
"Huaer apakah kamu ingin makan sesuatu?"
Ying Hua melirik ke arah ibunya sekilas, dia pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dengan lembut. Ia tak ingin meminta terlalu banyak kepada keluarga ini.
"Tidak ibu, aku baik-baik saja"
"Baiklah kalau begitu, datangi ibu jika kamu menginginkan sesuatu. Kalau itu bukanlah makanan, ibu juga akan mengabulkannya untukmu"
Ibu Ying segera berjalan keluar dari kamar putrinya, dia bersyukur sekarang atas hilangnya ingatan sang anak. Setidaknya putrinya tidak membuat masalah dengan keluarga Wang lagi.
Kini Ying Hua melanjutkan kegiatannya, dia sedang melihat sebuah video iklan perusahaan Wang dan membandingkannya dengan iklan perusahaan keluarga nya. Iklan video di dunia ini sangat terlihat kuno dan begitu klasik, bahkan anak kecil pun tidak akan tertarik dengan iklan semacam ini. Iklan kedua perusahaan ini menggunakan pemain yang memang sangat cantik hanya saja wajah mereka sangat kaku dan tak berekspresi sama sekali, selain itu iklan tersebut tidak menambahkan grafis dan animasi yang terkesan menambah kemeriahan iklan yang akan ditampilkan. Ying Hua saja merasa sangat mengantuk menonton iklan tiga menit ini, di dunia nya iklan hanya dilakukan dalam tiga puluh detik dan paling lama satu menit.
Astaga benar-benar sangat membosankan, walaupun pemainnya cantik tapi iklannya tidak terlihat menarik sama sekali. Apakah mereka tidak tahu cara mempromosikan sebuah produk, kalau begini aku aja membantu perusahaan ku lebih dulu. Aku akan menunjukkan kepada dunia bahwa aku sudah berubah menjadi Ying Hua yang berbeda.
Ying Hua turun dari atas tempat tidurnya, dia keluar dari kamarnya dan melangkah menuju ruangan kerja kakaknya Ying Jiazhen. Namun sayangnya Ying Jiazhen telah pergi bekerja sedari pagi tadi.
"Huaer ada apa?"
"Ibu aku ingin ke hotel tempat kakak bekerja"
"Kenapa dengan hal itu, kamu tidak pernah mau menemui kakakmu sama sekali"
Ughh benarkah Ying Hua yang dulu seperti itu? Padahal kakaknya sangat baik dan menyayangi dirinya walaupun dalam bentuk tsundere.
"Aku ingin membicarakan sesuatu dengan kakak"
"Baiklah, biarkan supir kita yang mengantarkan mu. Jadi ayo ganti pakaian mu terlebih dulu"
Ying Hua segera kembali ke kamarnya, dia mengganti pakaiannya dengan celana denim sepaha dan kaos putih tak lupa ia menggunakan topi dan masker, sepatu bot hitam selutut menghiasi kaki panjangnya. Ying Hua terpesona menatap tubuhnya di cermin, tubuh Ying Hua sangatlah proposional, dia bahkan memiliki kaki yang panjang.
Wah diriku yang dulu mungkin tidak bisa debut karena kaki ku pendek, lihat kaki ini sangatlah panjang. Aku harus memamerkan aset ini kepada dunia!!!
"Ibu aku pergi lebih dulu"
__ADS_1
"Baiklah hati-hati sayang"
Di dalam perjalanan, Ying Hua menatap gedung-gedung tinggi di luar. Dia sangat bersyukur karena dirinya dapat menjalani hidup lebih baik setelah melewati kedua saudara yang mengerikan itu, mengingat mereka kembali membuat Ying Hua mengginggil ketakutan. Dia harap keluarga Wang tak akan mengganggu nya lagi.
Mobil berhenti di parkiran hotel, Ying Hua membuka pintu mobilnya dan berpamitan kepada supir keluarga nya. Ia memasuki hotel dan menatap kemewahan hotel tersebut dengan wajah melongo.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Ying Jiazhen
"Astaga, jangan membuatku terkejut seperti itu"
Ying Hua menetralkan degup jantung nya, dia benar-benar terkejut dengan kedatangan kakaknya yang tiba-tiba. Ying Hua pun menarik sikapnya kembali setelah melihat tiga orang pria yang kini berada di belakang kakaknya. Ketiga pria itu menatap Ying Hua dengan wajah penasaran dan ketertarikan.
"Siapa ini Jiazhen? Kekasih baru mu? Aku kira kamu gay" Ungkap seorang pria dengan jas abu-abu nya, pria itu memiliki wajah yang sangat cantik dengan rambut sebahu nya. Ying Hua sekilas mengira bahwa dia adalah wanita, tapi menggunakan pakaian pria.
