Kekasih Nomor Satu CEO

Kekasih Nomor Satu CEO
Rekaman


__ADS_3

Ying Hua kini sedang disibukkan dengan rekaman di apartemen miliknya bukan lebih tepatnya apartemen milik Bei, Ying Hua sudah meminta Aming untuk mengubah bagian kamar kosong menjadi sebuah studio rekaman dan dalam semalam saja permintaannya pun terkabul.


"Apakah itu sudah bagus Bei?" Tanya Ying Hua


"Bisakah nona memberikan sedikit sentuhan rasa di lirik tersebut, saya rasa itu akan lebih bagus"


"Baiklah, kita mulai kembali"


Ying Hua kembali melakukan rekaman nya, dia sudah melakukan hal ini sejak tadi pagi hingga larut malam. Memang seharian ini dia menghabiskan waktu untuk merekam lagu, tapi dia harap semua jerih payahnya ini akan menjadi sebuah nilai karya yang berharga di hadapan publik.


"Cukup, itu sangat bagus nona. Kita bisa berhenti sampai disini"


"Baiklah, terimakasih atas bantuannya Bei"


"Sama-sama nona, saya juga berterimakasih karena nona sudah memberikan saya kesempatan baik seperti ini"


"Kamu pantas mendapatkan kesempatan ini Bei"


Ying Hua membantu Bei dengan kursi rodanya keluar dari studio rekaman, Ying hua dan Bei disambut oleh suara riang milik Bao yu.


"Kakak!! Lihat aku bisa menggambar" Teriaknya penuh kegembiraan


"Itu bagus sekali Bao Yu, kamu memiliki tangan yang indah" Jawab Ying Hua


"Benarkah? Lihat aku menggambar kak Bei, kak Ying juga. Lihat aku juga memberikan banyak bunga disekitar kak Ying"


"Itu bagus sayang"


Bao Yu tertawa saat aku mencubit pipinya yang sedikit gembul, aku saat menginginkan adik perempuan hanya saja didalam hidupku tidak pernah memiliki seorang adik.


"Bagaimana denganku? Aming sang pelindung nona? Kenapa aku tidak dimasukkan?" Tanya Aming pura-pura sedih


"Karena kak Aming tidak bisa bersama kak Bei"


Ying Hua menaikkan alisnya tanda tak mengerti, begitupula dengan Aming dan Bei. Memangnya kenapa mereka tidak bisa bersama?


"Kak Aming adalah pria dan kak Bei adalah pria jadi tidak bisa bersama, harus kak Ying yang seorang wanita bisa bersama kak Bei"


"A...Apa?!! Bao Yu kenapa kamu mengatakan hal-hal seperti itu, kamu masih kecil. Kakak dan nona tidak akan bisa bersama" Ungkap Bei

__ADS_1


Bao yu yang dimarahi oleh kakaknya mulai menangis, Ying Hua pun mendekati Bao Yu dan memeluk nya dengan lembut. Dia tahu apa yang dipikirkan Bao Yu, Anak sekecil ini menginginkan sebuah keluarga.


"Bao Yu, apa yang dikatakan kakakmu adalah salah dan apa yang kamu katakan juga salah. Kak Aming dan Kak Bei bisa bersama dengan menjadi saudara, dan kak Ying juga bisa bersama dengan Kak Bei dengan menjadi saudara juga. Jadi kita semua bisa bersama, jika kamu menangis terus kamu akan menjadi wanita yang jelek jika besar nanti"


Bao Yu menghentikan tangisannya, dia pun menatap mata Ying Hua dengan berbinar dan tersenyum manis. Ying Hua menepuk kepala Bao Yu dengan lembut dan kembali menuju arah dapur.


"Ta...tapi nona..kita tidak mungkin"


"Bei, kita sudah menjadi keluarga. Aku menganggapmu sebagai adikku, jadi jangan terlalu dipikirkan. Kebahagiaan Bao Yu adalah yang terpenting"


Hanya adik ternyata. Pikir Bei


"Bei...Apakah kamu baik-baik saja?"


"Yah nona saya baik-baik saja"


"Bei, asal kamu tahu nona itu play girl dia memiliki banyak pria disisinya. Aku bisa menyebut semua nya kepadamu, jadi jangan berharap banyak dengan nona, dia tidak sebaik itu" Ungkap Aming


"Hei, aku tidak seperti itu. Aku saja bahkan belum pernah berpacaran, beraninya kamu asisten berbicara dengan nona mu seperti itu"


"Tapi nona... saya hanya ingin Bei tidak masuk kedalam Harem nona"


Aming pun kembali menonton televisi, dia sudah selesai mengganggu nona mudanya. Bei hanya menatap pertengkaran tersebut dengan senyuman, dia juga sadar diri bahwa dia tidak akan masuk list menjadi kekasih Nona Ying.


