Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Pertunangan (2)


__ADS_3

"Hallo nona Ying, perkenalkan saya Mao Xukai. Anda bisa memanggil saat Xukai"


Aku menatap Xukai yang tersenyum sambil mengulurkan tangan nya, aku terkejut juga senang disaat bersamaan. Jika aku melakukan pertunangan dengan pria ini, aku bisa melakukan semua tujuan ku dengan sempurna. Pertama, aku akan membuat Xukai jatuh hati padamu yah walaupun ada keadaan dia tidak akan jatuh cinta denganku, itu bukanlah sebuah masalah setidaknya aku bisa menjadikan dia seorang teman bukan musuh lagi. Kedua, dengan kekuasaan dan kekayaan Xukai, aku bisa melakukan apapun dengan pemeran lainnya. Yap, aku juga bisa membalas dendam semua masalah keluarga ku kepada YangYang begitu semuanya tercapai aku akan menjatuhkan Xukai dari dalam. Aku memang sangat pintar


Aku menjabat tangan Xukai dengan senyuman kecil, satu hal yang terlintas dalam pikiran ku. bagaimana bisa ayah dan ibu mengenal Xukai? Kenapa mereka menerima Xukai yang notabene nya berasal dari kota sebelah. Apakah ada sesuatu yang ditawarkan pria ini kepada keluarga ku?


"Hallo tuan Mao, saya Ying Hua"


Setelah perkenalan basa basi kami, aku merasakan remasan jabatan dari Xukai. Wah...Pria ini benar-benar tidak bisa dipercaya, beraninya dia meremas tangan cantikku. Aku akan balas kau!


Aku meremas tangan Xukai dengan kencang namun wajahnya hanya menampilkan seringai kecil. Sial, apakah kekuatan ku hanya menggelitiknya? Dia benar-benar menyebalkan.


"Ayo kembali duduk tuan Mao, Ying Hua adalah putri kami satu-satunya. Saya harap anda dapat menjaganya dengan baik"Ungkap Ibu Ying


"Tentu saja, saya selalu menghargai wanita dan menjaga mereka"


"Dasar pendusta" Gumam ku kecil


Ibu ku menyenggol kakiku dan memelototi ku seolah-olah dia akan memakan ku, aku pun menggerutu kesal tapi pria itu terlihat senang dengan nasib yang aku alami.


Ying Hua POV End


"Huaer...Kamu tahu kedatangan tuan Mao kesini bukan? Kalian berdua akan melakukan ikatan pertunangan, tuan Mao banyak membantu kita disaat sulit seperti ini."


"Aku mengerti ayah"


"Maafkan ibu Huaer tapi kita membutuhkan uang untuk bertahan hidup di dunia kejam ini. Kita tak memiliki siapapun selain keluarga dan perusahaan kita" Bisik sang ibu kepada Ying


Ying Hua mengerti, di dalam novel juga disebutkan mengenai keluarga Ying yang tak memiliki kerabat keluarga. Jadi wajar jika mereka ingin mempertahankan semua yang terlah diraih dari bawah, Ying Hua juga tak merasa rugi dengan pertunangan ini sama sekali.


"Bagaimana Huaer, apakah kamu tak masalah dengan hal ini?"


"Tentu saja tidak ayah, aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan keluarga kita"


"Terimakasih Huaer, ayah bangga padamu"

__ADS_1


"Kalau begitu, ayah dan ibu akan meninggalkan kalian untuk berbincang dan saling mengenal."


Ayah dan ibu Ying segera beranjak pergi, Ying Hua menatap punggung mereka yang menjauh namun sebuah suara membuat Ying Hua kesal setengah mati "Akting mu sangat bagus, kamu benar-benar artis yang luar biasa"


"Ohh...Jadi ini rencana busukmu? Bukankah kita sudah melakukan kesepakatan untuk tidak saling menyentuh hal yang penting Tuan?" Tanya Ying Hua sambil menyipitkan matanya


"Benarkah? Aku lupa kapan aku membuat kesepakatan denganmu."


"Jika anda seorang pria seharusnya anda menepati janji"


"Aku adalah aku, jadi aku tidak perlu menjadi pria dalam bentuk artianmu. Aku bisa melakukan apapun dengan janji"


"Anda tidak dapat dipercaya" Kesal Ying Hua


"Bukankah kamu senang dengan pertunangan ini? Aku bisa melihatnya dari mata mu."