"Siapa ini Jiazhen?" Tanya pria disamping nya
Ying Hua menatap ketiga pria itu dengan bergantian, hanya satu pria yang cuek dan dingin sedang menatap ke arah lain. Ying Hua mencoba mengingat-ingat siapa teman-teman kakaknya dalam novel, dan dia pun teringat akan sesuatu.
Ahh benar, pria dengan wajah cantik itu seperti yang dideskripsikan dalam novel dia adalah Xiao Zhan, disebelahnya adalah seorang playboy kelas atas yaitu Xu Kai dan yang terakhir paling misterius adalah Li Yang Yang. Baru kali ini aku melihat mereka seharusnya aku melihat mereka saat aku memasuki perkuliahan kembali, mereka juga menjadi mahasiswa disana. Tetapi kenapa aku tak melihat mereka sama sekali yah dalam beberapa bulan itu?
"Ahh si pengejar Wang" Jawab Xiao Zhan dengan semangat
Aku bukan pengejar Wang lagi, aku tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi. Aku tak akan jatuh cinta disini.
"Hei adikku bukan gadis seperti itu sekarang"
"Ahh..ahh maafkan aku, hanya saja aku mendengar rumor yang beredar"
Xiao Zhan menjadi gugup karena tekanan dingin dari Ying Jiazhen, Ying Hua yang melihat itu mencoba untuk mencairkan suasana.
"Kakak siapa mereka?"
Apakah Ying Hua mencoba untuk mengejar pria lain? Aku tidak bisa membiarkannya jatuh cinta dengan sikap bodohnya itu, dia benar-benar sangat merepotkan jika mengenai pria. Pikir Ying Jiazhen
__ADS_1
"Kak?"
"Kamu tidak perlu tahu, ibu mengatakan bahwa kamu ingin menemuiku. Apakah kamu ingin membicarakan sesuatu?"
"Ahh benar, kakak kemarilah"
Ying Jiazhen mengangkat sebelah alisnya, dia pun mendekati Ying Hua. Ying Hua berjinjit untuk membisikkan sesuatu kepada kakaknya, dia tidak ingin semua orang tahu tentang apa yang akan dia lakukan. Dia takut bahwa akan ada paparazi yang mendengar hal ini dan membuat gosip buruk kembali tentang dia dan perusahaan keluarganya.
Setelah membisikkan kepada Ying Jiazhen, Jiazhen sedikit terpaku dan menatap Ying Hua dengan penuh pertanyaan. Apakah adiknya benar-benar ingin melakukan hal ini? Ying Hua adalah orang yang sangat anti dengan perusahaan keluarganya.
"Apakah kamu yakin?"
Ying Hua mengangguk dengan gembira, tingkahnya ini dilihat oleh ketiga pria dibelakang kakaknya, sayangnya Ying Hua tak menyadari hal itu.
Xiao Zhan berpikir Ying Hua akan seperti gadis yang digosipkan, seorang gadis yang tergila-gila dengan pria tampan dan mengejar pria itu hingga ke ujung dunia. Tapi nyatanya mereka bertiga di abaikan disini dan bahkan gadis itu fokus dengan kakaknya sendiri. Ternyata rumor tidak seperti realita aslinya.
"Aku kira dia akan merengek kepada Jiazhen untuk mengenal kita, ternyata tidak seperti yang aku bayangkan" Ungkap Xu Kai
"Aku juga berpikir sama denganmu, apakah gosip itu salah? Tapi komentar orang-orang mengatakan bahwa hal itu adalah benar" Jawab Xiao Zhan
"Bagaimana menurutmu Yangyang?" Tanya Xiao Zhan
"Komentar orang-orang tidak selamanya benar, lagipula tidak baik mengatakan hal buruk kepada adik temanmu. Ayo pergi"
Xiao Zhan dan Xu Kai mengikuti sosok Yangyang yang telah pergi menjauh, Jiazhen membiarkan mereka pergi demi kebaikan adiknya. Dia kembali menatap Ying Hua yang melihat kepergian ketiga temannya.
Gawat dia pasti akan tertarik dengan mereka, jika seperti ini dia akan menjadi gadis gila kembali.
"Hmm mereka tidak sopan, seharusnya pergi permisi terlebih dahulu dengan kakak"
Jiazhen membulatkan matanya mendengar penuturan Ying Hua, dia mengira adiknya akan bertanya dengan semangat tentan ketiga pria tampan itu. Tapi kelihatannya adiknya tidak tertarik dengan mereka sama sekali.
"Kakak ayo kita bicarakan tentang iklan itu!!" Teriak Ying Hua penuh semangat
__ADS_1
Ahh mungkin aku salah, dia sudah berbeda sekarang. Pikir Jiazhen