya kepada tubuh kecil Ying Hua yang bermanja di lengan seorang pria tinggi, dia mengernyitkan keningnya tak suka. Mao Xukai merasa tidak nyaman dengan hatinya, apakah dia terkena racun hati? Sepertinya dia harus memeriksa kan dirinya ke dokter, mungkin saja musuh mereka sebelumnya menggunakan racun yang tak terlihat.


"Tuan? Apakah anda baik-baik saja? Wajah anda sangat merah"


"Ayo kembali, jangan sampai manusia selain pasukan ku memasuki tempat ini lagi Jianlin" Tekan Mao Xukai dengan tatapan membunuh


"Ba...baik tuan" Gugup Jianlin


...----------------...


Kediaman Keluarga Ying


"Apakah kamu baik-baik saja Huaer?" Tanya Ying Jiazhen


Ying Jiazhen mengelus rambut adiknya dengan lembut untuk menenangkannya, Jiazhen sangat marah ketika mendengar bahwa semua ini perbuatan Wang Chen. Jika itu mau keluarga Wang maka mulai saat ini keluarga Ying akan mendeklarasikan perang dengan mereka.


"Kakak...Apakah Aming baik-baik saja? Ini semua salahku karena menyuruh Aming untuk menyelamatkan Bing Bing"


"Aming adalah bawahan ku yang sangat kuat, tidak mungkin aku meletakkan seseorang yang lemah di samping adikku. Dia akan bangun sebentar lagi, lebih baik kamu beristirahat sekarang"


"Tapi..."


"Huaer, ibu dan ayah sangat khawatir sekarang. Mereka bahkan sangat sibuk untuk melakukan sesuatu terhadap keluarga Wang"

__ADS_1


"Ayah dan ibu?"


"Apakah kamu mengira bahwa ayah dan ibu akan membiarkan Putri kesayangan mereka diperlakukan seperti itu oleh keluarga Wang, mereka selama ini menahan diri karena kamu mencintai Wang Wenxiao namun sekarang mereka tidak akan menahan diri lagi. Jadi, jangan terlalu membuat ayah dan ibu khawatir lebih jauh lagi atau aku akan mengirimkan mu ke luar negeri"


"Kakak!"


"Jadi turuti kakakmu ini dan pergilah keluar"


Ying Hua pun terpaksa menuruti perintah Ying Jiazhen, dia tidak mau dikirim keluar negeri. Dia ingin disini untuk berkarir, sudah sangat sulit baginya membangun citra yang baik, dia tidak mau membuang kesempatan emas ini sekarang.


Setelah Ying Hua keluar dari kamar, Aming membuka matanya secara perlahan. Ia menatap tuan muda nya yang kini berwajah seram, Aming ingin sekali kabur dari tempat ini.


"Aming" Tekan Jiazhen


"Ya...ya...Ya tuan ku"


"Aku sudah mengatakan padamu untuk melindungi adikku bukan melindungi orang lain apalagi itu musuh adikku"


"Maa...maafkan saya tuan muda. Tapi saya hanya mengikuti perintah nona, jika saya tidak melakukan nya nona sendiri yang akan melakukan hal itu"


Jiazhen menghela napasnya, adiknya itu dulu sangat gila dan sekarang lebih gila lagi. Jika dulu dia hanya mempermalukan hidupnya sekarang dia hampir kehilangan nyawa, Ying Hua pasti tidak akan mendengarkan perintah nya. Anak itu sekarang sangat keras kepala dan suka berbuat sesuka hati.


"Aming, aku tau nona mu sekarang adalah adikku. Tapi aku adalah kakak dari nona mu, aku hanya meminta tolong kepadamu untuk menjaga adikku saja, jangan melihat ke arah orang lain lagi. Berikan aku tanda jika Ying Hua melakukan hal seperti ini, aku hanya membiarkan hal ini sekali tapi tidak untuk kedua kalinya"


"Baik tuan, saya mengerti"


"Aku akan memberitahu adikku bahwa kamu sudah bangun"


Ying Jiazhen pun meninggalkan sosok Aming yang lemas dan pucat, dia merasa bingung dengan takdir nona mudanya. Kenapa nona mudanya itu dikelilingi oleh pria-pria menakutkan? Padahal nona muda nya biasa-biasa saja. Pikir Aming

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2