Kini Aming, Bei dan Ying Hua duduk di meja makan sambil membaca beberapa dokumen penting untuk publishing lagu mereka. Ying Hua memutuskan untuk membuat video musik, dan dia sudah mendapatkan bantuan untuk hal tersebut.


"Nona saya sudah menghubungi sutradara yang anda inginkan, tapi tuan muda bertanya kenapa anda membutuhkan sutradara ini?"


"Kamu katakan saja yang terjadi, dia pasti akan paham akan hal itu"


"Tuan muda....Dia ingin anda sendiri yang mengatakannya"


Ying Hua berhenti membaca dokumennya, biasanya kakaknya akan menuruti semua yang ia inginkan tanpa bertanya. Apakah kakaknya mulai kehilangan kepercayaan kepadanya?


"Baiklah, aku akan bertemu dengannya besok"


"Nona...Jika lagu buatan saya tidak bagus ditelinga publik, apa yang akan terjadi?" Tanya Bei gugup


"Bei...Aku Ying Hua percaya dengan kemampuan mu. Jadi jangan berharap itu terjadi, kamu harus percaya dengan ku dan dengan dirimu"

__ADS_1


"Nona...saya benar-benar berterimakasih karena anda sudah sebaik ini dengan saya dan adik saya. Saya masih penasaran kenapa anda menolong kami?"


Ying Hua tersenyum, dia pun menarik tangan Bei dengan lembut dan menatap mata hitam yang kelam itu.


"Bei aku bukan menolong mu, tapi aku membutuhkan mu. Jadi bisa dikatakan kamulah penolongku"


Bei tersentuh dengan jawaban Ying Hua, ia bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari wajah Ying Hua. Bagi Bei, Ying Hua adalah seorang wanita yang memiliki kecantikan misterius, dia benar-benar cantik tapi juga begitu penuh dengan misteri.


"Saya bei akan berusaha sekuat mungkin untuk menolong nona kembali menuju kelas atas"


"Bagus, aku suka kepercayaan dirimu bei. Jadilah percaya diri, aku tidak menyukai orang yang begitu rendah diri."


"Benar karena nona sangat sombong" Sahut Aming


Ying Hua melirik Aming dengan tajam, Bei tertawa mendengar ucapan Aming. Begitupula dengan Ying Hua, malam itu mereka menghabiskan waktu cukup lama untuk saling mengenal satu sama lain.


Keesokan paginya Ying Hua segera bergegas menuju kantor kakaknya, dia menyapa semua para karyawan yang sibuk memberi salam kepadanya. Ying Hua menekan tombol lift, sambil menunggu dia memainkan ponselnya.


Ying Hua mengerutkan keningnya saat melihat tajuk berita terbaru, lihat betapa menggelikan nya jurnalis yang membuat berita ini. "Ying Hua kembali ditinggalkan oleh Tuan Muda Wang, sungguh ironis", Ying Hua membaca berita itu dan melihat foto-foto dirinya yang beredar luas saat di lorong YY Entertainment.


"Wah dasar manusia-manusia menggelikan, aku akan membuat kalian semua mengemis meminta tanda tanganku" Gumam Ying Hua


"Kenapa gadis muda yang cantik ini sudah marah pada pagi hari? Apakah ada yang mengganggu anda nona Ying?"


Ying Hua memasukkan ponselnya kembali dan melirik seseorang disampingnya, dia mengerutkan kening saat tahu jika pria itu adalah Yang Yang.


"Tuan YangYang kenapa anda berada disini? Bukankah ini terlalu pagi untuk anda?"


"Entahlah, aku juga penasaran kenapa aku tiba-tiba dipanggil kesini. Aku hanya mengikuti aturan kakakmu saja"


Sangat tidak bisa dipercaya, bagaimana kamu mau mengikuti aturan kakakku. Kamu saja bisa dikatakan lebih kuat dari kakakku dan keluarga ku.


"Mari masuk Nona Ying"


"Hmm"


Ying Hua dan YangYang memasuki lift dalam diam, Ying Hua tidak ingin mencari topik obrolan dengan pria tampan disampingnya. Ying Hua masih belum tahu apakah YangYang itu adalah musuh atau teman, jadi dia harus menyelidiki latar belakang pria ini terlebih dahulu.


Pintu lift terbuka, YangYang mempersilahkan Ying Hua keluar terlebih dahulu. YangYang memang memiliki sifat dan sikap seorang pria yang gentle, dia sangat ramah dan bersahabat dengan semua orang. Ying Hua kurang menyukai pria bertipe baik kepada semua orang apalagi kaum wanita, jika dia memiliki kekasih seperti YangYang bisa bisa dia makan asamnya lemon setiap hari. Bisa dikatakan Ying Hua adalah tipe pencemburu.

__ADS_1


__ADS_2