
Sesampainya di perusahaan Mao, Ying Hua bersama Bei dan Aming segera memasuki studio rekaman tentu saja Ying Hua tak ingin berlama-lama ditempat ini. Dia masih tidak ingin bertemu dengan xukai apalagi mereka sudah tidak berinteraksi selama dua hari sejak kejadian itu.
“Kak Ying, sudah selesai. Selamat rekaman kita akhirnya selesai” Ungkap Bei semangat
Ying hua melepaskan headphone dari telinganya dan melangkah keluar dari ruang rekaman, untuk hari ini dia memiliki mood yang baik semoga saja Xukai tidak ke tempat ini. Ying hua melirik Aming dan berkata “Aming, apa jadwalku selanjutnya?”
“Nona ini…”
“Ada apa?”
“Kita akan melakukan pertemuan dengan Wang Wenxiao membahas iklan yang pernah kita jalin dengannya”
Iklan dengan Wang Wenxiao? Ahh benar saat aku bertemu dengan Wang Chen dan Xiang Ri Kui didepan lift
“Hari ini? Apakah sudah mulai syuting? Kenapa lama sekali dia membuat naskah nya”
“Sutradara Gu memberitahu saya mereka akan memulai nya dalam dua hari ini tapi jadwal nona akan padat untuk minggu depan, apakah anda bisa menangani ini nona?”
“Tentu saja, aku Ying Hua tidak akan lelah dengan jadwal semacam itu”
“Baiklah ayo kita berangkat” Tambah Ying Hua
__ADS_1
Mereka bertiga keluar dari studio rekaman, saat pintu lift terbuka terlihat sosok yang amat dihindari Ying Hua. Xukai berdiri didalam lift dengan memasukkan salah satu tangannya kedalam saku, Ying Hua,Aming dan Bei saling melirik dalam diam. Mereka berpikir haruskah mereka masuk atau tidak?
“Kebetulan sekali nona! Kita bertemu! Sudah lama sekali kita tidak melihat satu sama lain” Teriak Jianlin penuh kegembiraan walaupun wajah pucatnya menandakan dirinya hampir mendekati kematian
Ying Hua menatap Jianlin iba, pasti pria ini memiliki banyak kesulitan untuk merawat Xukai. Xukai terlihat tidak bersahabat saat ini, Ying Hua meneguk ludahnya kasar dan memutuskan memakai wajah tebal memasuki lift. Aming dan Bei mengikuti Ying Hua walaupun punggung mereka seperti di laser oleh dua orang di belakang mereka.
Suasana mencengkam menyelimuti lift bermuatan 5 orang, Ying Hua memejamkan matanya untuk bersabar sebentar lagi dia akan keluar dari lift. Ying Hua melirik Xukai, rahang tajam pria itu sangatlah mempesona tidak bisa dipungkiri Xukai memang lebih berkharisma daripada karakter lainnya.
Ying hua mengingat bahwa ia belum berterimakasih kepada Xukai atas hari itu, dia pun memberanikan diri dan berkata “ Terimakasih untuk dua hari lalu”
Tidak ada jawaban sama sekali, Ying Hua merasa malu karena kelihatannya seperti dia yang mencoba membujuk Xukai. Bukankah seharusnya pria yang membujuk kekasihnya sekarang? Lagipula dia wajar marah bukan? Sejauh yang ia tahu jika pria mereka masih mengingat kekasihnya yang dulu maka wanita yang bersamanya sekarang pasti akan kesal dan kecewa dengan pria nya tapi itu bukan berarti dirinya mengharapkan Xukai membujuknya, dia hanya ingin melakukan peran ini dengan totalitas.
“Apakah sulit untuk berkata sama-sama tuan Mao?” Tekan Ying Hua
Semua orang dalam lift terkejut dengan balasan Xukai, Aming menutup mulutnya tak percaya bahwa seorang Xukai menunggu pesan dari nona nya. Apakah dia sedang melewati langit ketujuh? Dia tak menyangka kalimat cringe seperti itu keluar dari mulut makhluk mengerikan.
Ying hua tak kalah terkejut, dia tak tahu jika Xukai menunggu pesan darinya. Lagipula setiap membalas pesan Xukai hanya membalas dalam beberapa kata, jadi dia berpikir pria ini tidak suka berbalas pesan selain itu mereka sedang dalam hubungan yang tidak baik serta kesibukannya untuk menjatuhkan Wang, dia tidak punya waktu memikirkan hal sekecil ini.
“Kalau aku tidak memberi pesan kenapa kamu tidak memberikan pesan terlebih dahulu” Ungkap Ying Hua
Xukai tak menjawab, pintu lift yang terbuka menyelamatkan Ying Hua dari kecanggungan. Ying Hua akan melangkah keluar dari lift namun tangannya ditarik kembali hingga hidungnya menabrak dada keras, tercium aroma nikotin didekatnya. Saat Ying Hua mendongak ia melihat rahang tegas Xukai dan berkata “ Apa yang kamu lakukan?”
__ADS_1
“Kalian bertiga pergi, aku yang akan mengurus nona Ying sekarang”
“Ahh tuan tunggu.. tuan!” Teriak Aming saat pintu lift tertutup cepat
“Apakah tuan mu selalu seperti ini Jianlin? Nona ku itu artis! Dia punya banyak jadwal! Jika kami tidak pergi sekarang kami akan terkena penalti kontrak” Tambah Aming kesal
“Kamu sudah tahu jawabannya, masalah penalti tuanku pasti akan membayarnya” Jawab Jianlin santai
“Ini bukan hanya masalah itu, nona ku sedang berusaha membangun citranya. Dia berusaha untuk bersikap profesional jika ada berita buruk lagi…hah nona ku tidak akan bisa bertahan di industri ini”
“Berita buruk?” Tanya Bei
“Ahh berita kemarin bukankah itu sudah hilang digantikan dengan berita baru Tuan Aming” Ingat Bei
“Yah walaupun begitu aku tidak akan bisa membiarkan tuan mu semena-mena, aku akan menjemput nona ku”
Jianlin menghalangi Aming untuk pergi dan berkata “Biarkan nona dan tuan menyelesaikan masalah mereka, apakah kalian berdua tidak melihat wajahku sekarang!! Aku sudah sangat lelah! Aku ingin tidur dan makan enak, kalau kamu ingin mati dimakan peliharaan tuan ku… Silahkan pergi saja sana!”
“Tuan Aming kurasa ada benarnya perkataan Tuan Jianlin, ayo kita kembali ke mobil”
“Hhh Lihat saja nanti jika nona ku sudah berada dipuncak” Kesal Aming
__ADS_1
Bersambung