"Aku sangatttttt tidak senang"


Xukai menyeringai, ia pun berdiri dan melangkah mendekati Ying Hua. Xukai meletakkan salah satu tangannya disamping wajah Ying Hua, wajah mereka saling berdekatan bahkan hidung mereka sudah menyentuh satu sama lain. Ying Hua tak nyaman dengan posisi nya sekarang, aroma mint memasuki Indra penciuman nya. Ying Hua mencoba menatap ke arah lain agar pikirannya tak kemana-mana.


"Lihat aku Huaer"


salah satu tangan Xukai mengunci dagu Ying Hua agar menatap ke matanya, Ying Hua kini berhadapan dengan mata gelap Xukai. Mata itu bagaikan langit malam yang hitam dan penuh dengan rasa ketakutan.


"Jangan takut, ingat kamu akan menjadi tunangan ku dengan ini kamu tidak bisa melakukan apapun yang dapat mengkhianati ku. Jika itu terjadi maka keluarga ini bahkan tubuhmu yang cantik akan hancur berkeping-keping. Ingatlah itu Huaer"


"Jangan pernah memanggil ku Huaer dengan mulutmu itu" Tekan Ying Hua


"Turuti aku maka semua akan selamat"


Xukai membuang dagu Ying Hua kasar, Ying Hua merasa dagu nya akan lepas saat ini. Pria ini benar-benar tak berperasaan tapi hanya pria ini lah yang bisa membela dan membantu Ying Hua.


Aku akan melakukan apapun untuk bertahan hidup, aku akan menjatuhkan kalian semua!


...----------------...

__ADS_1


Berita pertunangan Ying Hu dan Mao Xukai sudah beredar luar di berbagai kota. Semua orang sangat terkejut dengan berita itu, Ying Hua bahkan tak pernah terlihat mendekati Mao Xukai begitupula sebaliknya. Orang-orang bertanya bagaimana mereka berdua bisa bertemu? Sayangnya pertanyaan itu tak mendapatkan jawaban nya sama sekali.


Ying Hua duduk di kamarnya sambil merawat kuku nya, suara dobrakan pintu membuatnya terkejut bukan main " Nona Ying!! Apakah benar jika anda akan bertunangan dengan Mao Xukai?!!"


Aming berteriak keras membuat Ying Hua jengah, Ying Hua kembali melakukan kegiatan nya tanpa mempedulikan Aming yang terus membabi buta bertanya kepadanya.


"Ya!! Itu benar! Aku akan bertunangan dengan nya, apa yang salah dengan itu? Aku baru bertunangan bukan menikah kenapa kamu heboh sekali!"


"Jadi anda akan menikah dengan pria bengis ini?!!!" Teriak Aming


"Siapa yang kau sebut bengis? Aku bisa saja membunuh mahkluk tak berguna seperti mu sekarang" Ungkap suara dingin yang memasuki kamar Ying Hua tanpa permisi


"A....A...a...apakah aku salah melihat nona? Apakah dia....di...a Tuan Xukai?" Tanya Aming ketakutan


"Matamu benar-benar melihat dia Aming, sebaiknya kamu meminta maaf dan kabur" Jawab Ying Hua


"Maafkan saya tuan Mao, sa...saya bersalah"


"Pergi"


"Ba... baik"


Aming berlari meninggalkan ruangan yang penuh hawa dingin, Ying Hua melirik Xukai yang juga meliriknya. Pria itu benar-benar bersikap seperti seorang tunangan, padahal ini hanyalah sementara.


"Bisakah kamu tak bersikap seperti itu? Kita hanya bersandiwara"


"Sandiwara? Aku tidak bersandiwara" Ungkap Mao Xukai serius


Wah kenapa wajahnya sangat serius, aku jadi susah untuk melawannya.


"Ya...ya pokoknya jangan bersikap sok seperti tunangan ku"


"Aku memang tunanganmu"


"Yahhh! Pokok nya bersikap lah seperti kamu yang biasa, bukankah kamu selalu memarahi ku dan melakukan hal tidak baik kepada ku!" Kesal Ying Hua

__ADS_1


"Kapan aku melakukan itu?" Tanya Xukai


"Sial aku benar-benar ingin memukul kepalanya!" Gumam Ying Hua penuh kekesalan


__ADS_2